
Melalui perdebatan kecil, akhirnya Akhtar memenangkannya. Ia berhasil merayu sang istri untuk segera pulang. Berlama-lama dirumah sakit, membuatnya semakin menderita.
" Akh, Akhirnya!!!." Akhtar menyeringai kecil dihadapan Aqilla.
Akhtar memutuskan untuk segera pindah ke mansion pribadinya, apalagi statusnya kini sudah berubah menjadi seorang suami. Sempat ditolok oleh Amirah dan Steiven, namun Alfa memberikan mereka nasihat dan akhirnya hal tersebut disetujui. Trio konyol yang ikut menghantarkan kepindahan mereka, kini sedang menikmati jamuan kecil yang dipersembahkan oleh nyonya bos mereka. Dan tak lupa, sahabat setianya Aqilla tidak akan ketinggalan.
" Wah, enak-enak ni makanannya. Perbaikan Gizi, hem aromanya saja sangat menggugah selera." Leo dengan konyolnya bergaya seperti orang kelaparan.
" Kau ini, bisa diam tidak! " Jason menatap Leo dengan tajam.
" Sudah-sudah, jangan bertengkar.Silahkan dinikmati, jangan sungkan-sungkan." Aqilla tersenyum, lalu ia mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk suaminya.
" Terima kasih sayang!."
Mereka semua menikmati santapan yang ada, setelah semuanya selesai. Trio konyol itu berpamitan untuk undur diri, hanya terlihat Meyra yang masih betah disana.
" Mey, kamu pulang sama siapa? Bawa mobil sendiri?." Tanya Aqilla.
" Huh, kalian mengusirku ya! Dasar pengantin baru!" Meyra mendengus kesal.
Dasar wanita dedemit, nggak sadar diri. Sudah tau pengantin baru, masih saja nyolot. Amit-amit ni perempuan. Jason.
__ADS_1
Buset ni perempuan, kena tampol juga tu mulut. Adam.
" Nggak sadar diri, dimana-mana yang namanya pengantin baru itu maunya ehem-ehem. Lah elu orang ketiga, jadi nyamuk apa jadi setannya, hah! Merusak suasana saja. Bos, nyonya bos. Pamit ye, buat yang banyak tu ponakan! Hahaha, kabur...". Leo selalu mencari masalah.
" Leo !!!." Jason dan Adam berteriak secara bersamaan dan mengejarnya.
" Aih! dasar cowok-cowok aneh. Tapi, bener juga tu. Request ponakan yang super cantik dan ganteng ya, duuu.!" Meyra berjalan meninggalkan pasangan pengantin baru itu.
Aqilla dan Akhtar hanya bisa menggelengkan kepala, melihat kekonyolan dari para sembari membereskan peralatan dapur. Tangan Aqilla langsung diraih oleh sang suami.
" Biarkan para asisten rumah tangga yang mengerjakannya, beristirahatlah!." Mata Akhtar melirik dengan sudut yang tajam.
Ccups
Sontak saja mata Aqilla membulat, ia langsung mendorong tubuh Akhtar dan berjalan dengan sangat cepat untuk masuk kedalam kamar. Hal itu tidak disia-siakan olehnya, Akhtar pun berjalan mengikuti langkah Aqilla. Membuka pintu kamar yang sebelumnya telah ditutup oleh Aqilla, ia pun masuk dan menutup kembali pintu tersebut lalu menguncinya.
Melihat Aqilla yang baru saja keluar dari kamar mandi, tanpa menunggu waktu lagi. Akhtar langsung menyerang Aqilla dengan serangan yang mematikan, membuat Aqilla tidak bisa menolak. Dengan perlahan Akhtar membawa sang istri ke atas tempat tidur, dengan nafas yang masih memburu.
" Nggak lagi datang bulan kan sayang?!." Akhtar memainkan alisnya.
" Ee, e nggak mas." Aqilla sudah tau kemauan sang suami, hanya saja ia sangat gugup dan takut.
__ADS_1
" Kalau gitu, mas bisa meminta hak sebagai seorang suami kan?." Jemari Akhtar mulai berkelana.
"E e. Mas, Qilla takut."
" Takut, takut kenapa sayang? Jangan terlalu banyak mendengar dan membaca, rasain secara langsung saja. Sakit atau tidaknya kan bisa tau." Akhtar bisa menebak apa yang Aqilla pikirkan, namun tangan dan bibirnya sudah tidak bisa untuk diam.
" Aah mas, ge ge li mas!"
Tanpa harus menunggu jawaban dari istrinya, Akhtar langsung melancarkan aksinya untuk segera menyatu dengan Aqilla. Dengan suara-suara yang keluar dari mulut Aqilla, semakin membuat Akhtar menginginkannya. Percobaan pertama, belum bosa menembusnya. Yang kedua, sama saja, ketiga kalinya. Teriakan dan air mata yang berada disudut mata Aqilla menandakan keberhasilan dari usaha Akhtar, bahwa mereka telah menyatu dan sudut bibirnya menarik keatas. Melihat ada noda merah pada sprei tempat tidur mereka, menandakan bahwa mereka telah menyatu seutuhnya. Dan hal ini semakin membuat Akhtar tersenyum bahagia.
Terima kasih sayang, telah menjaganya untukku. Kau adalah wanita terhebat dalam hidupku, kau adalah sumber kekuatanku. Akhtar.
Dengan memberikan kecupan di kening istrinya, melihat Aqilla sudah terlelap tidur. Ia pun juga ikut merebahkan tubuhnya untuk berada didalam satu selimut bersama sang istri sembari memeluknya.
......................
💐💐💐
Maaf ya 🙏, untuk adegan malam pertamanya tidak terlalu mendetail step by step penyatuan Aqilla dan Akhtar. Hal ini bertujuan untuk menjaga pikiran agar tidak terlalu larut dalam imajinasi. Untuk alur cerita yang kemungkinan tidak selaras dengan keinginan para pembaca, Author mohon maaf. Karena ini hanya cerita fiksi yang berasal dari imajinasi author saja, jika terdapat kekurangan dan kesalahan. Author mohon maaf dan terima kasih juga atas sarannya dam dukungannya. Semoga bisa menjadi bahan acuan untuk perbaikan alur cerita selanjutnya.
Tetap dukung novel Author ya, tanpa kalian! Author bukanlah apa-apa, terima kasih semuanya 😊.
__ADS_1