
Pertemuan Aqilla dan Meyra, tak lepas dari peran Akhtar. Disaat Meyra berada dikantornya, sekretarisnya memberitahukan hal tersebut. Hingga akhirnya, Akhtar memberikan perintah kepada Jason untuk membawa Meyra kerumah sakit. Memberikan kejutan untuk kekasih tercinta, agar ia tidak terlalu bosan.
Aqilla dan Meyra asik dalam cerita mereka, berada di balkon memberikan suasan nyaman untuk mereka berdua.
" Jas, bagaimana perusahaan?" Tanya Akhtar, dengan pandangan yang masih menatap tablet di tangannya.
" Sedang tidak baik, bos!." Jason menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar.
" Heh, baru saja segitu. Sudah mengeluh!". Akhtar memberikan senyum sinisnya kepada Jason.
" Hayolah bos, Kepala ini sudah sangat sakit!." Jason menyampaikan keluhannya agar si bos bisa segera meringankannya.
" Heh, seperti wanita jadi-jadian itu bisa menjadi patner untukmu!." Akhtar mengeluarkan jurusnya.
" Hah!!!." Mulut Jason membulat mendengar perkataan Akhtar.
" Ah, yang benar saja bos. Bisa-bisa aku kena migrain setiap hari, suaranya itu bikin sakit telingga." Jason menghembaskan tubuhnya untuk duduk bersama sang bos.
" Migrain ya migrain. Kerja ya kerja. Kau ini!!! Sungguh mengharap!." Tatapan Akhtar kepada Jason, penuh dengan siasat.
Aaakhhh!!! Percuma saja membela diri pada bos, yang ada malah mencari masalah baru. Tidak bisa aku dibayangkan jika wanita dedemit itu bekerja satu kantor denganku, aaaiiss!!! Jason.
......................
Mansion Alfa...
Setelah keadaannya berangsur-angsur pulih dan diperbolehkan untuk pulang, Alfa kini lebih banyak berada di halaman belakang dari mansionnya. Menikmati kehidupan yang saat ini ia jalani, masa tua yang akan memberikan kebahagian bersama cucu-cucunya.
__ADS_1
Memperhatikan bangunan yang sejatinya dulu, menjadi tempat ia mengeksekusi setiap lawan dan para penganggu kecil dalam hidupnya. Kini, bangunan itu sudah ia runtuhkan dan rata dengan tanah. Ia ingin melepaskan semua dunia gelapnya dan menikmati masa dimana usianya sudah tidak muda lagi, namun tidak bisa dimungkiri. Jiwa seorang pemimpin dalam dunia bawah masih bergejolak dalam dirinya, jangan sekali-kali membangunkan jiwa gelapnya. Jika itu terjadi, maka bersiaplah untuk menerima kejutan dari si singa Asia itu.
" Tuan, silahkan!." Robert meletakkan sesuatu di atas meja.
Ternyata yang diberikan oleh Robert adalah sebuah tablet yang memperlihatkan foto-foto kebersamaan Aqilla dan Akhtar, Alfa sengaja menyuruh Robert untuk mengikuti keseharian dari cucu tersayangnya itu. Terlihat senyuman yang terukir diwajahnya dengan begitu lepas, lalu ia menyerahkan tablet itu kembali kepada Robert.
" Berikan ponselku!."
Dengan sigap, Robert menyerahkan ponsel milik Alfa. Lalu ia mencari kontak orang yang akan ia hubungi dan menekan tanda berwarna hijau.
" Hallo sayang!".
" Kakek!"
Ya, Alfa sedang menghubungi cucu tersayangnya itu.
" Kapan kau akan pulang!" Tanya Alfa.
" Berikan ponselmu kepadanya!." Mendengar perintah dari sang kakek, Aqilla dengan segera memberikan ponselnya kepada Akhtar.
" Kakek ingin bicara!." Mata Qilla memberi isyarat.
Akhtar segera mengambil ponsel milik Aqilla dan sedikit menjauh dari posisinya saat itu, Akhtar sudah bisa mengetahui jalan pikiran dari sang penelfon.
" Hallo ". Ucap Akhtar.
" Bawa pulang cucuku sekarang juga, jika tidak, .....(terjadi percakapan rahasia diantara Alfa dan Akhtar, yang isinya Author lebih tau lagi😊)". Setelah berbicara kepada Akhtar, Alfa langsung memutuskan sambungan telfonnya.
__ADS_1
Akhtar berjalan kembali mendekati Aqilla dan yang lainnya, menggembalikan ponsel kepada Aqilla.
" Kakek bicara apa mas?". rasa penasaran dalam diri Aqilla sangat besar.
" Mau tau??". senyum Akhtar dengan sangat menggoda.
" Tinggal jawab aja, kok susah bener mas." Aqilla merasa malas untuk bertanya lagi, melihat wajah Akhtar yang aneh.
Akhtar meraih tangan Aqilla dan membawanya kedalam genggamannya, hal itu membuat Aqilla jadi bertanya-tanya dengan perubahan ekpresi yang Akhtar berikan.
" Bersiaplah, kita pulang hari ini." Akhtar melepaskan tangannya dari tangan Aqilla dan menggelus puncak kepalanya.
" Benar mas!!! Nggak bohong kan!!!." Aqilla sangat merasa senang dengan perkataan Akhtar tersebut.
Hanya Anggukan kepala yang diberikan Akhtar, sebagai jawaban darinya.
" Terima kasih mas!." Tanda disadari, Aqilla secara spontan memeluk Akhtar dengan sangat erat. Hingga, kedua orang yang berada disana menjadi serba salah.
Ya si bos, mesra-mesraan pula! Nggak liat apa disini ada orang, jangan sampai wanita dedemit ini mengeluarkan suara. Jika tidak, ... Jason.
Belum selesai berbicara didalam hati, dan terbukti saat itu juga.
" Woi, woi!!! Kalau mau main mesra-mesraan itu, halallin dulu anak orang. Lagian juga, nggak liat-liat kondisi lagi. Disini masih ada orang ya, bikin iri aja!" Perkataan Meyra sudah nyemprot kayak selang air.
__ADS_1
Jason hanya bisa menepuk jidatnya, sedangkan Aqilla. Ia langsung melepaskan pelukannya pada Akhtar, wajahnya merubah seketika seperti buah tomat yang masak menahan malu.
......................