
Terjadi kekacauan di markas milik Akhtar, Leo, Adam dan Jason sudah sangat kewalahan dalam melawan penyusup disana. Mereka tetap bertahan untuk mengamankan situasi yang ada, dengan jumlah pasukan yang semakin menipis, mereka menunggu hingga bosnya tiba.
" Jas, peluru punyamu masih ada tidak? Punyaku hanya sisa dua lagi." Leo berbisik pada Jason.
" Pakai insting, jangan asal menembak!." Jelas Jason.
Dor
Dor
Bbraakk!!!
Buuggh!!
Banyak suara dari berbagai senjata yang digunakan, pertarungan besar-besaran terjadi.
Pertarungan demi pertarungan terjadi, disaat akan melakukan penyerangan. Tidak sengaja, mata Jason melihat seseorang yang menggunakan penutup wajah dan bertopi sedang mengarahkan senjatanya ke arah Adam.
" Adam!!!." Teriak Jason, agar Adam bisa segera menghindar.
Dor
Dor
Tembakan itu melesat dengan sangat cepat, untuk menghindar pun tidak akan bisa di lakukan.
Aaakkhhh!!!
Adam terjatuh, dengan bahu kanan yang terkena tembakan. Darah menggalir dengan sangat banyak, membuat Adam akhirnya tumbang dan terjatuh.
" Dam, Adam. Bertahanlah!." Jason mencoba memberikan pertolongan.
Situasi semakin mencekam, banyak sekali anggota dari kelompok mereka yang menjadi korban.
Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat kuat dan memekakkan telinga.
Dduuuaaarrr
Dduuuaaarrr
Semua yang berada disana sangat terkejut, mereka berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Jason dengan cepat mengendong Adam di bahunya, dengan penglihatan yang terbatas diakibatkan oleh debu bekas ledakan.
__ADS_1
Disaat Jason sudah mendekati luar gedung tersebut, bahunya dipegang erat oleh tangan seseorang.
" Kalian tidak apa-apa?."
" Bos!!!." Jason sangat kaget dengan kedatangan Akhtar.
" Cari jalan aman, bawa Adam dan temui Evan, saat inu mereka masih memantau kita. Cepat!!!." Akhtar segera beranjak dari sana dan mencari Leo.
......................
Setelah keadaan bisa diatasi, Akhtar sangat terkejut melihat kondisi dari markasnya yang hampir hancur.
" Siapa yang sudah berani melakukkan ini? Membuatku pusing, Leo kemana pula. Anak itu, selalu saja."
Akhtar berjalan menyusuri bangunan yang hampir rata dengan tanah, melihat banyak korban yang kondisinya cukup menggenaskan.
Seketika, matanya menangkap sosok tubuh yang ia kenali.
" Leo, leo, bangun.!!!." Akhtar mendapatkan tubuh Leo yang terbaring, seperti orang yang sudah mati.
" Bangun Leo!!! Jika tidak, akan kuledakkan kepalamu itu." Suara Akhtar menggelegar.
Leo yang larut dalam tidurnya, segera membuka mata setelah mendengar suara yang amat ia kenali.
" Kau ini, selalu saja memikirkan keselamatan diri sendiri." Akhtar menggelengkan kepalanya melihat kekonyolan yang dibuat oleh Leo.
" Maaf bos, kalau tidak. Nyawa saya yang akan melayang, jadi lebih baik saya pura-pura mati saja, aman!." Leo bangkit dari tidurnya dan membersihkan pakaiannya yang terkena debu dan pasir.
Pppplllaaakkk!!!!
" Aaaauuuuwww, sakit!!!." Jerit Leo.
Akhtar memberikan pukulan telak di kepalanya.
" Jika masih mulutmu itu berbicara, satu peluru juga masuk kedalamnya." Akhtar melototkan matanya kepada Leo.
" Jiiaahh! Sadis bener jadi bos, kalau nggak sadis. Nggak mungkin juga jadi bos ya! ". Leo bergaya seperti sedang berpikir.
Akhtar sudah mulai muak melihat tingkah Leo yang selalu saja membuatnya naik darah. Ia berjalan kembali menyusuri bangunan tersebut, ketika berada di ujung lorong. Ia melihat bayangan dua orang, sedang meletakkan sesuatu. Dengan cepat, Akhtar dan Leo segera mengejarnya dan melepaskan tembakan ke arah mereka.
" Berhenti !!!." teriak Akhtar.
Dor
__ADS_1
Dor
Leo bersamaan dengan Akhtar melepaskan tembakan, salah satu tembakan itu mengenai kaki dari penyusup itu. Akhtar tetap mengejar yang satunya lagi, sedangkan Leo menangkap penyusup yang terkena tembakan dan segera menghabisinya.
" Hei, berhenti. " Akhtar berhenti dan menggatur nafasnya, melihat penyusup itu tidak bisa melarikan diri. Karena, jalan yang mereka susuri itu ternyata jalan buntu.
Orang tersebut berhenti dan bersandar pada tembok dibelakangnya, menggunakan penutup muka. Membuat Akhtar tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, perlahan Akhtar mendekatinya.
Dor
Dor
" Bos !!!." Leo berteriak.
Lepasan Tembakan yang arahnya asalnya tidak diketahui, tepat mengenai perut dan bahu kiri Akhtar. Leo segera berlari mendekati bosnya, dengan keadaan tertembak. Akhtar masih mengejar penyusup tersebur yang mencoba melarikan diri.
Braakk!!!
Dengan satu kali terjangan dari kaki Akhtar, orang tersebut dapat diringkus, Leo langsung menggambil alih orang tersebut.
Menggeluarkan pisau lipatnya, Leo menempelkan benda itu tepat pada leher si penyusup.
" Katakan, katakan siapa???!!!." Leo meneriaki orang itu.
Namun tidak ada jawaban darinya, membuka penutup muka yang digunakannya. Lalu Akhtar dengan keadaan yang sudah setengah sadar, akibat luka yang ia dapatkan. Dengan cepat ia merampas senjata itu dari tangan Leo, tanpa pikir panjang lagi. Akhtar langsung menancapkan senjata itu tepat di dada kiri orang tersebut, darah segar langsung kelaur dari mulutnya.
" Jika mulutmu masih diam, makan hal serupa akan terjadi pada keluarga kecilmu." Akhtar menyeringai.
Akkhhh!!
Suara kesakitan yang keluar dari mulut pria itu, dengan menekan lebih dalam lagi senjata yang berada ditangannya dan Akhtar memutarnya sekuat tenaga. Pria itu semakin meringgis, hingga akhirnya.
" Ke Ken ken zi, Kenzi Al ,Alber... To." Pria itu menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Akhtar mendorong tubuh pria tersebut, dan Leo segera menahan tubuh bosnya yang jatuh.
" Bang***at!!! Tidak kakak, tidak adik. Sama saja, menyusahkan. Hukkk uhhukk!!!." Akhtar dengan batuk yang menggeluarkan darah dari mulutnya.
" Bos, bertahanlah." Leo memapah tubuh Akhtar untuk segera pergi dari sana, mencari bantuan dari bawahan mereka yang masih selamat untuk membawa Akhtar kerumah sakit.
" Dari tadi LEO!!! Kau memang sang sangat lam lam...ban." Akhtar sudah tak sadarkan diri.
" Bos, Bos. Aih, sudah tau aku lamban, masih saja ngedumel, Kalian bereskan tempat ini." Protes Leo.
__ADS_1
Mengendarai mobil dengan kecepatan luar biasa, Leo segera membawa bosnya menuju rumah sakit.