
" Katakan Joana?!!!"
Akhtar sudah sangat murka melihat Joana, ingin rasanya ia menghabisinya saat ini juga. Namun, penawar dari racun yang ia berikan kepada Aqilla belum ditemukan.
" Aakkhh!!! To tolong, tolong aku!!" Tubuh Joana semakin terasa sangat menyakitkan, bahkan ia menginginkan mati saja.
" Cepat katakan!!! Dimana penawarnyanya?!!!" Akhtar semakin menggeraskan suaranya.
Dengan keadaan tubuh yang sudah sangat menggerikan, Joana berfikir. Akhtar akan menolongnya setelah ia memberitahukan dimana obat penawar racun tersebut, dengan perlahan ia menggatakannya.
" Gu guguci kecil, ap apartemen ****." suara Joana terbata-bata menahan rasa sakit.
Mendengar perkataan Joana, membuat Akhtar secepatnya menghempaskan tubuhnya dan segera beranjak pergi menuju alamat yang dikatakan Joana. Akhtar Menyerahkan keadaan disana seluruhnya kepada Leo, dan Jason ikut serta padanya.
Dengan mengendarai laju mobil dengan kecepatan maksimal, membuat pengguna jalan yang lainnya menggumpatkan sumpah serapah pada mobil mereka. Tidak memperdulikan yang lainnya. Hingga tiba mereka di sebuah gedung apartemen kumuh dengan alamat yang sama seperti dikatakan Joana.
Dengan langkah panjangnya, Jason dan Akhtar menuju ke tingkat dimana apartemen milik Joana berada. Ketika mereka sudah berada disana, tanpa menunggu lama. Akhtar dan Jason langsung mendobrak pintunya, dengan satu kali dobrakan saja sudah terbuka. Mereka mencari keberadaan guci kecil disana, ada beberapa pajangan guci kecil yang sudah mereka hempaskan. Tapi, mereka belum menemukan penawar racun tersebut.
" Aaakkhh, dimana wanita sialan itu menyimpannya!!." Akhtar yang emosinya sudah tersulut.
" Bos, kamar!!!." Jason menggarahkan matanya pada sebuah kamar yang tertutup kepada Akhtar.
Akhtar pun mengikuti arahan dari Jason, pintu kamar tersebut tidak terkunci. Lalu ia membukanya dengan kasar, Akhtar masuk dan mengacak-acak isi dari kamar tersebut. Hingga akhirnya, ia menemukan guci kecil yang berada di antara pajangan boneka di atas meja rias. Guci itu Akhtar periksa, dan benar. Ada sebuah botol kecil yang berisikan cairan, segera Akhtar ambil dan ia bergegas pergi kerumah sakit.
__ADS_1
" Semoga saja ini benar-benar penawar racun tersebut, jika bukan. Wanita itu akan kubuat seakan-akan kematian mempermainkannya." Akhtar menyeringai marah.
Semoga saja cairan itu benar-benar penawarnya, dan bos bisa menyembuhkan nona Aqilla, jika tidak! Habislah wanita itu!. Jason.
Dengan sangat cepat, Jason menggemudikan mobilnya. Dipertengahan jalan, Akhtar menghubungi Evan.
" Hallo Van, gue sudah menemukan penawarnya!."
" Bawa cepat, Aqilla kritis!!!." Evan sangat panik dengan keadaan Aqilla.
Perasaan Akhtar sudah sangat tidak karuan, apalagi Evan menggatakan keadaan Aqilla saat ini kritis. Saat tiba di rumah sakit, Akhtar segera berlarian menuju ruang perawatan Aqilla. Di depan pintu, Evan sudah berdiri menunggu kedatangan Akhtar.
" Hosh, hosh. Van i ini penawarnya." Akhtar memberikan botol kecil itu kepada Evan, dengan nafas yang masih memburu.
Keadaan semakin terasa amat menegangkan, menunggu hasil cairan tersebut asli atau tidaknya. Waktu terasa berjalan sangat lamban, membuat Akhtar semakin diliputi perasaan yang tidak tenang.
Tak terasa waktu sudah berjalan dua puluh menit, dari Evan pergi.
" Kenapa lama sekali si bodoh itu? " Akhtar menggumpat Evan yang sampai saat itu belum juga kembali.
Huh, bos kira. Main celup aja tu cairan, memang benar kata pepatah. Kalau tidak tau itu lebih baik diam, sabar, sabar. Jason.
Waktu terus berjalan...
__ADS_1
Lima menit...
Sepuluh menit...
Lima belas menit...
Tap
Tap
Tap
Dari kejauhan, mereka melihat Evan sedang berlari menuju mereka.
" Hah, hah, hah. Nafas Gue!!!." Evan mencoba mengatur nafasnya yang sudah terputus-putus.
" Katakn Van, cepat!!!." Akhtar sudah sangat ingin tau, hasil dari cairan itu.
" Hem!!!" Evan hanya menjawab seperti itu.
Akhtar sangat murka melihat reaksi Evan seperti itu.
" Cepat katakan bodoh!!! Kau mau peluru ini berada didalam kepalamu ,hah!!!." Akhtar dengan sangat emosi, menodongkan senjatanya di kepala Evan.
__ADS_1
......................