
Sudah seharian Akhtar merasa bosan berada dirumah sakit, jika bukan karena keinginan sang istri.
" Ada apa mas? Kok ngeliatinnya kayak gitu banget?". Aqilla menatap wajah suaminya yang aneh.
Merasa tidak ada jawaban dan suaminya itu masih menatapnya dengan tatapan aneh.
" Ya ampun, kok jadi gemes banget ya mas liat muka kamu!" Aqilla berjalan mendekati sang suami.
Tangan Aqilla mencengkram kedua pipi suaminya, menatapnya dan disertai senyuman yang manis.
" Kenapa? Bosan ya?.! " Hembusan nafas Aqilla di hadapan wajah Akhtar.
Tanpa menunggu izin lagi, Akhtar langsung menarik tubuh Aqilla hingga mereka berbaring diatas tempat tidur. Dengan posisi Aqilla yang berada dibawah kungkungan Akhtar.
" Istri mas ini cerewet sekali.!" Jemari Akhtar menyapu wajah Aqilla.
" Mas!." Aqilla merasa sedikit canggung.
" Apa? Kita sudah sah menjadi suami istri sayang. Nggak ada salahnya kan!." Akhtar memainkan mata dan tersenyum penuh kemenangan.
" Ta tapi mas, ini kan masih dirumah sakit. Mas juga masih belum sehat." Aqilla semakin merasa cemas.
Akhtar hanya berdiam diri, ia masih menatap wajah Aqilla. Perlahan semakin mendekatkan wajahnya, tanpa ragu. Akhtar men**ium bibir sang istri dengan perlahan, pada awalnya Aqilla sempat memberontak. Namun, lama kelamaan mereka berdua menikmatinya. Sampai akhirnya, Pukulan demi pukulan yang diberikan Aqilla pada dada Akhtar yang bidang.
" Hah, hah, hah!. Mas, Se sak." Aqilla hampir kehabisan nafas akibat dari ulah suaminya itu.
" Hahaha, maaf sayang. Mas terbawa suasana, maaf ya. Habisnya bibir kamu itu mengoda iman mas, lagian! Malam pertama kok ada dirumah sakit, kamu tu ya. Buat mas nggak bisa nahan, iihhh!!." Akhtar mencubit pipit Aqilla karena gemas.
" Aakkhh! sakit mas. Turun gih, sesak tau nggak. Lagian, i itu ada yang ke keras. " wajah Aqilla berubah menjadi merah merona, sebenarnya ia malu untuk mengatakannya.
Akhtar hanya tersenyum dengan perkataan istirnya, semakin membuatnya tidak sabaran untuk menyatu seutuhnya.
__ADS_1
Bbbrraakk!!!
Pintu ruangan tersebut, terbuka dengan sedikit kasar.
" Auw, auw, auw!!! "
" Aakkhhh!!! Mesum...".
Teriakan tersebut membuat pasangan suami istri itu menjadi kaget, reflek Aqilla mendorong tubuh Akhtar hingga ia terjatuh ke lantai.
Bbuugghh!
" Aahh!" Jerit Akhtar.
Aqilla segera bangun dari tempat tidur dan membantu suaminya.
" Maaf mas, refleks. Hehehe." Aqilla hanya bisa menyengir.
Memapah tubuh Akhtar untuk kembali berbaring di tempat tidur, namun suaminya itu menatap tajam kepada kedua orang yang berteriak tadi.
" Maafkan saya bos, dedemit ini yang asal."
" Hei! Enak saja kau menyalahkanku. Dasar manusia kaku, kalian juga. Kalau mau mesra-mesraan itu, kunci dulu kek pintunya. Buat iri saja!."
Tamu mereka itu adalah dua manusia yang selalu bertengkar jika bertemu, siapa lagi kalau bukan Jason dan Meyra.
" Mey!." Cegah Aqilla agar Meyra tidak keblablasan berbicara.
Meyra pun mengerti apa yang dikehendaki sahabatnya itu, ia pun melipat tangannya dibagian depan tubuhnya dengan bibir yang cemberut.
" Sayang, sini.!" Akhtar meminta Aqilla untuk berada di sisinya.
Aqilla pun mendekat ke sisi suaminya, tangan itu kini menarik pinggang sang istri dan memeluknya. Semakin memperlihatkan keromantisan mereka berdua.
__ADS_1
" Aih kalian ini, membuat mataku bertambah sakit saja." Meyra memprotes kedua pasangan pengantin baru itu.
Jason hanya bisa berdiam diri, dia tidak ingin merusak suasana. Ia tahu, jika bosnya itu, hanya mau memamerkan keromantisan yang ia miliki didepan para jomblo.
" Mas, nggak enak sama mereka. Lepasin ya!. Bisik Aqilla di telingga sang suami.
" Biarkan saja sayang, kapan lagi bisa menjahili mereka." Akhtar kembali berbisik, dan mencium pipi sang istri. Maka, semakin meranalah kedua jomblo yang ada disana.
Setelah asik memamerkan kemesraannya, lalu Akhtar mengajak Jason ke balkon untuk berbicara.
" Bagaimana? Apa sudah ada perkembangan?." Tanya Akhtar.
" Hem, berdasarkan bukti yang kita dapatkan. Semuanya murni dikarenakan persaingan bisnis, bos. Ini..!." Jason menunjukkan beberapa bukti yang sudah didapatkan, sebagai bukti dari penyerangan dihari pernikahannya.
" Sepertinya mereka menjadikan nona Aqilla sebagai tameng untuk membuat anda hancur, bos." Jason menjelaskan beberapa informasi yang mereka dapatkan.
" Hem! Tempatkan tim bayangan terbaik kita, untuk menjaga Aqilla. Jangan terlalu terlihat, karena Aqilla tidak terlalu suka jika ada yang selalu mengikutinya. Jangan lengah, kau tau bukan!." Akhtar menepuk pundak Jason dan meninggalkannya untuk kembali masuk ke dalam ruangan.
Ah, nasib oh nasib. Lagi dan lagi bos menyerahkan hal yang membuat kepalaku sakit. Huh! Jason.
......................
Bbbrrrakk!!!
Buughh!!!
Bbbaaakk!!!
" Aakkhhh!!! Kalian benar-benar bodoh, bagaimana bisa seceroboh itu." Seorang pria sedang mengamuk.
" Maafkan kami bos."
" Kalian bodoh, bodoh. Keluar!!!." Teriak pria itu lagi.
__ADS_1
" Lihat saja kau Akhtar, akan kubuat kau menderita.!!!."
......................