Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 41


__ADS_3

Seorang perempuan cantik sedang berjalan menuju lobby suatu perusahaan, dengan sangat anggunnya ia berjalan dan Membuat semua mata yang melihatnya menjadi terpana.


" Nyonya, Silahkan lewat lift khusus. ". Dona memberikan arah kepada bosnya.


Wanita itu tak lain adalah Joana Hendrawan, putri dari seorang penggusaha ternama di negaranya. Setelah menghilang kurang lebih selama empat tahun lamanya, kini ia kembali.


Ting...


Mereka telah sampai di lantai paling atas, dimana ruangan dari CEO berada.


" Permisi nona, apakah tuan CEO Akhtar Wijaya ada di ruangannya?." Tanya Dona kepada sekretaris disana.


" Maaf, apakah anda sudah ada buat janji sebelumnya?" tanya si sekretaris bernama Tika.


" Belum ada nona, tapi anda bisa menggatakan kalau nyonya Joana Hendrawan yang datang." Diana menyebutkan nama bosnya.


Disaat Tika akan menelfon bosnya, terdengar suara gesekan sepatu dari arah suatu ruangan.


" Tidak perlu menelfon bos, dan kau Tika. Pastikan setiap kali wajah mereka berdua datang di perusahaan kita, tidak menginjakkan kakinya dilantai ini. Dan juga beritahu security, untuk segera menghalangi mereka untuk masuk." Jason langsung berjalan tanpa melihat wajah kedua wanita tersebut.


" Maaf nona, anda sudah mendengar sendiri." Tika masih penasaran, karena ia baru dua tahun bekerja.


" Tunggu Jason!!!." Teriak Joana.


Jason berhenti tanpa membalikkan tubuhnya.


" Ternyata kau masih setia menjadi bayangan seorang Akhtar Wijaya, tidak kuduga." Perkataan Joana seperti mengejek.


Jason melanjutkan langkahnya kembali, baginya. Joana adalah seorang wanita yang seharusnya dibuang ke Afrika, menjadi santapan hewan liar disana.


" Hei, berhenti!!!." Joana berteriak kembali.


Menulikan telingganya, Jason masuk kedalam ruangannya dan menutup pintu dengan sangat keras.


BBbraakk!!!

__ADS_1


Dengan mendengus kesal, Joana berjalan kehadapan Tika.


" Saya adalah tunangan dari bos kamu, tidak ada yang bisa melarang saya untuk masuk !!!" Joana dengan angkuhnya memaksa untuk masuk kedalam ruangan CEO.


Bbraak!!


Suara pintu terbuka, Akhtar hanya melihat sepintas siapa yang melakukan hal itu. Lalu ia melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan yang lainnya.


" Sayang!!! Kangen...!" Suara Joana dibuat seperti orang mencari perhatian.


" Maaf Bos,.wa wanita ini memaksa untuk masuk. Sa saya sudah melarangnya, ta tapi..." Suara Tika terhenti.


" Kamu boleh keluar, biar saya yang urus." Akhtar memberikan kode dengan tangannya kepada Tika untuk keluar.


" Ba baik tuan, saya permisi." Tika secepat mungkin keluar dari ruangan bosnya, ia takut melihat wajah bosnya itu sudah sangat menyeramkan.


Joana masih dengan sangat PDnya, mendekati akhtar. Bergelut manja pada lengannya, mendekatkan tubuhnya untuk menempel.


" Sayang, aku kangen banget sama kamu. Kamu kangen juga kan sama aku? Hem, peluk dong." Joana merayu Akhtar.


Dduukk!!!


Suara hempasan sesuatu di lantai.


" Aaaww, sakit. Sayang, kok aku didorong si. Sakit tau, tolongin!!" Masih dengan manjanya, Joana bicara.


Akhtar menghempaskan tubuh Joana dengan sangat keras, ia sangat geram atas sikap Joana yang tidak pernah berubah.


" Jangan pernah menampakkkan wajahmu lagi dihadapanku, dimana waktu kau pergi meninggalkanku. Disaat itu pula, hatiku mati untukmu. Keluar !!! Jangan kau injakkan kaki hina itu lagi di sini, kau bukan siapa-siapa." Teriak Akhtar.


" Sayang, dengerin dulu penjelasanku. Itu semua nggak bener sayang, aku pergi karena ada alasan yang tidak main-main. " Joana masih berkilah.


" Alasan apa, hah?" Tatapan Akhtar sangat tajam.


" A aku sakit pada waktu itu, aku pergi untuk berobat. Dan aku tidak mau membuat kamu repot dengan menggurusku, aku tidak bohong sayang. Sekarang, aku sudah sembuh." Joana mencoba menyakinkan Akhtar.

__ADS_1


" Heh, kau kira aku percaya. Kau lupa siapa aku, JOANA!!! Apa yang tidak bisa kudapatkan informasi tentang dirimu, hah!!! KELUAR!!!." Perkataan Akhtar menjadi bumerang untuk Joana.


Mendengar pernyataan dari Akhtar tentang dirinya, membuat Joana tidak berkutik. Apa yang Akhtar katakan, memang benar adanya. Namun, bukan Joana namanya kalau tidak pantang menyerah. Ia masih terus mencoba menyakinkan Akhtar, dengan berbagai rayuan dan sedikit vulgar.


" Sayang, apa kamu tidak merindukan tubuhku yang sexy ini! Aku sangat merindukan tubuhmu yang juga sexy itu, sayang." Joana dengan liciknya menempelkan bagian dadanya di bahu Akhtar. Dan tanpa malunya lagi, ia mencium dan ******* bibir Akhtar dengan sangat buas.


Akhtar yang mendapatkan serangan mendadak itu, langsung dengan refleks mendorong serta mencekik leher Joana dengan sangat keras.


" Berani-beraninya kau, hah!!!"


" aakhh, akkh. Le lepas lepaskan, sas saakit. " Joana memukulkan tangannya pada tangan Akhtar, namun ia kalah akan tenaga yang kuat itu.


Bbbrrraakk!!!


Pintu terbuka dengan paksa oleh Jason.


Mendengar penjelasan dari sekretarisnya bos, Tika. Jason dengan panik, langsung mendobrak pintu ruangan sang bos. Apa yang ia takutkan benar terjadi, dengan cepat Jason menarik tubuh bosnya itu.


" Tuan, tuan lepaskan. Anda jangan terpancing emosi, tuan.!" Jason berteriak dengan sangat keras.


Namun, Akhtar masih tak bergeming. Melihat wajah Joana sudah sangat pucat, mau tidak mau. Jason dengan keras, memukul wajah bosnya itu.


" Akh! Brengsek kau Jas, jangan kau bela wanita hina ini." Akhtar masih ingin mencekik Joana, namun Jason sudah menarik tubuhnya untuk menjauh.


Ketik bosnya sudah lebih tenang, Jason memapah Joana untuk segera keluar dari ruangan itu. Walaupun ia tidak menyukai Joana, namun hati nuraninya masih ada rasa kemanusian.


" Jangan sampai wanita ja**lang ini menginjakkan kakinya lagi di kantor ini, Jas." Perkataan Akhtar sangat tegas.


" Kau akan sangat menyesal Akhtar, akan ku buat kau kembali bertekuk lutut kepadaku." Joana masih dengan keras kepalanya.


" Akan kubuat dirimu hanya tinggal nama, camkan itu JOANA!!!."


Visual Joana Hendrawan


__ADS_1


__ADS_2