Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 63


__ADS_3

Kini, Akhtar dan Leo sudah tiba di perbatasan. Melangkah dengan cepat memasuki bangunan itu, hingga semua bawahannya tunduk kepadanya.


" Jason, Kumpulkan semuanya disini! ". Titah Akhtar menduduki kursi kebesarannya disana.


" Baik tuan." Jason segera menggumpulkan semua bawahnnya yang berada di sana, dengan tidak menaruh curiga kepada siapa pun.


......................


" Kau ini, kenapa baru datang, hah? Nyawaku hampir saja lewat oleh bos." Leo memprotes Jason.


" Heh, masih punya nyawa lo. Kirain udah nggak ada, cepetan kumpul. Bos sudah nungguin. " Jason menepuk pundak Leo.


Leo menuruti perkataan Jason, lalu langkahnya disusul oleh kedatangan Adam.


" Wueh, wajah lu kayak penyem. ASEM!!! Hahaha." Adam mengejek Leo.


" Kurang a**ar kau, enak lu baru datang. Udah, tu biang gosip udah melotot." Mata Leo menggarah pada Jason.


" Emangnya ada apa sih, Jas? " Adam bertanya.


" Diam! dan masuk saja. Mau jadi dendeng lu? Masuk." Jason dengan wajah garang.


" Ciye, biang gosip bisa juga jadi garang. Kayak kucing garong, wkwkwk." Adam masih dengan kekonyolannya.


Plak...


Plak...


Dua pukulan mendarat di pipi dan kepala Adam dari Jason. Plus, dengan mata melotot. Dan seketika, jiwa pelawak Adam menciut. Leo pun tertawa dalam hati, melihat kekonyolan yang terjadi.


__ADS_1


Jason, Jason. Mata kecil bin sipit aja pakek melotot-melotot, nggak cucok bingit. Hahaha. Tawa Leo dalam hati.


Tiba-tiba, telinga Leo terasa sangat panas dan sakit. Rupanya tangan Jason sudah mendarat dengan halus dan nyaris tak ketahuan oleh yang punya telingga, membuat Leo meringgis menahan perih.


" Aauuww, sakit gila! " Teriak Leo.


" Masuk!!! Masih bisanya kau membicarakanku dalam hati, kubuat kau jadi santapan hiu. Baru nyahok !! Jalan sana." Jason sudah dengan tatapan membunuh.


Melihat wajah Jason seperti itu, Leo langsung kabur.


......................


" Jelaskan!." Akhtar berkata di hadapan semua bawahannya yang berada di markas.


Tidak ada satupun dari mereka yang berani untuk berbicara, walaupun mereka tidak bersalah.


" Masih tidak mau menjelaskan?!!!" Teriak Akhtar.


Dor...


Bagaimana bisa, Akhtar menembaknya dengan tepat menggenai bahu kanannya. Sedangkan, barisan bawahannya itu sangat padat.


(Hanya Author yang bisa membuatnya ya😁)


aaakkhhh!!!


Teriakan kerasa dari bawahan tersebut, sontak saja semuanya membuka barisan dan memberikan jalan kepada bos mereka.


Tak...


Tak...

__ADS_1


Tak...


Hanya suara hentakan alas kaki milik bos mereka yang terdengar, sunyi.


Akhtar berjongkok di hadapan bawahan yang tertembak, Mencengkram rahangnya dengan sangat kuat.


" Mau bermain-main denganku rupanya, hah!." Akhtar menyeringai.


" A am ampun bos, Ampun." teriak bawahan itu dengan meringgis menahan sakit.


" Sekarang, jelaskan padaku!!!." Cengkraman tangan Akhtar semakin kuat.


Aakkhh!!!


" Atau kau, mau ini!" Leo memberikan pisau kecil yang sangat berkilau terkena cahaya lampu.


" Akkhh!!! " Jeritan bawahan itu, ketika pisau kecil milik Akhtar berhasil menancap pada perutnya.


" Masih tidak mau menggatakannya?." Mata Akhtar melotot.


" A am pun bos, sa saya terpaksa. " Suara bawahan tersebut sudah sangat miris.


" Aku tidak butuh alasanmu, katakan! Siapa yang telah membayarku melakukan ini, JAWAB!!!." pisau kecil itu, kini berputar-putar menggaduk isi perut.


" Akkhh!!! A A Al ... Fa, Al fa. Uugghh..." Darah segar keluar sangat banyak dari mulut bawahan tersebut, ia tewas seketika.


Akhtar menarik tangannya dari pisau kecil itu, menunduk dan menghembuskan nafas dengan sangat kasar.


" Alfa??? Siapa dia? "


Akhtar hanya mengetahui nama sang pemimpin Mafia terbesar di Asia, yang ditakuti dan sangat disegani. Namun sampai saat ini, ia belum pernah bertemu ataupun melihat wajahnya.

__ADS_1


" Bereskan semuanya! Ini peringatan buat kalian semua, yang berani berkhianat padaku. " Ia berjalan meninggalkan tempat pertemuan.


Dengan segera, semua bawahan lainnya membereskan tempat itu. Kemarahan bos mereka saat ini, seringkali mereka saksikan. Hanya orang bodoh yang berani berkhianat kepada bos mereka.


__ADS_2