Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 137


__ADS_3

Ketika dokter keluar dari ruang tindakan, Akhtar segera menghampirinya.


" Bagaimana keadaan istri saya dok?." tanya Akhtar dengan sangat khawatir.


" Anda suaminya?." tanya sang dokter.


" Iya, saya suaminya!" Perasaan Akhtar semakin tidak karuan.


Namun perkataan dokter tersebut terhenti, ketika mereka melihat kedatangan Alfa.


" Kakek!." Akhtar segera menyambutnya dengan mencium punggung tangannya.


" Bagaimana keadaan cucuku?." Wajah Alfa juga tak kalah khawatir.



Dokter tersebut menghelas nafasnya, namun itu semua disalah artikan oleh yang melihat.


" Kenapa? Ada apa dengan cucuku, hah.?!" pandangan Alfa semakin tajam menatap dokter tersebut.


" Eh, maaf tuan. Saya tidak bermaksud me..." perkataan sang dokter kembali terputus.


" Katakan!!!." Nada suara Alfa sudah sangat tinggi.


Dokter itu pun menjadi sangat ketakutan.


" Pa pa sien tidak mengalami penyakit yang serius, hanya..."


" Hanya Apa? kenapa cucuku bisa pingsan seperti itu, hah!." Kembali Alfa memotong pembicaraan dokter.


Akhtar hanya bisa geleng kepala melihat sikap posesif kakek istrinya itu, dan yang lainnya hanya melonggo.


" Kakek, biarkan dokter menjelaskannya dulu." Akhtar menghela nafasnya.


" Pasien hanya mengalami syok dan tekanan darahnya sangat rendah, hal ini biasa dialami oleh ibu hamil dengan usia kehamilan yang masih sangat muda. Untuk jelasnya nanti a..." Lagi dan lagi penjelasan dokter terhenti.


" Hamil!!!." Sontak suara mereka yang berada disana membeo bersamaan.

__ADS_1


" Ah !!! kalian ini keluarga yang menyebalkan, nanti saja akan dijelaskan oleh dokter kandungan, permisi." Dokter tersebut menjadi geram karena perkataannya terus terusan di putus, ia berjalan meninggalkan keluarga yang aneh menurutnya.


" Aqilla hamil? I itu tandanya, aku akan menjadi seorang Ayah!." Akhtar membeo begitu saja. Ekpresi bahagia sangat terlihat diwajahnya, ia memeluk sang kakek dengan sangat erat.


" Aku akan menjadi kakek buyut! Benarkah itu, aku akan menjadi kakek buyut! " Alfa tak kalah bahagianya.


Para asisten rumah tangga mereka saling berpelukan, mereka juga berbahagia mendengar nonanya sedang mengandung.


Eh, ini bik Siti sama bik Ayu peluk-pelukkan. Yang hamil siapa, yang peluk siapa. Lah gue! Kanan tong sampah, kiri tiang peyangga, aih malangnya nasibku. Untung saja hatiku lagi bahagia, akan segera menjadi uncle muda. Kalau tidak, tambah dalam perasaanku ini. Adam.


Aqilla saat ini dipindahkan ke ruangan yang terbaik dirumah sakit tersebut, masih dalam keadaan yang belum sadarkan diri. Setelah ia sadar, baru nantinya akan melakukan pemeriksaan kandungan.


......................


Dengan menggenggam tangan Aqilla, Akhtar menatap wajah sang istri dengan sangat penuh arti.


Sayang, sungguh mas sangat bahagia. Sebentar lagi, kita akan menjadi orangtua. Terima kasih, terima kasih sayang! Akhtar.


Akhtar menggelus puncak kepala Aqilla dengan tangannya, menantikan istri tercinta untuk membuka matanya.


" Nak, bagaimana?". Alfa menepuk pundak Akhtar.


Alfa hanya memberikan tangannya sebagai tanda bahwa dia tidak akan duduk disana, memandangi wajah cucunya yang sangat ia sayangi dengan tatapan penuh arti.


" Ada yang akan kakek bicarakan padamu, biarkan Aqilla beristirahat. " Alfa berjalan menuju sofa yang berada disana.


Awalnya Akhtar sangat kaget dengan perkataan Alfa, lalu ia mengikuti langkahnya untuk ikut duduk bersamanya. Sejenak Alfa memandangi kembali dimana Aqilla sedang tertidur, lalu ia menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Huh! Sepertinya akan banyak sekali rintangan yang akan kalian hadapi kedepannya, apalagi sekarang kalian sudah menikah. Musuhmu akan melihat titik lemah yang kau punya, jangan sampai mereka menjadikan Aqilla menjadi titik lemah itu." Alfa memandang cucunya dari jauh.


" Hem, aku tau kek. Takkan kubiarkan mereka menyentuh istriku, jika itu terjadi. Jangan salahkan jika nyawa mereka akan hilang ditanganku." Akhtar dengan sangat tajam menatap istrinya saat itu.


" Baiklah! Kakek percayakan keselamatan Aqilla padamu, tapi jangan salahkan kakek juga jika kau tidak becus menjaganya. Aqilla akan berada dalam lindungan kakek!!" Nada suara Alfa menandakan bahwa ia serius dengan kata-katanya.


" Kakek bisa percaya denganku, jika tidak. Aku dengan sukarela menyerahkan nyawaku untuknya."


......................

__ADS_1


Kembali mengerjakan beberapa berkas yang mengalami banyak kejanggalan, mata Jason saat itu benar-benar merasa lelah.


" Sepertinya kopi lagi ini, huh!." Berjalan menuju pantry yang ada didalam ruangan tersebut, ketika menuangkan air panas kedalam gelasnya. Jason merasa ada orang yang memasuki ruangan itu, tanpa mengingat bahwa ia sedang menuangkan air panas.


" Aaakkhh, panas, panas!!!." Air panas tersebut mengenai tangan Jason yang satunya.


Benar saja, orang itu benar-benar berada diruangan yang sama dengan Jason. Orang tersebut berjalan mendekatinya.


" Hei, kau tidak apa-apa kan! Dasar pria kaku, tidak bisa lihat apa mata lu. Sudah tau itu air panas, sini. Biar gua buatin, minggir lu."


Dengan mendorong Jason sedikit menjauh dari dirinya, orang tersebut adalah Meyra. Ia dengan cekatan segera membuat secangkir kopi dan teh untuk dirinya. Jason membulatkan matanya, melihat wanita yang selalu beradu mulut dengannya berada disana.


" Eh, dianya malah bengong. Kopi lu pahit apa gimana ni? Woi..." Meyra penepuk tangan Jason yang terkena air panas.


" Auw, sakit!!!." Ringgis Jason.


" Makanya, jangan ngelamun. Ni, masukin sendiri gulanya. Ribet bener ketemu sama elo." Meyra berjalan menuju kursi tamu diruangan itu.


Jason kembali sadar dan memasukan gula dengan takaran lidahnya, ia juga ikut duduk didekat Meyra.


" Ngapain lu kesini, hah? Lu ngikutin gue?." Jason menaruh gelasnya dan menatap tajam pada Meyra.


" Hello... Sorry ye, tu bos lu yang ngirim gue kesini. Katanya disuruh bantuin elu, dasar lamban!". Meyra berdecak kesal.


" Kau!!!." Jason ikut teepancing emosinya.


" Dasar wanita dedemit, tu! kerjaan, jangan bisa ngomel saja." Jason menunjuk berkas-berkas yang berada diatas mejanya.


" Heh, dasar pria kaku.!!!" Meyra berjalan menuju meja kerja Jason, lalu ia mulai memeriksa berkas tersebut dan mengerjakannya.


Ya Tuhan! Kenapa bos tega bener ngirimin wanita dedemit ini untuk bantuin gue, aih selalu saja nasibku begini. Bisa darah tinggi gue satu ruangan sama ni orang. Jason.


......................


💐💐💐


Untuk para pembaca yang masih menunggu updatenya cerita dari " Perjalanan Cinta Boss Mafia", mohon kesabarannya ya. Karena sebentar lagi ceritanya akan tamat, Author mohon dukungannya. Apakah nanti akan ada season kedua atau tidaknya, tetap semangat untuk membacanya ya.

__ADS_1


Terima kasih 😊🙏


__ADS_2