Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 146


__ADS_3

Mobil yang Adam kendarai kini berhenti tepat di depan pintu IGD, terlihat Evan dan Fera berserta tim medis lainnya sudah bersiap.


Saat Akhtar keluar dari dalam mobil dengan menggendong tubuh istrinya, lalu membaringkannya di atas brankar.


" Apa yang terjadi?." Evan dan Fera tampak sangat kaget melihat kondisi Aqilla saat itu.


" Cepat kau selamatkan istri dan anak-anakku, cepat!!!." Akhtar sudah menaikkan nada suaranya kepada Evan.


" Lebih baik kita selamatkan Aqilla, simpan pertayaanmu itu dokter Evan!!." Fera menegur Evan yang sibuk dengan pertanyaannya.


Brankar yang dimana tubuh Aqilla berada didorong menuju ruang tindakan, Adam yang saat itu mendapatkan informasi dari Leo tentang pelakunya.


" Bos, pelakunya sudah diketahui. James Axton."


" Dasar pria tua bre****ek, bagaimana bisa dia melakukan semua ini? Aakkhh!! Anak dan bapak sama-sama gila." Akhtar menggepalkan tangannya dan menghantamkannya pada dinding dengan sangat kuat, hingga dari sela-sela jarinya mengeluarkan darah segar.


" Biarkan kakek yang mengurusnya, kau fokus saja dengan Aqilla!." Alfa baru saja tiba dan suara terdengar.


" Maksud kakek?!." Akhtar bingung dengan perkataan Alfa.


" Dia adalah rival kakek dari dulu, tidak usah kau fikirkan. Biarkan itu menjadi urusan kakek, bagaimana Aqilla?".


" Masih didalam kek." Akhtar menggusap wajahnya dengan kasar.


Mereka menunggu diluar ruangan, menantikan keadaan Aqilla yang sangat mengkhawatirkan.

__ADS_1


......................


Dalam keadaan terikat dan mata tertutup dan tidak membutuhkan waktu yang lama, sumber pembuat keonaran yang terjadi itu berada dalam kekuasaan Alfa beserta bawahan dari Akhtar. Bahkan Steiven yang saat itu berada di Negara C, dan mendapatkan informasi mengenai penyerangan dirumah Akhtar. Ia langsung bertolak untuk kembali, dan atas perintah Alfa juga ia pun langsung menuju tempat dimana pelaku penyerangan itu berada.


Sedangkan Alfa dan Haykal, mereka bersiap untuk mendonorkan darah untuk Aqilla. Golongan darah yang langka, membuat mereka selalu waspada. Dan kini, sebuah kabar yang mengejutkan untuk semuanya.


Pintu ruangan tindakan itu terbuka, dua orang dokter keluat dari sana.


" Tar, kamu harus menggambil keputusan.!." Evan dengan tatapan tajamnya melihat Akhtar.


" Apa maksud kalian?" Akhtar tidak bisa menangkap arti dari tatapan Evan.


Keadaan tegang disana semakin terasa, apalagi tatapan dari para leader dunia bawah itu seakan-akan membunuh.


" Tidak!!!." Akhtar dan Alfa terhentak mendengar perkataan dokter tersebut.


" Maaf tuan, anda harus secepatnya memberikan keputusan. Nyawa istri dan anak-anak anda dalam keadaan kritis." Fera menegaskan perkataannya.


Dengan tertunduk, Akhtar merasakan sakit kepala yang sangat bahkan ia bisa gila. Lebih baik ia memilih untuk bertarung daripada mengambil keputusan seperti ini, masih dalam keadaan menunduk.


" Lakukan yang terbaik, jika memang harus merelakannya. Selamatkan saja istriku!." Keputusan yang Akhtar katakan itu sangat membuatnya prustasi.


" Kak, apa kau sudah gila!!! Mereka itu anak-anakmu!." Haykal berteriak, dia menolak dengan keputusan yang Akhtar katakan.


Namun, untuk hal itu Alfa sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Akhtar. Haykal langsung ia tarik dan menatapnya tajam, hingga akhirnya Haykal hanya bisa pasrah.

__ADS_1


" Baiklah, kami akan segera melaksanakan operasinya dan untuk pendonor darah juga silahkan mengikuti perawat. Agar darah kalian bisa segera digunakan. " Fera langsung berjalan memasuki ruangan tindakan.


Sedangkan Evan, ia ikut berlutut dihadapan Akhtar. Menatap wajah sepupunya itu yang sudah seperti orang gila, tidak terlihat sedikitpun bahwa dia soerang mafia yang ditakuti orang.


" Kami akan melakukan yang terbaik." Evan menepuk pundak sepupunya itu, dan ia berlalu memasuki ruangan.


Adam hanya bisa melihat bosnya saat itu seperti mayat hidup, bagaimana tidak. Separuh jiwanya kini sedang bertarung dengan maut, memperjuangkan kehidupan yang sangat mereka inginkan. Lalu pintu ruangan itu terbuka, terlihat tim medis sedang mendorong brankar yang dimana tubuh orang yang sangat dicintai oleh bosnya itu terbaring dengan berbagai peralatan medis yang menyatu pada tubuhnya.


" Sayang, berjanjilah. Kamu harus bertahan, berjanjilah!!." Akhtar tak kuasa menahan airmata yang sudah menggalir diwajahnya.


Lalu mereka menghantarkan Aqilla menuju ruang operasi, setelah pintu ruangan itu tertutup! Tampak Alfa berjalan meninggalkan mereka, sementara Haykal hanya duduk terdiam bersama kakak iparnya menunggu sang kakak yang sedang menjalani operasi.


......................


Kini, Leo yang merasa murka dengan tindakan dari pria paruh baya itu. Dengan wajah yang sangat dingin, tangannya menggenggam sebuah senjata kecil namun mematikan.


" Dasar kau manusia tua yang tidak punya otak!!! Pantas saja anakmu itu mewarisi kegilaan sama sepertimu dan beraninya mengusik ketenangan bos kami, heh! Sungguh muak berurusan dengan kalian." Leo menggoreskan senjata kecilnya itu untuk menggukir indah di tubuh James.


" Aaaarrgghhh, tidak!!! Lepaskan!!!." Suara erangan itu semakin keras.


" Kau juga harus merasakan hadiah dariku, kau telah melukai adikku dan calon keponakanku. Dasar bre****ek kau!!!". Steiven tak mau ketinggalan memberikan hukuman kepada James.


Tak lama dari Leo dan Steiven melakukan hal tersebut, kedatangan tuan besar mereka menjadi tanda. Dengan aura yang sangat mencekam, membuat mereka bergidik ngeri.


" Selamat datang tuan!!".

__ADS_1


__ADS_2