
Aqilla saat ini sudah terbiasa dengan pekerjaannya, menyibukkan diri agar tidak selalu mengginggat sang pria aneh yang ia rindukan, walaupun menyakitkan.
" Qilla, kamu sudah buat laporan belum? Mampus Qil, Aku kelupaan ini." Lastri sudah sangat kebingungan.
" Hem, kamu sih. Pacaran boleh, tapi kerjaan jangan dilupain juga kali." Aqilla merapikan berkas-berkas di atas mejanya.
" Ye kamu, liat aja nanti. Kalau kamu sudah ada pacar, pasti kayak aku juga, sampe lupa waktu. Hahaha." Tawa Lastri.
" Hahaha, aku rasanya ingin cepat pulang saja. Mendengar ceritamu tentang cinta, membuatku menggantuk." Aqilla mencari alasan.
" Bilang aja kamu mau kayak aku. Hayo, nanti aku bantuin deh cari pacar buat kamu. Tenang saja, Wkwkwk!." Lastri dan Aqilla Akhirnya tertawa bersama.
......................
Perusaahaan Akhtar...
__ADS_1
Aktivitas perusahaan berjalan seperti biasanya, hanya saja pempinan mereka sedang tidak berada disana. Semua tanggung jawab, diberikan kepada Jason. Akhtar sedang berada di negara C, bersama Leo.
" Tika, kamu keruangan saya!." ujar Jason.
Tanpa menunggu lama, Tika datang.
" Iya pak, apa ada sesuatu?" Tanya Tika.
" Selama bos dan saya tidak ada di kantor, apa ada sesuatu yang terjadi? " Ujar Jason.
" Hem, sepertinya tidak ada pak. Hanya saja, bu' Joana sering masuk ruangan bos pak." Jelas Tika.
" Saya juga kurang tau pak, saat saya tanya masalah itu. Bu' Joana hanya bilang ada yang sesuatu yang harus dikerjakan didalam sana. Hanya itu pak, selebihnya saya tidak tau." Tika juga merasa suatu kejanggalan dengan sikap Joana.
" Baiklah, kamu boleh kembali." Titah Jason.
Ketika Tika sudah keluar dari ruangannya, Jason memulai aksinya dalam mengecek CCTV disana. Dan benar dugaannya, ada beberapa waktu pada rekaman tersebut menghilang.
__ADS_1
" Breng***ek!!! Masih mau nyari mati dia, dasar wanita rubah." Jason menggepalkan tangannya.
Ponsel ditangannya kini menghubungi Leo, lalu ia menceritakan apa yang ia dapati. Dengan sigap, Leo pun membantu Jason dari Negara C. Namun dasar Jason lemot dalam bidang IT, maka hal itu tertunda. Hingga Leo kembali ke negaranya.
" Heh, dasar motmot. Kapan kau bisa menandingiku Jason! Hahaha." Suara Leo sedikit mengejek.
" Kam***ret lu, kapan kalian akan pulang? Aku takut wanita itu semakin berulah, lama-lama aku tidak bisa menahan diri." Nada bicara Jason sangat menampakkan amarah.
" Apa Jas? Baru kali ini aku mendengar kata takut dari mulutmu. Jangan lu apa-apain tu wanita rubah, udah nggak segel lagi. Kasian sama perjaka lu, cari yang lain aja Jas."
" Aiish, breng***ek kau Leo!!! Maksud perkataanku itu tidak bisa menahan diri untuk menghabisinya atau membunuhnya bego'. Sudahlah, kau membuat emosiku meledak. " Jason memutuskan pembicaraannya.
Leo hanya bisa tertawa dengan sangat puas dari jauh, bisa menggerjai Jason si biang gosip itu rasanya luar biasa bahagia.
" Hahaha, rasain lu. Emangnya enak di kerjain, pusing-pusing deh palak lu Jas." Leo lalu melanjutkan pekerjaannya.
Kembali pada Jason...
__ADS_1
Apa yang sedang direncanakan wanita itu? Gerak-geriknya sangat mencurigakan sekali, akh! Kenapa dia harus datang lagi, bukannya ko'it saja. Sangat merepotkan,Huft. Siapa dalang dibalik semuanya ini, pasti ada yang membantunya. Tuan besar Wijaya? Kayaknya tidak mungkin, tapi tidak menutup kemungkinan. Lihat saja kau wanita rubah, kau akan menikmati apa yang telah kau perbuat selama ini. Batin Jason.