
Steiven masih mengendarai mobilnya dengan sangat cepat, Aqilla hanya bisa berdiam diri dan berpengganggan dengan sangat kuat.
Dor
Dor
Aakkhh!!!
Aqilla merasa kaget dengan suara tembakan itu. Mobil mereka mendapatkan tembakan dari pemotor tersebut, ternyata orang itu tidak sendirian. Ada beberapa mobil yang berada dibelakang motor tersebut. Steiven sudah tidak dapat menggendalikan lagi kecepatan laju mobilnya.
" Kak !!!." Suara Aqilla semakin serak.
" Diam, dan tenang. Kakak akan coba untuk menghadapi mereka". Steiven masih terus berusaha untuk menghindar dari serangan
Ddrrrttt
Ddrrrttt
Aqilla meraih ponselnya.
" Assalamu'alaikum, sa.."
" Aaakkhh."
Dor
Dor
Akhtar, ia yang menelfon Aqilla saat itu. Aqilla hanya menggeser ikon hijau, namun ponselnya sudah jatuh akibat dari guncangan mobil mereka yang Steiven hindarkan dari kepunggan orang yang mengejar mereka.
" Sayang, Kamu dimana? Jawab!!!." Tidak ada balasan dari Aqilla, hanya terdengar suara tembakan dan teriakan histeris dari Aqilla.
Akhtar tidak memutuskan panggilan itu, ia yang saat itu sedang berada di kantor. Langsung bergerak menemui Jason.
" Jas, hubungi Leo. Lacak keberadaan Aqilla, cepat!!!." Akhtar sudah sangat khawatir, ia masih terus mendengar dari ponsel Aqilla yang terhubung.
Jason mendengar suara dari ponsel Akhtar, sangat dibuat kaget. Langsung saja ia menghubungi leo untuk melacak Keberadan Aqilla.
Mereka berdua dengan cepat memasuki lift dan menuju mobilnya, semua karyawan yang melihat bosnya sangat terburu-buru.
" Ada apa dengan bos juga tuan Jason? Mereka terlihat sangat dingin."
" Iya benar, serem juga ya ternyata."
Dan beberapa percakapan lainnya dari para karyawan.
Kini mobil yang melaju dengan sangat cepat, Ponsel Jason berdering.
__ADS_1
" Hallo, baiklah. Segera menuju lokasi."
" Bagaimana Jas? " Akhtar bertanya dengan nada bicara yang sangat menghawatirkan.
" Ini tuan" Jason memperlihatkan titik lokasi yang diberikan Leo.
" Cepat Jas, aakhh. Bagaimana bisa pria bodoh itu membawa!!" Gerutu Akhtar.
......................
" Aqilla!!! Hubungi Kakek, cepat!!!." Teriak Steiven, melihat mobil yang menggejar mereka semakin mendekat.
Belum lagi Aqilla sempat untuk mencari ponselnya...
Bbbraakkk
Bbbrraakk
Bbaamm...
Mobil Steiven berguling-guling dan terseret, mobil mereka ditabrak oleh para penggejar. Kondisi mobil sangat memprihatinkan, Steiven masih dalam keadaan sadar. Ia dengan sekuat tenaga berusaha untuk keluar dan akhirnya bisa, segera ia berputar pada bagian Aqilla berada.
" Tidak, tidak. Qilla, kau harus selamat. Qilla!!!." Steiven sudah sangat khawatir.
Tap
Tap
Tap
Seorang pria, berdiri dengan sangat tegap. Menyaksikan kejadian yang sangat menggerikan, dengan senyuman ia mendekati.
" Heh, masih mau melawan Kevin Alberto, Tuan Steiven!!." Suaranya bernada menggejek.
Steiven melihat ke arah sumber suara, matanya seakan-akan ingin membunuhnya. Tapi ia masih harus menyelamatkan adiknya, Aqilla.
" Ka kak, Ka ka kak."
" To tolong!!!." Aqilla tersadar, namun keadaannya sangat lemah.
Mendengar suara samar-samar dari dalam mobil, Steiven kembali berusaha untuk menggeluarkan Aqilla.
" Qilla, tetap sadar. Kakak akan menggeluarkanmu!!!." Dengan berbagai cara dan tidak merasakan lagi sakit dan darah yang terus mengalir dari tubuhnya, Steiven terus mencoba menggeluarkan Aqilla.
" Hahaha ". Kevin tertawa dengan sangat keras.
__ADS_1
Dor
Dor
Dor
Terjadi baku hantam, bawahan Kevin kini hampir seluruhnya tumbang. Akhtar beserta bawahannya dari dunia bawah sudah menggepung tempat dimana mereka berada. Melihat siapa yang berdiri disana, membuat darahnya mendidih.
" Bang**sat kau, Kevin." Akhtar segera menyerang Kevin dengan sangat brutal.
Kevin yang tidak menyadari kehadiran Akhtar, kini tidak bisa menghindar. Beberapa pukulan telak sudah dilayangkan Akhtar pada dirinya, hingga akhirnya ia Menggeluarkan senjatanya, dan menodongkannya tepat di kepala Kevin.
" Beraninya kau mencelakai wanitaku!!! Breng**ek, bang**sat kau Kevin. Enyahlah kau!!!." Akhtar menarik platuk senjatanya.
Dor!!!
Satu tembakan mendarat di lengan Akhtar, lalu dengan cepat Kevin meloloskan diri untuk segera kabur. Penembak jitu dari pihak Kevin, berhasil membuat Akhtar terluka dan bosnya terbebaskan.
Jason sudah terlebih dahulu bersama Leo dan beberapa bawahan yang lainnya, berusaha untuk menggeluarkan Aqilla dalam mobil. Kondisi dimana tubuh Aqilla tersangkut oleh tali penggaman, safety belt mobil, bagian pintu dan yang lainnya remuk.
Melihat tubuh orang yang ia cintai masih berada di dalam mobil, Akhtar dengan cepat berlari mendekati.
" Kenapa belum bisa dibuka!! Sayang, sayang bangun, bangun!!!." Akhtar melihat Aqilla tidak sadarkan diri, menjadi sangat panik.
Membutuhkan waktu tiga puluh menit, akhirnya tubuh Aqilla bisa dikeluarkan. Dengan cepat, Akhtar menggendong tubuh Aqilla yang sudah penuh dengan luka, Jason menggemudikan mobil untuk segera kerumah sakit.
" Sayang, Bangun. Jangan menakutiku seperti ini, bangun!!!." Akhtar mendekap tubuh Aqilla yang menurutnya terasa dingin. Menepuk-nepuk pipinya, agar bisa menyadarkan Aqilla. Namun tetap saja, Aqilla memejamkan matanya.
" Jas!!! Lebih cepat Jas, badan Qilla sudah dingin Jas. Cepatlah, kumohon sayang Jangan pergi. Bangunlah!!!". Akhtar sudah menanggis, dengan tangan yang masih menggeluarkan darah akibat tertembak.
Dengan sangat cepat Jason menerobos semua aturan lalu lintas yang ada, Leo dan Steiven menyusul dengan mobil milik Leo dari belakang.
" Aqilla!!! Kakak mohon, bertahanlah." Steiven sudah merasa tak bernyawa.
Kenapa bisa terjadi seperti ini? Kau sungguh bodoh Kevin, mau cari mati kau. Bos tidak akan melepaskanmu lagi kali ini, kau sudah menggusik jiwanya. Leo
Mobil Jason berhenti tepat di depan pintu IGD rumah sakit terdekat, Akhtar segera membopong tubuh Aqilla yang sudah sangat dingin.
" Dokter, dokter!!! Cepat, selamat Qilla. Cepat!!!" teriak Akhtar memenuhi ruang IGD.
Para medis yang berada disana dengan sigap, segera melakukan pertolongan.
" Maaf tuan, anda sebaiknya tunggu di luar. Biarkan dokter bisa lebih fokus, silahkan." titah salah satu perawat disana.
" Tidak, saya tidak mau. Saya akan tetap disini, kalian tidak berhak melarang saya, hah?" Akhtar lagi-lagi berteriak.
" Tolong kerjasamanya tuan!!."
__ADS_1
Jason menarik tubuh tuannya untuk keluar, namun tiba-tiba. Tubuh Akhtar ambruk, tak sadarkan diri. Karena luka tembak dilengannya banyak menggeluarkan darah. Melihat hal itu, perawat tadi segera membawa Akhtar untuk segera mendapatkan pertolongan juga.