Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 46


__ADS_3

Bunyi alarm yang sudah Aqilla atur waktunya di pukul empat tiga puluh menit kini berbunyi dengan sangat keras, membuka mata perlahan dan segera menghentikan alarm tersebut.


Hhoooaammm...


" Sudah pagi ternyata." Aqilla segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu ia menjalankan kewajibannya sebagai muslimah.


Selesai dengan kewajibannya, Aqilla tak lupa untuk membangunkan sang adik. Secapek apapun, sakit ataupun kelelahan, kewajiban harus di utamakan. Itulah pesan yang ia dapatkan dari kedua orangtuanya, walaupun kini mereka telah tiada.


Tok


tok


tok


" Dek, bangun. Subuhnya jangan lupa."


" Hem, ia kak sebentar lagi." jawab Haykal dari dalam kamarnya.


Lanjut kebagian dapur, Aqilla akan menyiapkan makanan untuk sarapan pagi mereka berdua. Dengan lincah, Aqilla melakukan kegiatan yang sudah menjadi rutinitasnya di pagi hari. Ia membuat nasi goreng dan telur dadar, karena itulah bahan-bahan dapur yang masih tersedia.


" Sudah selesai, mana ya si Haykal. Jangan-jangan molor lagi tu anak." Aqilla beranjak menuju kamar Haykal lagi.


Tok


Tok...


" Iya kak, ini baru selesai. Lagi persiapan sekolah." Teriak Haykal.


" Kirain molor lagi dek!." Tawa Aqilla.


Haykal telah selesai dengan rutinitasnya, kini mereka sedang berada di meja dapur untuk sarapan.

__ADS_1


" Kak, nggak ada pesanan lagi ya?." Tanya Haykal dengan mulut berisi makanan.


" Dikunyah dulu Kal, untuk saat ini belum ada. Ya, mudah-mudahan kedepannya ada rezeki lagi buat kita." Walaupun terasa perih di hati, Aqilla tetap mencoba untuk setenang mungkin.


" Aamiin, kakak jadi kerja di cafe itu?."


" Insyaa Allah jadi dek, doain ya. Mudah-mudahan betah dan nggak ada kendala, mungkin ini rezeki dari tempat lain untuk kita. Udah, kamu cepet habisin sarapannya. Nanti malah telat!." Aqilla mencoba menggalihkan arah pembicaraan mereka berdua.


Haykal tau, kakak nggak mau membuat Haykal kepikiran untuk masalah keuangan. Semuanya itu adalah tugas Haykal, kak. Maaf, untuk saat ini hanya bisa membantumu dengan doa. Haykal janji, setelah lulus nanti. Haykal akan bantuin kakak, dan kakak nggak perlu lagi kerja keras kayak gini. Batin Haykal.


" Hei! Kok jadinya ngelamun. Nggak takut telat apa?." Mata Aqilla melotot.


" Iya kakakku yang super cerewet!" Haykal menyalami tangan sang kakak dan segera berangkat kesekolah.


Membereskan peralatan makannya, lalu Aqilla membersihkan rumahnya. Menyapu, menggepel dan menyiram tanaman. Melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan, ia langsung segera membersihkan diri dan bersiap untuk berangkat kerja.


Hari pertama kerja, membuat semangat Aqilla masih sangat besar.


Sakit yang seringkali ia rasakan secara tiba-tiba, tanpa tau akan sebabnya. Perlahan ia memusatkan pikiran untuk segera berangkat ke tempat kerja, dimana ojeknya sudah menunggu didepan rumah.


Sesampainya di cafe, terlihat beberapa pegawai masih menunggu diluar.


" Hai, kamu yang kemarin itu kan? Selamat ya, udah keterima. Nama aku, Tiwik. Kalau kamu?" Tiwik memberikan tangannya untuk bersalaman.


" Aku Aqilla, terima kasih ya sudah mau menyapa." Aqilla merasa senang, mendapatkan teman baru.


" Sama-sama, lagian untuk apa sombong. Makannya juga sama aja, nasi." Senyum Tiwik dengan lepas.


Ketika pintu cafe telah terbuka, semuanya segera masuk dan melaksanakan tugasnya masing-masing. Aqilla yang belum mendapatkan posisi, ia ikut membantu pekerjaan yang lainnya.


Suara gesekan yang berasal dari langkah seseorang, yaitu Johan sang pemilik cafe.

__ADS_1


" Aqilla, kamu ikut keruangan saya." Titah Johan.


" Aqilla, udah sana. Kamu ikut pak bos." Tiwik menyetop pekerjaan yang Aqilla lakukan.


" Eh, tapi ini belum selesai."


" Udah sana!!! Nanti kena marah kalau lamban." Tiwik mendorong tubuh Aqilla perlahan.


Dengan perlahan, Aqilla berjalan menuju ruangan bosnya.


" Duduk Qil, nanti saya jelasin posisi dan tugas kamu." Johan langsung mempersilahkan Aqilla untuk duduk.


" Karena posisi staff sudah penuh, dan dicafe ini kita kekurangan bagian pembukuan. Kamu sementara bantu dibagian itu ya, dan ini mapnya. Kalau nanti ada yang tidak kamu pahami, tanya aja langsung ke saya ya. " Johan menjelaskan dengan panjang lebar.


" Hem, apakah ini nggak akan bermasalah pak? " Tanya Aqilla.


" Qilla, Qilla. Kenapa jadinya manggil saya pak? Ngerasa tua banget kakak, panggil kayak biasa aja." senyum Johan.


" Nggak enak pak dengan teman-teman yang lain."


" Nggak usah mikirin orang lain Qilla, kakak memang sedang butuh orang yang bisa membuat pembukuan. Yuk! Kakak tunjukkin ruangan kamu." Johan berdiri dari duduknya dan menggarahkan Aqilla untuk menggikutinya.


Setelah mendapat pengarahan dari Johan, Aqilla langsung menggerjakan beberapa hasil laporan yang ada. Memang sangat kacau pembukuannya, membuat Aqilla membutuhkan tenaga yang ekstra.


" Huh! Bismillah."


......................


Penggumuman...


Maaf untuk semuanya, Author mohon maaf. Untuk Up nya yang agak lama, dan terima kasih atas respon yang kalian berikan terhadap karya ini. Author sudah berusaha semaksimal mungkin untuk Up setiap hari. Dikarenakan, ada kebijakan dan beberapa peraturan yang ada. Jadinya, setiap bab yang Up itu harus melewati proses review. Mohon kesabarannya ya, semoga kalian tidak merasa bosan untuk menunggu.

__ADS_1


Terima kasih 😊


__ADS_2