Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 123


__ADS_3

Sesampainya diluar gedung perusahaan, mereka kembali bertengkar hanga karena hal sepele. Disaat Jason sudah memasuki mobilnya, ternyata saat itu Meyra tidak sedang membawa mobilnya.


" Hei tuan kaku! Aku ikut!" Teriak Meyra dengan sangat kuat.


Meyra langsung saja membuka pintu mobil milik Jason dan ia duduk disamping kemudi. Suara pintu yang ditutup oleh Meyra terdengar sangat keras, membuat mata Jason melotot seketika.


" Kau kira ini mobil angkutan umum!". Protes Jason.


" Hehehe, tidak sengaja tuan. Kan mau cepat, jadi harap dimaklumi saja ya!." Meyra menyengir seperti melepas kesalahan.


" Dasar wanita dedemit!." Jason langsung menghidupkan mesin mobilnya dan mengemudikannya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit.


Selama diperjalan, Jason hanya diam dan memfokuskan pandangannya untuk melihat keadaan jalan. Sedangkan Meyra, ia pusing dengan sikap dinginnya Jason. Hingga akhirnya, ia mengajaknya berbicara.


" Tuan kaku, dirimu sangat irit sekali dalam berbicara. Apa nggak bosen?!". Meyra memecahkan kesunyian diantara mereka berdua.


Jason masih engan untuk menjawab pertanyaan yang Meyra lontarkan kepadanya, menurutnya itu hanya akan membuang-buang energinya saja.


" Heh, ternyata. Sama saja seperti bosnya, sama-sama menyebalkan dan kaku." Dengan lirikan matanya, Meyra merasa sangat geram kepada Jason.


Suasana menjadi hening kembali, hingga akhirnya. Jason berhenti disalah satu toko kue, ia akan membelikan pesanan yang telah disampaikan Akhtar sebelumnya.


" Eh, kok berhenti!"


Jason langsung saja turun dari mobil dan memasuki tokoh tersebut, tanpa memperdulikan Meyra.


" Aaaiisshhh, Bisa gedek aku lama-lama sama ni orang." Meyra hanya berdiam diri dalam mobil, ia tidak mau ikut turun.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian, Jason keluar dari tokoh tersebut dengan menenteng dua buah paper bag. Lalu ia memasuki mobilnya kembali, dan meletakkan salah satu paper bagnya di kursi penumpang dan satunya lagi ia berikan kepada Meyra.


" Eh, apa ini? Wah, ternyata anda perhatian juga tuan kaku." Meyra kaget dengan pemberian dari Jason, ia melihat ada beberapa kue dan air minum didalam papaer bag tersebut.


Disaat Mey akan melahap salah satu kue yang ada, mata elang Jason menatapnya dengan sangat tajam.



" Itu bukan hanya untuk kau, ada bagianku disana!". Jason mencibir dan mengambil bagiannya yang ada dalam paper bag tersebut.


Mendapat tatapan tajam dari Jason, lagi-lagi membuat Meyra seperti mati rasa.


Ya Tuhan, bisa mati beneran ini. Nggak ada romantis-romantisnya ni orang, udah kaku, nyeremin lagi. Mana ada perempuan yang mau sama ni orang, kalau sikapnya kayak gini! Ih bikin illfeel aja! Meyra.


Jason melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah sakit, setelah itu tidak ada percakapan sedikit pun diantara mereka.


Kondisi Aqilla saat ini sudah berangsur membaik, ia bisa beraktivitas seperti biasanya dan sudah mendapatkan izin untuk pulang. Hanya saja, karena sikap posesifnya sanga kekasih, Akhtar. Membuat semuanya itu tidak terealisasikan, Aqilla masih harus berada dirumah sakit hingga waktu yang belum ditentukan.


" Mas, pulang ya!" Rayuan Aqilla pada Akhtar.


" Hem, no and no!." Akhtar melanjutkan kegiatannya untuk mengecek perusahaan melalui tablet di tangannya.


Dasar pria aneh, masa sudah sembuh masih disuruh tetap berada disini. Kan bosen nggak bisa ngerjain apa-apa, makan tidur makan tidur. Lama kelamaan, ni badan jadi mengembang kayak kue bolong tenga-e, huft! Aqilla.


" Kalau begitu, boleh ya ajak Meyra kesini?." Aqilla merayu Akhtar kembali.


" Hem." Akhtar menjawab dengan sangat irit.

__ADS_1


" Mas!!! Boleh kan?!".


" Hem."


" Aakkhh!!! Mas ngeselin!!!" Aqilla melempar Akhtar menggunakan bantal yang berada didekatnya.


Buugh!!


Akhtar hanya memberikan senyuman manis kepada Aqilla, untuk marah? Tidak ada terbesit sedikit pun untuknya marah.


Sebenarnya, Akhtar tau Aqilla pasti merasa bosan berada dirumah sakit. Alasannya untuk menunda kepulangan Aqilla, karena ia ingin memastikan keadaan Aqilla benar-benar membaik.


Maaf sayang, lebih baik antisipasi dahulu daripada nantinya terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Akhtar.


Dengan muka cemberut, Aqilla berjalan menuju balkon.


Bbraakk!!!


Suara pintu dibuka dengan sangat kasar dan menimbulkan suara yang sangat tidak enak untuk didengar, Akhtar melebarkan bola matanya melihat siapa pelaku dari hal itu.


" Aqilla !!!." Suara merdu Meyra terdengar sangat memekakkan telingga.


Jason yang berdiri dibelakangnya, hanya bisa menggarut kepalanya yang tidak gatal. Mendengar suara yang teramat ia kenali, Aqilla segera berlalu meninggalkan balkon.


" Meyra!."


" Aqilla!!!...

__ADS_1


__ADS_2