
Tatapan mereka saling bertemu satu sama lain, sama-sama kaget dengan apa yang saat ini mereka alami.
Mata Akhtar seakan-akan penuh dengan haru, perasaan yang campur aduk melihat sang kekasih yang beberapa bulan ini tidak ia temui.
Melihat tatapan si pria aneh itu, membuat Aqilla menjadi salah tingkah. Ia tiba terlebih dahulu dari Akhtar, lalu berbincang-bincang bersama Cila dan Beni.
Akhtar kini duduk disamping Aqilla, matanya masih menatap wajah sang kekasih dengan tidak berkedip.
" Ye, mereka malah asik pandang-pandangan. Woi... Diajak kesini bukan buat pacaran, jebol tu mata." Sindir Beni, yang kemudian kena sikutan tangan Cila plus mata yang melotot.
Tidak ingin merusak suasana, akhirnya Aqilla memberanikan diri untuk membuka suara.
" Apa kabarnya tuan aneh?." Aqilla membuka giginya dengan sangat lebar, menyenggir tanpa beban.
Akhtar melirik sang kakak, berharap mendapatkan penjelasan tentang hal ini. Namun sialnya, Beni hanya memainkan bahunya dan diam tanpa menjelaskan. Tanpa peduli lagi dengan keberadaan Cila dan Beni, Akhtar meraih tangan Aqilla lalu menggenggamnya dengan lembut.
" Kenapa bisa disini?." Akhtar meminta penjelasan.
__ADS_1
" E e, i itu mbak Cila yang ajak ketemuan disini. Tuan juga kenapa berada disini?" Aqilla juga meminta penjelasan.
" Dasar kakak si**lan, kenapa nggak bilang kalau kakak ipar sama Aqilla mau bertemu disini. Kan bisa lebih awal, aku datangnya." Akhtar melotot pada Beni.
" Heh, emangnya Aqilla mau jadi kekasihmu? Jangan-jangan kau paksa dia biar mau." Balas Beni.
" Dasar kau!!! Ini ada apa? " Akhtar kembali menatap Aqilla.
" Saya aja nggak tau tuan." Lalu Aqilla dan Akhtar menatap Beni dan Cila secara bergantian.
Cila mencuil perut samping Beni, dengan maksud agar Beni secepatnya menceritakan semuanya.
Hhuuufftt...
Si empunya nama langsung menatap Beni dengan tatapan tajam.
" Kau adalah adik kandungku, Akhtar Wijaya. " Beni memberi jeda waktu untuk menarik nafas.
" Apa maksudmu kak?" Tangan Akhtar yang menggenggam tangan Aqilla menjadi bergetar.
" Ya, kau adalah adik kandungku. Anak mama dan papa, hanya saja untuk kasusmu ini. Sudah semaksimal mungkin kami memberikan penjelasan dan buktinya kepada papa. Tapi papa masih tidak mau percaya, ditambah dengan ulahmu bermain dunia bawah. Membuat papa semakin tidak menyukaimu, karena papa mengginginkan kamu itu menuruti semua keiginannya."
__ADS_1
" Ketika kamu lahir, ada seorang penggasuh yang ternyata menyukai papa dan sangat membenci mama. Ia ingin papa dan mama berpisah, dengan cara menyebarkan isu dan memanipulasi data kelahiranmu. Dia menggatakan bahwa adikku telah meninggal, dan ia menggantikannya dengan bayi orang lain. Hal ini membuat mama sempat depresi, namun mama dengan sangat yakin bahwa kamu adalah darah dagingnya. Tes DNA dilakukan, hasilnya juga dimanipulasi oleh penggasuh itu." Beni berhenti sebentar sekadar untuk menarik nafas.
" Semua orang sangat percaya dengan berita yang diucapkan penggasuh itu, akhirnya mama mencoba mencari tau sendiri kebenaran hal itu dan berhasil. Bahwa kamu benar-benar darah dagingnya, namun tidak untuk papa. Ia masih percaya dengan perkataan penggasuh itu, sampai saat ini. Tapi penggasuh itu sudah tiada. Entah apa yang ada dipikiran papa, akupun dibuatnya selalu untuk tidak menyukaimu. Hingga aku bertemu wanita ini, yang menyakinkan hatiku untuk membuka semuanya ini. Walaupun ini sangat beresiko, untuk kita semua. Saat ini, mama yang sangat tertekan akibat ulah papa. Kau bisa mencari taunya sendiri, kuatkan mama dan hiburlah hatinya. "
Tubuh Akhtar sangat bergetar hebat, menahan amarah, dan kenyataan yang ia dengar dari sang kakak. Aqilla perlahan menggusap tangan Akhtar.
" Dan untukmu, Aqilla. Jaga diri baik-baik, kakak akan mencoba melindungimu, karena kamu adalah wanita yang dicintai oleh adikku yang bandel ini. Papa sedang mengincarmu, aku tidak tau pasti apa yang papa rencanakan. Salah satunya, dengan membuat semua pelanggan bungamu pergi. Papa ingin kamu kesusahan, aku menggetahuinya itu dari Cila. Karena, papa juga telah mengancam Cila."
Akhtar maupun Aqilla dibuat semakin pusing, apalagi Akhtar. Tidak habis pikir olehnya, orangtuanya itu berbuat diluar batas.
" Akan ku habisi pria tua itu, dengan teganya dia melakukkan ini semuanya padaku. Apa salahku, hah. Memberiku ancaman dengan membawa nama mama juga Aqilla, sungguh membuatku muak." Mata Akhtar telah berubah merah.
" Sudah, sudah! Tenangkan emosimu saat ini, kita pikirkan caranya untuk membuat papa sadar. Maaffin kakak Tar, kakak selama ini sudah membencimu. " Beni memeluk Akhtar yang sudah tidak terkontrol emosinya.
" Tenang, jangan gegabah. Lihatlah, kekasihmu menjadi ketakutan dengan sikapmu seperti ini." Beni menjahili adiknya.
Akhtar langsung melihat Aqilla, ia takut apa yang dikatakan sang kakak benar. Memang terlihat wajah Aqilla sedikit memucat, tidak seperti biasanya. Akhtar menghampiri Aqilla dan meraih wajahnya dengan kedua tangannya.
" Kamu tidak apa-apa, sayang?." Akhtar sedikit cemas.
Tanpa menggatakan sepatah katapun, Aqilla hanya tersenyum.
__ADS_1
Hubungan adik dan kakak, yang dulunya sangat renggang. Kini, sudah kembali seperti biasanya. Peran penting suatu hubungan adalah adanya saling keterbukaan serta kejujuran satu sama lain, hingga bisa bersama melangkah menuju keharmonisan.