Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 91


__ADS_3

Rumah sakit...


Akhtar datang kembali kerumah sakit, disaat ia akan memasuki ruangan Aqill. Para penjaga yang sudah ditugaskan oleh Alfa, melarang siapapun untuk memasuki ruangan dari nona muda mereka.


" Maaf tuan, kami hanya menjalankan perintah. Untuk saat ini, siapapun dilarang untuk membesuk nona." Ujar sang penjaga.


" Ya Tuhan, kenapa kalian mempunyai aturan sendiri. Siapa sebenarnya bos kalian ini, Aqilla itu wanita saya, kekasih saya, calon istri saya!!! Apa hak kalian melarang, hah!!!." Teriak Akhtar dengan menarik salah satu kerah baju dari penggawal disana.



" Kami hanya melaksanakan perintah dari tuan besar atau kakek dari nona Aqilla, mohon anda bisa bekerja sama dan tidak membuat keributan disini tuan." Pengawal tersebut membalas teriakan Akhtar dengan tatapan tajam, lalu tubuh Akhtar didorongnya.


Dengan hati yang sangat kesal dengan aturan yang dibuat oleh keluarga Aqilla, Akhtar hanya bisa meradang dan menendang tong sampah yang terbuat dari alumunium itu menjadi penyok.


Ttttrraangg!!!


" Aaakhhh!!! Siapa pria tua itu, kenapa dia sangat mengatur sekali. Dasar pria tua!!!." Akhtar masih menggerutu.


Akhirnya Akhtar mengalah dan duduk bersandar pada dinding rumah sakit, dengan tangan kanan memijit pelipis.


" Hahaha, kayak gembel aja lu Tar. sudah turun derajat apa lu, duduk gitu. Hahaha." Evan dengan sangat puas menertawakan AKhtar.

__ADS_1


" Lu liat tu penjaga di depan pintu, kalau bukan rumah sakit. Sudah gue beri tu orang, masak gue nggak boleh masuk! Mereka bilang, kakeknya Aqilla yang memberikan perintah. Rasanya mau gue hajar kakek tua itu, seenaknya saja membuat aturan." Akhtar mendengus kesal.


" Curhat lu sama gue? Hahaha. Akhtar, Akhtar. Lu sekarang harus bisa menggontrol diri, sepertinya keluarga Aqilla bukanlah orang biasa. Kau lihat kakeknya itu, gue rasa. Dia bukan orang sembarangan, jadi kayaknya lu harus ikut aturan yang dia buat deh. Sabar sabar dan sabar saja Tar." Evan menepuk pundak Akhtar.


" Gue mau periksa Aqilla dulu, apa lu mau ikut masuk?" Evan menawarkan sebuah bantuan.


" Beneran Van? Gue ikut." Wajah Akhtar mendadak berseri-seri setelah mendengar ucapan Evan.


Namu!!! Lagi, lagi dan lagi. Kegagalan yang Akhtar dapatkan, pengawal itu lagi lagi menghalangi Akhtar. Evan segera melerainya, memberikan pengertian pada Akhtar agar tidak membuat keributan.


" Dasar kakek tua, kau sangat menyebalkan." Akhtar menggumpat kakek Aqilla.


......................


" Aahh, sakit!! Dimana ini? Kenapa aku bisa ada disini?." dia merasakan sakit dibagian wajahnya dan terasa asing dengan tempat ia berada saat itu.


Seorang perawat yang memang sedang memeriksa kondisinya itu, merasakan pasiennya itu sudah sadar. Ia langsung menekan tombol untuk memberitahukan kepada dokter.


" Saya dimana? Kenapa dengan wajah saya? Ada apa ini?." Wanita itu berteriak histeris.


" Nona, nona! Tenang nona, jangan dirusak perbannya. Nanti nona akan merasa sakit." perawat itu mencoba menenangkannya.

__ADS_1


"Aaakkhh!!! Sakit!!!." Kenapa wajahku, kenapa wajahku?" Jeritnya, dengan tangan yang masih meraba wajahnya.


" Nona tenang ya, biar nanti dokter yang menjelaskan."


"Sakit, perih!!!".


Sungguh malangnya nasib nona ini, sudah tidak ada keluarga yang menemani. Luka yang ia alami juga sangat menggerikan, bagimana reaksinya saat melihat wajahnya sendiri. Perawat.


Tak!!!


Suara pintu terbuka, seorang dokter masuk kedalam ruangan itu.


" Nona, bagaimana! Apa ada sesuatu yang anda rasakan saat ini?" Tanya sang dokter.


" Saya dimana? Kenapa dengan wajahku, kenapa!!." Wanita itu semakin histeris, berteriak dan menanggis.


Dokter dan perawat tersebut mencoba untuk menenangkannya, Wanita itu semakin memberontak. Membuat dokter menjadi sedikit kerepotan, hingga akhirnya dokter tersebut menyuntikkannya dengan cairan obat bius.


Perlahan wanita itu melemah dan tertidur, perawat kembali merapikan keadaanya.


" Kasihan sekali nona ini, sepertinya luka yang ia alami ini bisa dikategorikan sangat berat. Untung saja dia ditemukan oleh orang yang sudah menggantarkannya kemari, kalau tidak. Pasti nyawanya sudah tidak tertolong, sungguh tragisnya." Dokter dan perawat berlalu, meninggalkan wanita tersebut.

__ADS_1


Wanita yang menggalami luka pada bagian wajahnya itu adalah Joana, dengan perlahan orang-orang yang pernah menyakiti dan menghina cucu dari seorang Alfa, mendapatkan hadiah dari sang kakek.


__ADS_2