Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 76


__ADS_3

Perusahaan Akhtar...


Duduk dengan posisi bersandar dan memejamkan matanya, Akhtar memijat kening kepalanya.


Kenapa tidak ada satu informasi pun yang aku dapatkan, siapa dibalik ini semua. Akhtar.


Tok


Tok


" Masuk ".


Jason memasuki ruangan bosnya, dengan membawa beberapa berkas ditangan.


" Apa yang kau dapatkan?" tanya Akhtar tanpa melihat Jason.


" Ini tuan, anda bisa membacanya." Berkas tersebut, Jason letakkan di atas meja.


" Bacakan saja, saya sedang malas untuk membaca." Akhtar masih memejamkan matanya.


Aih, dasar orang ini. Kalau bukan bos, sudah ku tendang kau ke kandang buaya. Jason.


" Masih menggumpatku, Jas?." suara Akhtar membuyarkan lamunan Jason.


"Ah, tidak tuan." lalu ia kembali menggambil berkas tersebut dan menggeluarkannya.


" Informan kita mendapatkan, bahwa senjata yang digunakan oleh orang tersebut adalah senjata terbaru yang hanya diproduksi untuk kelompok Tiger Asia, tuan. Data-data mereka tidak bisa tembus, walaupun menggunakan kode rahasia yang kita miliki. Sedangkan nona Aqilla." Perkataan Jason terhenti.


Akhtar segera membuka matanya, saat nama wanitanya disebut.


" Apa yang kau dapatkan untuk wanitaku?." Akhtar sangat ingin mendengarnya.


" Nona Aqilla, anda hubungin nomor ini saja tuan. " Jason menyerahkan sebuah kertas dengan nomor ponsel yang tertera.


" Nomor siapa ini? kenapa kau berikan padaku? Kenapa sangat sulit mendapatkan informasi wanitaku ini." Akhtar sangat penasaran.


" Itu adalah nomor ponsel tuan Haykal, adik dari nona Aqilla. Anda akan mendapatkan informasinya dengan sangat jelas padanya, tuan."


" Akh! Kenapa tidak kepikiran dari awal, dasar bodoh kau Akhtar!" .Merutuki dirinya sendiri.

__ADS_1


Memang anda sangat bodoh tuan, apalagi itu menyangkut semua permasalahan nona Aqilla. Sungguh sangat jauh dari kesan sebagai, mafia. Ya ampun, jadinya bergosip lagi ini. Jason.


......................


Haykal, setelah pindah untuk ikut tinggal bersama sang kakek, banyak sekali perubahan yang ia dapatkan. Mulai dari penampilan, barang-barang brand tertentu, hingga kendaraan yang ia gunakan. Namun, semuanya itu tidak merubah sikapnya. Menolak pun tidak ada gunanya, sang kakek terus memaksanya untuk menggunakan apa yang telah diberikan padanya.


" Kal, ngelamun aja lu dari tadi." Bagas, teman sekaligus sahabat yang selalu menemani dalam suka dan duka.


" Siapa yang ngelamun, lagi ngadem aja Gas. "


" Oh ya, lu nanti mau lanjut dimana? jangan jauh-jauh la bro. Susah cari orang kayak lu, hahaha." Tawa Bagas memecah kesunyian.


" Asem lu, masih gue pikirin Gas. "


" Ya elah, masih mikir. Udah jadi horang kaya masih aja mikir, nikmatin aja lah."


" Gue masih bingung, apa bener Ayah gue anak orang kaya? Kakek juga kaya banget, tapi terlihat seperti pengangguran, aneh." Haykal menatap taman di depan sekolahnya.


" Udeh, nggak usah lu pikirin. Yang harusnya lu pikirin itu, kebahagian lu sama kakak lu aja. Yang lainnya mah, nggak usah di buat pusing. "


" Nah, itu yang buat gue kayak gini. Kak Qilla nggak mau nerima fasilitas dari kakek, banyak banget alasannya. Pusing gue ngadepin sikap kak Qilla yang keras kepala."


Plaak


Sebuah pukulan mendarat di kepala Bagas.


" Auw, sakit gila." Ringgis Bagas.


" Mulut lu asal nyeblak aja." Haykal melotot.


Dddrrttt


Dddrrttt


Ponsel Haykal bergetar, melihat sebuah panggilan tertera disana. Namun, tidak ada nama dari sang penelfon. Membuat Haykal menggabaikannya dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana.


" Kenapa nggak lu angkat, hah? penggemar lagi?." Tanya Bagas.


" Nggak tau, nggak ada namanya." Jawab Haykal.

__ADS_1


" Dasar lu, jawab aja napa. Siapa tau dari calon bini, hahaha." Tawa Bagas, mengejek Haykal.


" Dasar temen nggak beres lu, nasihat yang nggak berbobot."


Ddrrtt


Ddrrtt


Haykal menggambil ponselnya kembali dari saku celananya, melihat panggilan yang tidak ada namanya lagi. Namun, Bagas mengisyaratkan untuk menerimanya.


Dengan sangat malas, Haykal menggeser ikon berwarna hijau.


" Hallo."


" Haykal!".


" Iya, siapa?". tanya Haykal.


........


" Siapa? Nggak jawab, gue matiin ni." tegas Haykal.


Tak lama kemudian, terdengarlah suara yang sangat ia kenal.


" Akhtar, Akhtar Wijaya!."


Jeeddueerrr!!!


Mampus gue!!! Haykal.


......................


Ada apa dengan Haykal???


Menggapa ia terlihat sangat takut, mendengar nama Akhtar???


Di tunggu Bab selanjutnya ya...


...💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2