Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 113


__ADS_3

Aaakkhhhh!!!


Ssrreeettt...


Ssrreeettt...


Ssrreeettt...


Kedua benda yang berada di tangan Akhtar, sudah mulai bermain pada tubuh Joana.


" Tidak !!!! Aaaakkhhh!!! Biadab kau Akhtar!!! Aaakkhhh!!!." teriak demi teriakan yang keluar dari mulut Joana.


Tanpa rasa belas kasihan, Akhtar terus memainkan kedua benda itu pada tubuh Joana. Setelah puas, ia kemudian berhenti dan melemparkan kedua benda ditangannya itu ke sembarangan arah.


Prrraanng


Prrraanng


Tersenyum puas melihat hasil karyanya pada Joana, Akhtar kembali berjalan mendekatinya. Kini, tubuh Joana sudah dipenuhi dengan ukiran cantik yang Akhtar ciptakan. Cairan berwarna merah itu sudah menggalir seperti air, tidak ada suara teriakan lagi. Hanya ada suara rintihan yang keluar dari mulut Joana, untuk menggerakkan satu jari pun ia takkan sanggup.


" Bagaimana, nona Joana? Apakah kau puas dengan hasil karyaku ini?" Akhtar tersenyum meremehkan.


" Ka kau sungguh bi biadab !!!." Suara Joana sudah sangat parau dan berat, menahan rasa sakit yang teramat sangat di sekujur tubuhnya.


Memandang wanita yang berada dihadapannya dengan sangat tajam, tidak menyangka Wanita yang dahulunya membuat dirinya jatuh cinta dan dengan sangat bodohnya menyerahkan semua hartanya untuk diberikan kepada wanita itu. Kini, wanita itu menjadi seperti sampah yang sangat menjijikan bagi dirinya.

__ADS_1


" Katakan! Dimana penawar racun itu, cepat katakan!" Akhtar semakin tersulut emosinya.


" Heh, sampai kapanpun. Aku tidak akan memberitahukannya!!!." Joana masih dengan keras kepalanya yang engan memberitahukan keberadaan penawar racun untuk Aqilla.


Joana berusaha menggerakkan tubuhnya, rasa sakit dan perih yang ia rasakan sungguh teramat menyiksa.


" Wanita itu belum mengetahui sisi gelapmu, Akhtar Wijaya. Akan sangat tersakiti jika dia mengetahui kau!!! Sebagai mafia yang menyebabkan nyawa orang lain hilang! Hahaha, lebih baik wanita itu mati, bukan!." Joana semakin membuat pikiran dan perasaan seorang Akhtar Wijaya menjadi porak-poranda.


" Kenapa!! Kau takut, Akhtar!!! Heh, dasar Baji**an kau!!!." Semakin gencar Joana menghujamkan Akhtar dengan perkataannya.


Akhtar yang saat itu terprovokasi oleh perkataan Joana, ia menjadi terdiam dan tampak seperti sedang berfikir. Joana tersenyum melihat Akhtar yang berhasil ia hasut, walaupun kecil kemungkinan untuk ia bisa selamat. Paling tidak, ia bisa merusak pikiran dan fokus Akhtar padanya.


Ternyata perhitungan Joana tidak seperti yang ia harapkan, Akhtar kemudian bangkit dari lamunannya.


Meraih rambut Joana dan menariknya hingga tubuhnya pun ikut tertarik, membuat Joana semakin merasa kesakitan.


" Aaakkhh!!! Lepaskan, le lepaskan!!".


Teriakan dari Joana tidak Akhtar dengarkan, lalu ia melempar tubuh Joana layaknya sebuah barang yang sudah tak terpakai dan tidak berfungsi.


" Katakan!!!." Teriak Akhtar kembali pada Joana.


" Ti ti tidak a akan !!." Suara Joana sudah hampir tak terdengar.


" LEO !!!." Akhtar berteriak.

__ADS_1


Mendengar Akhtar berteriak memanggil namanya, Leo mengerti harus apa. Ia membawa sebuah botol dengan isi berupa cairan yang tidak berwarna, dengan penuh senyuman. Leo menertawakan Joana yang sangat keras kepala dengan kebodohannya, lalu ia berhenti dihadapan Joana setelah memberikan cairan tersebut kepada Akhtar.


" Kau sangat bodoh nona, menyerahkan nyawamu sendiri kepada singa yang sedang lapar!!." Lalu ia beranjak menjauh, meninggalkan Joana.


Cairan itu sudah berada di tangan Akhtar, dengan senyum devilnya. Ia berjalan mendekati Joana.


" Kau masih tidak mau memberitahukan dimana penawar itu??." Tanya Akhtar.


" Tidak!!!." Teriak Joana yang masih dengan pendiriannya.


" Hem, baiklah."


Lalu Akhtar membuka botol cairan tersebut, lalu menyiramkan sedikit demi sedikit diatas ukiran yang telah ia buat sebelumnya.


" Aaakkkhh!!! Tidak !!! Tolong, to tolong!!! ." Teriak demi teriakan keluar dari mulut Joana, rasa sakit yang ia rasakan semakin bertambah. Bahkan jika harus memilih, ia lebih baik memilih untuk mati.


" Bagaiman Joana? Masih tidak mau bicara?!!!." Seringai Akhtar semakin menakutkan.


Joana masih kekeh dengan pendiriannya, lalu Akhtar kembali menyiramkan cairan tersebut ke tubuh Joana kembali.


" Aaaaakkkhhhh, Too long. To to tolong!!!." Jeritan Joana semakin memilukan.


Cairan tersebut adalah SARIN, Sarin sendiri merupakan senyawa organofosfat yang tidak memiliki warna dan bau. Meskipun demikian dampaknya luar biasa bikin takut. Jangankan terkena langsung dengan cairan, hanya terkena uap dari senyawa tersebut saja akibatnya sudah sangat fatal. Sarin dapat meresap dalam tubuh dan melumpuhkan fungsi otot dan pernapasan dalam hitungan detik. Cairan ini dengan cepat bisa membuat korbannya mual, pusing, pengelihatan kabur, hilang kesadaran hingga meninggal dunia.


" Katakan Joana?!!!". Akhtar sudah sangat murka.

__ADS_1


__ADS_2