
Beberapa hari kemudian...
Kini, kondisi Aqilla berangsur membaik. Dengan dukungan dari orang-orang yang mencintainya, memberikan dampak positif bagi kepulihannya.
" Sayang! Ayo sarapan, setelah itu minum obat dan istirahat." Sikap posesif Akhtar semakin bertambah pada Aqilla.
" Iya tuan, sebentar lagi ya."
" Nanti keburu dingin sayang, ayo. Aaaaa'." Tangan Akhtar sudah menggarahkan sendok yang berisi makanan ke arah mulut Aqilla.
Mau tidak mau, Aqilla membuka mulut dan melahapnya. Setiapa hari mendapat perhatian dari pria anehnya, membuat Aqilla merasakan ada getaran didalam hatinya.
Terima kasih tuan, dirimu membawa kebahagian untukku. Walaupun, aku belum sepenuhnya menerima kehadiranmu. Tapi tidak kupungkiri, hati ini perlahan mencintaimu. Aqilla.
Tak terasa, makanan itu telah habis diberikan kepada Aqilla.
"Tuan, apakah anda tidak bekerja? " . Tanya Aqilla.
" Bekerja, ini!!!." Akhtar memperlihatkan ponsel miliknya, terlihat beberapa email masuk yang akan ia baca.
" Maksudnya, kenapa anda tidak berangkat kekantor. Pasti tuan Jason yang menggurusnya!." Bibir Aqilla menggerucut.
" Aiish, apa guna dia saya gaji sayang. Sudah, jangan bawel. Istirahat!." Mata Akhtar melotot kepadanya.
" Masa' habis makan langsung istirahat, ehm. Saya mau duduk di balkon saja ya, kayaknya berjemur di sinar matahari pagi itu menyehatkan." Dengan senyuman yang manis, Aqilla mencoba merayu pria anehnya itu.
" Em, benar juga. Baiklah, tapi jangan terlalu lama. Nanti kulitmu itu jadi gosong!." Akhtar membantu Aqilla untuk beranjak dari tempat tidurnya.
Berjalan perlahan, dengan tangan Akhtar yang berada di pinggang dan tangan Aqilla. Duduk manis, menikmati keindahan pagi yang cerah.
" Aahh!!! Udaranya segar sekali." Aqilla bergaya dengan merentangkan tangannya dan menutup mata.
__ADS_1
Terasa sangat menyegarkan, menghirup udara pagi.
" Hem, benar. " Akhtar memeluk Aqilla dari arah belakang.
Mendapatkan pelukan yang secara tiba-tiba, membuat Aqilla menjadi kaget dan jantunganya berdetak lebih cepat.
" Biarkan seperti ini, sayang. " Akhtar ikut memejamkan matanya.
Aqilla membiarkan perlakuan Akhtar padanya untuk beberapa saat, hingga akhirnya Akhtar memapah Aqilla untuk duduk.
" Sayang, jangan terlalu lama berdirinya. Kau mau jadi lebih tinggi dari saya, ya!."
" Hehe, tuan. Kau terlalu garing untuk bercanda." Aqilla merasa sangat terhibur dengan beberapa candaan yang diberikan oleh Akhtar.
" Garing gimana? memangnya bisa dimakan ya?". Akhtar semakin mendekatakan wajahnya pada wajah Aqilla.
Semakin mendekat, dan akhirnya Akhtar menggelitik Aqilla dan membuatnya tertawa lepas.
" Ampun tuan, geli. "
Hingha akhirnya mereka berhenti dari acara geli-gelian, membuat nafas mereka berdua menjadi tersengal-sengal.
" Hah, hah, hah."
" Sayang, jangan pernah terpikir didalam pikirannmu untuk menjauh dariku. Karena bagiku, kamu adalah bagian dari jiwaku. " Akhtar menggenggam tangan Aqilla dengan sangat erat.
Aqilla merasa canggung dengan perkataan Akhtar, walaupun ia tidak memungkiri bahwa ia juga menyukai dan mencintainya.
" walaupun akan ada berbagai masalah ataupun beberapa hal yang ingin memisahkan kita, berjanjilah untuk tetap berada disampingku." Dengan tatapan yang penuh dengan arti Akhtar berikan kepada Aqilla.
" Hem, terima kasih tuan. Anda sudah sangat sabar menghadapi saya, ada rasa malu dan minder ketika berada didekat anda. Tapi, kali ini semuanya telah membuat saya yakin dan percaya akan kehadiran tuan dalam hidup saya." Aqilla membalas tatapan Akhtar dengan senyuman.
__ADS_1
Akhtar semakin bahagia dengan perkataan dari Aqilla, bahkan ia sangat yakin untuk menjadikan Aqilla sebagai pendamping hidupnya.
" Kalau yakin, kenapa masih tuan sebutannya? yang manis la sayang. Biar romantis gitu!"
" Heh, kenapa tiba-tiba merubah kembali menjadi garing tuan." Aqilla menahan tawanya.
" Tuan, tuan, tuan. Memangnya saya ini majikan kamu, hah!!! Nggak ada romantis-romantisnya, tadi bilangnya yakin. Menyebalkan!!." Akhtar melepaskan tangan Aqilla dan beranjak berdiri memandangi pemandangan yang sebenarnya tidak mau dipandang.
Aqilla merasa semakin geli dengan kelakuan dari pria anehnya itu, lalu ia ikut berdiri dan memeluk tubuh pria anehnya itu dari belakang. Dan hal itu membuat Akhtar terkejut.
" Sudah, jangan marah lagi ya. Maaf mas, wajahmu semakin lucu jika cemberut seperti itu." Aqilla membenamkan wajahnya dipunggung belakang Akhtar.
" Eh, tunggu. Tadi bilang apa? Coba ulangi lagi sayang." Akhtar membalikkan tubuhnya dan kini mereka berdua saling berhadapan.
" Yang mana?." Aqilla pura-pura tidak tau.
" Tadi kamu memanggil saya dengan sebutan, ayolah sayang." Wajah Akhtar semakin lucu.
" Yang mana, kok maksa banget sih!" Jawab Aqilla dengan menahan tawa.
" Ya sudahlah, memang sangat menyebalkan." Akhtar kembali membalikan tubuhnya.
Aqilla sudah tak tahan dengan wajah Akhtar, perlahan ia kembali mendekati Akhtar dan tangannya kini menggenggam tangannya. Menatap wajahnya yang sedang cemberut, membuat Aqilla tersenyum.
" Mas, jangan cemberut lagi ya. Nanti wajah tampannya berkurang!."
Akhtar mendengar ucapan Aqilla, langsung menoleh dan menatapnya.
" Ada apa mas?" Senyum Aqilla.
Dengan gerakan refleks, Akhtar langsung memeluk Aqilla. Ia merasa sangat senang mendengar panggilan yang ditujukan untukknya.
__ADS_1
" Terima kasih sayang" .
Aqilla dan Akhtar pun menikmati kebahagian yang kini mereka rasakan.