Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 145


__ADS_3

Jason saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumah bosnya, perasaannya juga sangat tidak karuan. Berulang kali dia mencoba menguhubungi ponsel Meyra, namun tidak mendapatkan tanggapan. Apalagi mendapatkan informasi dari Leo dan Adam, jika dirumah bosnya itu sedang dalam keadaan tidak baik.


" Ayo angkat Mey!! ." Tidak ada jawaban kembali dari sang kekasih, hal ini membuat Jason pun semakin khawatir.


......................


Kini tangan dan kaki Aqilla terikat dengan tali yang sangat erat oleh orang tersebut, dengan senyuman serungai, orang tersebut mengeluarkan sebuah botol kecil dari dalam saku jaketnya. Perlahan ia mendekati Aqilla yang sudah sangat takut.


" Ap apa yang mau kamu lakukan? Jangan mendekat, jangan mendekat!". Aqilla mencoba untuk menggeser tubuhnya perlahan, namun apa daya kekuatannya tidak bisa dihandalkan dengan keadaan perut yang merasakan sakit.


" Ucapkan selamat tinggal untuk semuanya nona.! "


Orang tersebut membuka tutup botol yang ia pegang, dan menahan tubuh Aqilla agar tidak meronta-ronta. Ternyata, orang tersebut tidak sendirian, mereka datang dengan jumlah yang tidak sedikit. Beberapa teman dari orang tersebut membantunya untuk membuka mulut Aqilla, dengan sedikit paksaan mereka menuangkan cairan tersebut kedalam mulutnya.


" Aakkh!!Uhmm..hhmmm...! "


Mereka memaksa Aqilla untuk menelan seluruh dari cairan tersebut, namun Aqilla tidak bisa menggelak. Dalam keadaan kaki dan tanggannya yang terikat, serta pemaksaan dari orang tersebut untuk menelannya. Dan cairan itu akhirnya tertelan kedalam tenggorokkan Aqilla, air mata sudah membanjiri wajah Aqilla.


" Heh, akhirnya. Tak akan lama lagi, kalian akan mati, nona! Hahaha." orang tersebut tertawa dengan seringai yang menyeramkan.


Meninggalkan Aqilla yang sudah tak berdaya, kini Aqilla merasakan sakit yang luar biasa dari perutnya.


" Ma mas, sa kit!!!." Air mata Aqilla tak tertahankan dan menahan rasa sakit.

__ADS_1


Tanpa Aqilla sadari, cairan berwarna merah menggalir dari kedua kakinya. Dalam keadaan tergeletak di lantai dan terikat, hanya bisa memasrahkan diri atas apa yang terjadi.


......................


Mobil yang Akhtar kendarai, kini tiba di rumah miliknya. Tak berapa lama kemudian, Alfa dan trio itu juga telah sampai. Mereka bergegas memasuki rumah itu, betapa kagetnya mereka melihat penghuni rumah dalam keadaan tidak sadarkan diri.


" Ma, mama! Bangun ma, apa yang terjadi?." Akhtar mencoba membangunkan Amirah, namun tidak berhasil.


Begitu pula dengan Jason, disaat ia membangunkan Meyra. Adam berteriak dengan menghampiri mereka.


" Bos, pengamanan kita sudah dirusak. Rekaman CCTV juga hilang, para pengawal semuanya dibius tuan . " Lapor Adam kepada Akhtar.


" Dimana Qilla?!!!." Suara teriakan Alfa menggema didalam rumah tersebut.


Akhtar baru menyadari hal itu, dengan cepat ia berlari menaiki tangga. Membuka pintu kamarnya dengan sangat keras, dan betapa kagetnya dia saat melihat pemandangan dihadapannya.


" Bangun sayang, bangun! Buka matamu Qilla, buka!!!." suara Akhtar terdengar sangat bergetar, dan air mata pun ikut mengalir. Mata Akhtar menangkap adanya cairan berwarna merah mengalir dengan sangat banyak dari kedua kaki Aqilla.


" Tidak, tidak. Sayang, bangun sayang!!! Bangun!!." Akhtar terus menguncang wajah Aqilla.


Tanpa adanya respon dari sang istri, dengan cepat Akhtar menggendongnya dan membawa Aqilla menuju lantai bawah. Disaat bersamaan, Leo dan Adam yang baru saja tiba dilantai atas. Mereka sangat terkejut melihat Akhtar sudah mengendong tubuh nona mereka dengan banyak darah yang menetes.


" Bos!." Mulut Leo membeo, melihat keadaan nonanya seperti itu.

__ADS_1


Adam segera menarik Leo untuk segera mengikuti bosnya itu untuk turun, dengan cepat Adam membuka pintu mobil.


" Ada apa dengan Qilla?!!!." Alfa tampak kaget dengan keadaan yang ia lihat.


" Lebih baik dibawah kerumah sakit dulu kek, darahnya banyak sekali." Akhtar sudah sangat khawatir.


Alfa hanya bisa melihat Akhtar membawa cucu kesayangannya itu pergi, dengan tatapannya yang sangat tajam. Tampak terlihat jelas, kemarahan yang ada.


" Robert!!! Segera kau temukan siapa pelakunya? jika tidak, nyawa kau yang akan aku habisi, cepat!!!." teriakan Alfa terdengar sangat menyeramkan.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Robert segera melaksanakan perintah dari tuannya. Kini Leo bekerjasama dengan para bawahan dari Alfa, mereka bersama memecahkan sistem CCTV yang sudah diretas sebelumnya. Sedangkan Jason, ia mengambil alih untuk menyelamatkan kekasihnya dan Amirah serta para penghuni rumajmh yang lainnya. Setelah itu, ia mulai menyelusuri mencari para pelaku penyerangan.


......................


Dalam perjalan menuju rumah sakit, Adam mengemudikan mobil tersebut dengan menggunakan kecepatan seperti sedang melaju di arena balapan. Dan tak lupa ia menghubungi Evan untun segera bersiap dengan kedatangan mereka.


" Sayang, bangun!!! Kau harus kuat sayang, kamu harus kuat!!!." Genggaman tangan Akhtar tak terlepaskan dari jemari tangan Aqilla.


" Dam, cepat!!! Apa kau mau mati, hah! Cepat!!!." Teriak Akhtar.


Adam sudah seperti pembalap yang sedang melaju di arena, ia tidak memikirkan lagi sudah berapa kendaraan yang ia tabrak karena tidak memberikan mereka jalan.


" Ma mas, sa sa kit!." Aqilla tersadar dan merintih kesakitan.

__ADS_1


" Sayang! Iya sayang, kamu harus kuat. Sebentar lagi kita sampai, kuat ya."


" Sa sa kit, aakkkhhh!!! Sa kit!!!." Aqilla terus merintih dan cairan berwarna merah itu semakin banyak.


__ADS_2