Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 48


__ADS_3

Sudah satu bulan Aqilla bekerja di cafe Johan, kinerja Aqilla sangat memuaskan. Peningkatan omset dan juga mutu pelayanan kepada pelangan juga semakin membaik, tapi dibalik itu semua. Ada orang lain yang tidak menyukainya, tak lain adalah karyawan yang bekerja disana.


" Hei cewek gatel. Hebat bener hidup lu, apa sih yang membuat lu jadi pegawai kesayangan pak bos? Jangan-jangan, lu jual diri ya? Wow, luar biasa." pegawai bernama Nana mencibir Aqilla.


Aqilla hanya tersenyum dengan sikap Anna, ia tau kalau Nana itu sebenarnya menyukai Johan sang pemilik Cafe. Tapi sayang, cinta bertepuk sebelah tangan. Johan tidak pernah menanggapi persoalan tersebut, ia memberikan perhatian yang sama kepada semua pegawainya. Tidak membedakan satu sama lain, walaupun posisi mereka berbeda.


Nana yang berada di posisi waitress, dibuat iri dengan posisi yang Aqilla dapatkan. Merasa dirinya lebih baik dari yang lain, membuat Nana mempunyai niat yang buruk.


" Qilla, kamu bawa pembukuan bulan ini keruangan saya ." Johan memerintahkannya.


" Baik pak." Jawab Aqilla


Aqilla menuju ruangannya untuk menggambil laporan tentang pembukuan di bulan ini, merasa tidak ada yang berubah. Ia secepatnya berjalan ke ruangan bosnya.


" Ini pak, laporan di bulan ini."


" Hem." Johan mulai memeriksa satu persatu lembaran di berkas tersebut.


Beberapa lembar sudah ia lihat, keningnya mulai berkerut tak jelas.


" Kamu yakin, ini sudah benar semuanya?" Tanya Johan.


" Ia benar pak, apakah ada kesalahan?" Aqilla merasa ada yang aneh di raut wajah bosnya itu.


Johan kembali memeriksa berkas tersebut, ia juga tidak mau salah dalam menggambil keputusan secara cepat.

__ADS_1


" Coba kamu lihat, ini sepertinya ada keganjilan." Johan memperlihatkan berkas itu kembali pada Aqilla.


Kening Aqilla juga berkerut, merasa memang ada kesalahan dalam laporan yang ia berikan.


" Maaf kan saya tuan, sepertinya saya memang yang salah." Aqilla menunduk, merasa bersalah.


Lalu ia pamit undur diri, segera memperbaiki apa yang menjadi kesalahannya. Tak lama kemudian, beberapa pegawai meneriakinya di luar ruangan.


" Keluar kamu Aqilla! "


Aqilla segera membuka pintu ruangannya, ia sangat terkejut melihat pegawai itu dengan wajah yang tidak bersahabat.


" Ada apa?"


" Jangan pura-pura polos kamu, baru sebentar kerja disini. Udah main tilep aja lu."


" Iya! pergi kamu dari sini. Kami tidak mau terkena sialnya karena ulah kamu itu, pergi."


Bagaikan terkena sambaran petir disaat itu, rasa sesak yang Aqilla rasakan setelah dituduh yang tidak-tidak oleh mereka. Disaat seperti itu, Johan keluar dari ruangan setelah mendengar kegaduhan yang ada.


" Ada apa ini? Kenapa kalian disini?" Johan bertanya.


" Kami tidak mau Aqilla bekerja lagi disini pak, jika bapak masih menerima. Kami akan berhenti semua, terserah bapak mau gimana." teriak salah satu karyawan.


" Benar pak! Kami semua akan berhenti bekerja, kalau bapak masih ingin wanita ini bekerja disini, silahkan saja." Ancaman karyawan yang lain.

__ADS_1


Johan sangat bingung dengan situasi seperti ini, ia tidak mau kehilangan karyawaan dan merusak citra Cafenya. Di sisi lain, ia juga tidak mau Aqilla pergi.


" Kalian jangan main hakim sendiri, apakah yang kalian tuduhkan kepada Aqilla itu ada buktinya? Coba kalian pikirkan baik-baik, jika tuduhan kalian tidak terbukti. Saya yang akan menuntut kalian, paham?." Johon menegaskan perkataannya.


" Kalau begitu, kami semua akan mogok bekerja."


Suasana semakin mencekam, Aqilla merasa sangat tertekan dengan kejadian ini. Tidak ingin berlama-lama disana, walaupun tuduhan yang mereka berikan tidak benar adanya.


" Saya yang akan berhenti bekerja disini, maafkan saya pak Johan. Maaf untuk semuanya!." Aqilla berlari tanpa menoleh lagi kepada mereka yang berada disana, sungguh menyakitkan untuk bertahan.


" Aqilla tunggu!!!." Teriak Johan.


Namun itu tidak membuat Aqilla berhenti, ia terus berjalan.


" Aqilla! Ada apa? Kenapa menanggis?." Tanya Tiwik, ia merasa heran dengan kondisi Aqilla.


" Tidak apa-apa Wik, aku pamit ya. Maaf kalau ada kesalahan selama ini. " Aqilla langsung pergi.


Ada apa ini? Kenapa Aqilla menanggis? Batin Tiwik.


Para pegawai yang sebelumnya memprotes Aqilla, kini mereka berkumpul kembali dengan yang lainnya. Membicarakan Aqilla dengan segala tuduhan yang tidak benar, rupanya ada sesuatu dibalik itu semuan.


" Akhirnya kita dapat uang, tidak apa-apa harus membuat drama sedikit. Yang penting dapat uang, banyak lagi."


" Benar, walaupun Aqilla baik. Tapi yang namanya uang, lebih penting."

__ADS_1


Dan masih banyak lagi pembicaraan yang lainnya, Tiwik dengam cepat merekam pembicaraa mereka.


__ADS_2