Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 147


__ADS_3

" Selamat datang tuan besar!!!."


" Kakek!!!." Steiven membeo.


Semua bawahan yang berada dalam kepemimpinann Alfa, maupun Steiven dan Leo menunduk menyambut kedatangan Alfa. Dengan wajah dinginnya, Alfa menatap pria yang sudah membuat keresahan dalam kehidupan cucu kesayangannya.


" James Axton!!! Masih punya nyawa ternyata! Sudah lama tidak bertemu, pengecut!!". Alfa berteriak dengan sangat keras dihadapan James.


" Heh, ternyata kau manusia seribu nyawa. Aku tidak punya urusan dengan kau!!!". teriak James dengan meringgis kesakitan,itu akibat dari ukiran yang diberikan oleh Leo dan Steiven.


" Kau bilang tidak mempunyai urusan denganku??!! Hahaha." Alfa tertawa dengan dengan seringai yang mematikan.


James merasa sangat kebingungan dengan dengan tawa yang Alfa berikan, terasa sekali aura sang membunuh berdarah dingin itu telah kembali. Merasa tidak ada permasalahan terhadap sang leader berdarah dingin itu, namun kehadirannya sangat membingungkan.


Alfa berjalan semakin mendekati tubuh James, terlihat sangat ia merasa ketakutan berhadapan dengan sang pembunuh berdarah dingin itu.


" Aku tidak akan mengusik hidup seseorang, jika mereka tidak terlebih dahulu mengusik kehidupanku. Kau tau bukan, akibat dari bermain-main denganku?!!!." Alfa menjambak rambut James, hingga wajahnya tertarik ke atas.


" Aaarrggghh!!! Lepaskan! Aku tidak mengusikmu Alfa!." Teriak James yang merasa kesakitan.


Cengkraman tangan Alfa itu semakin menguat, dengan sangat geram ia menendang wajah itu dengan cukup kuat.

__ADS_1


" Aaarrgghh!". Teriakan James dengan tubuh yang mundur kebelakang.


Dengan seringainya yang sangat menyeramkan, Alfa menggambil sebuah senjata yang telah dipersiapkan oleh Robert. Berjalan mendekati tubuh James yang sudah sangat menyedihkan, senjata itu sangat menyilaukan dan sangat tajam.


" Kau bilang tidak mengusikku, hah!!! "


Kkraakk!!!


Kkraakk!!!


" Aaarrgghh! Tidak!."


Senjata yang kini ada ditangan Alfa adalah sebuah samurai kecil, dengan ketajaman yang sama dengan samurai pada umumnya, hanya ukurannya saja yang berbeda. Akibat dari ayunan dari senjata kecil itu, dua buah tangan tergeletak dihadapannya. Dengan cipratan cairan merah yang sangat banyak, membuat senjata kecil itu dibanjiri dengan warnah merah.


James mendengar perkataan Alfa itu, ia merasa sangat terkejut. Mencoba menerka siapakah cucu dari sang pembunuh berdarah dingin itu yang telah ia usik, dimana ia hanya mencoba membalaskan dendam anaknya kepada Akhtar dan keluarganya. James masih belum bisa menerka siapa yang Alfa maksud.


" Walaupun aku telah berjanji kepada cucuku, untuk tidak melenyapkan nyawa orang lain lagi. Tapi tidak untuk kali ini!." Alfa mengayunkan kembali senjata itu untuk memisahkan lidahnya.


Ccrraasshh...


" Aaaaaaa!." James berteriak dengan sangat memilukan, melihat beberpa potongan tubuhnya yang terpisah.

__ADS_1


Melihat aksi kekejaman dari dihadapan matanya, Leo sangat terkejut. Orang yang selama ini ditakuti oleh kelompok dunia bawah, menunjukkan taringnya kembali setelah cucu kesayangannya menjadi korban penyerangan oleh para penganggu kecil. Namun tidak bagi Steiven, ia turut menyaksikan kembalinya jiwa gila kakeknya itu. Ia hanya tersenyum melihatnya, hal itu sudah biasa ia saksikan.


" Kau dengan beraninya mengusik kehidupan cucuku, kau membalaskan dendam anak perempuan ja**ngmu itu kepada Akhtar Wijaya. Kau membalaskan dendam itu kepada istrinya, dan ia adalah cucuku!!!." Alfa sudah tidak bisa mengontrol emosinya saat itu, dengan membabi buta senjata yang berada ditangannya itu melesat dengan cepat menembus beberapa bagian di tubuh James.


Disaat itu, James yang sangat terkejut mendengar bahwa istri dari Akhtar Wijaya itu adalah cucu dari seorang pemimpin dari dunia bawah yang sangat ditakuti oleh semua kelompok. Dan kini, dia berani mencelakainya!!! Sungguh bodoh dan sama saja menyerahkan nyawanya sendiri kepada sang pencabut nyawa, semuanya itu sudah terlambat. Keadaan James sudah sangat menggenaskan, bahkan saat ini nyawanya sudah berada dipenghujung kehidupan.


Cccraasshh!!!


Satu tebasan kembali Alfa berikan kepada James, cairan berwarna merah itu menyembur dengan sangat deras bagaikan air mancur. James tewas seketika, senjata itu telah memisahkan kepala dari tubuhnya, dengan tenangnya Alfa menggambil kepalanya dan melemparkannya begitu saja.


" Lenyapkan, jangan ada yang tersisa!!!" Alfa memerintahkan bawahannya.



Berjalan meninggalkan tempat tersebut dengan wajah dinginnya, di ikuti Robert yang setia berada disamping Alfa.


" Wah, baru kali ini aku melihat pemandangan yang sangat berbeda dari soerang Leader mafia. Sungguh sangat memukau!." Leo dengan mulutnya yang lemes.


Pppllaaakk!!!


" Kau ini, bisa diam tidak! " Steiven memukul kepala Leo karena geram dengan tingkahnya.

__ADS_1


" Aaish kau ini !!!." Lalu mereka berdua juga meninggalkan tempat tersebut.


__ADS_2