Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 112


__ADS_3

Melihat kondisi Aqilla dari balik kaca pembatas, membuat hati Akhtar sangat terluka.



Kenapa selalu saja dirimu yang menjadi sasaran mereka? Terlalu sulit untukku melepasmu, baru kali ini aku merasakan hal yang berbeda pada wanita. Sikapmu, wajahmu, dan kepribadianmu yang membuatku sangat sulit untuk menjauh. Aku takut kau akan semakin terluka untuk terus bersamaku, apalagi jika kau mengetahui aku dengan dunia bawah ini. Jika memang harus menjauh, untuk kebahagian dan keamananmu. Akan aku lakukan, apapun akan aku lakukan untukmu. Hadirlah sebagai kekuatanku, bukan sebagai kelemahanku. Bertahanlah, jika kau memang ditakdirkan untuk bersamaku. Bertahanlah!!! Akhtar.


......................


Keadaan mansion milik Alfa saat ini sedang dibereskan dan disterilkan, Steiven yang keadaannya masih sangat lemah, tidak diperbolehkan untuk keluar dari ruangan khusus milik Alfa. Selain untuk menstabilkan kondisinya tubuhnya dan juga larangan Alfa untuk keluar dari ruangan tersebut.


Setelah mendengar keadaan dan kondisi Aqilla, Alfa yang saat itu terkena serangan jantung. Harus mendapatkan tindakan medis dan perawatan intensif di rumah sakit, agar tidak menjadi lebih parah.


Sedangkan Akhtar, ia mencari keberadaan Joana. Dengan informasi yang diberikan oleh Leo dan para bawahan dari Alfa, tanpa banyak bertanya lagi. Ia dengan segera pergi menuju tempat tersebut, dirinya sudah sangat tersulut emosi amarah, ingin rasanya ia saat ini juga menghabisi nyawa wanita itu.


" Kalian semua, jaga Aqilla dengan baik, saat ada sesuatu secepatnya kalian memberitahuku. Jangan biarkan ada penyusup lagi yang datang, jika tidak. Nyawa kalian sebagai taruhannya!!." Akhtar menekankan perkataannya.

__ADS_1


Dengan melakukan perjalanan yang memakan waktu dua puluh menit, kini Akhtar tiba di suatu tempat.


" Silahkan tuan! " Jason mempersilahkan Akhtar untuk memasuki ruangan dimana Joana berada.


Melihat wanita yang dulu pernah ia cintai, dan dengan bodohnya ia sampai menyerahkan seluruh hartanya untuk wanita gila itu. Saat melihatnya, mata Akhtar yang sudah memerah menahan amarah.


" Aaaakkhhh!!!." Teriak Joana, saat rambutnya ditarik oleh Akhtar.


" Kenapa, sakit???!". Akhtar menyeringai dihadapan Joana.


" Katakan, dimana penawar racun itu?". Akhtar kembali menekankan perkataannya


" Kau kira, aku akan merasa kasihan padamu! Cuh! Aku akan menciptakan neraka yang kau pilih secara perlahan-lahan, bersiaplah menerimanya ja***ang!!!." Akhtar menghempaskan tubuh Joana dengan sangat kuat ke lantai.


" Aaaakkhh, kau memang pria breng***ek. Jika aku saja tidak bisa mendapatkanmu, maka tidak ada siapa pun juga yang bisa bersamamu. Camkan itu Akhtar Wijaya!!!." Joana semakin berteriak.

__ADS_1


" Rupanya, kau sangat ingin lihat permainanku! Heh, akan aku tunjukkan siapa sebenarnya pria yang kau anggap breng***ek ini, nona Joana yang terhormat." Akhtar menyeringai dengan sudut bibir yang naik keatas.


Tanpa ragu lagi, Akhtar mulai membuat Joana perlahan berjalan mundur. Ditangan kanan Akhtar, terdapat sebuah pisau kecil yang berkilau, yaitu Jadgkommando. Pisau yang paling mematikan dan berbahaya di dunia. Memiliki 3 sisi pisau tajam yang dimana pisau ini membentuk putaran hingga bagian ujung pisau. Luka yang disebabkan oleh pisau yang dibuat dengan tujuan mengoyak badan korbannya ini, merupakan bentuk luka yang membutuhkan waktu serta usaha cukup lama bagi para dokter untuk dapat menutupnya.


Sedangkan ditangan kirinya terdapat sebuah pisau unik, karambit. Sebagai senjata yang mematikan, pisau ini memiliki bentuk melengkung dan lebih sering digunakan sebagai salah satu alat pertahanan diri. Pisau jenis Karambit sendiri dibuat tidak hanya 1 sisi tapi 2 sisi yaitu 1 sisi tajam atau 2 sisinya sama-sama tajam. Jika tidak mahir dalam menggunakannya, maka akan melukai diri sendiri.


Bagaikan buah simalakama, Joana sudah sangat ketakutan. Tidak bisa menghindar ataupun lari lagi, Akhtar kini sudah mengunci pergerakan dari Joana.


" Mari kita lihat yang sebenarnya, jika kau masih tidak mau mengatakan dimana penawar racun itu. Kedua benda ini akan dengan sangat lincahnya bermain ditubuhmu." Senyum mematikan Akhtar terlihat jelas.


" Tidak, jangan!!! Jangan kau lakukan." Joana semakin mundur, namun Akhtar sudah menekan kaki Joana yang sudah tertembak sebelumnya menggunakan kakinya.


Aaakkhhhh!!!


Ssrreeettt...

__ADS_1


Ssrreeettt...


Ssrreeettt...


__ADS_2