
Dengan bantuan kode rahasia milik kelompok mereka, Akhtar dan lainnya bisa menemukan titik lokasi dimana Aqilla berada. Dengan strategi yang sudah mereka susun sebelumnya, melakukan perjalanan yang cukup jauh dan kini mereka sudah berada di dekatnya. Memantau terlebih dahulu lokasi tersebut, agar mereka tidak bertindak gegabah.
" Bos, mereka menempatkan para penembak disetiap arah jarum jam!" Leo menunjukkan beberapa titik berwarna pada monitor kecil yang dia bawa kepada Akhtar
" Pantau terus setiap gerakan mereka, jangan ada yang terlewatkan." Akhtar memberikan perintah kepada setiap pasukannya.
Tiba-tiba, ada sebuah mobil yang menghampiri mereka. Akhtar dan para bawahannya bersiaga, dan mereka kaget dengan siapa yang keluar dari dalam mobil tersebut.
" Jangan ikut campur dalam hal ini!."
Akhtar hanya berdiam diri, ia sedang berhadapan dengan Alfa.
" Jika kalian tidak mengikuti perkataanku, tangung sendiri akibatnya."
" Tidak ada yang bisa melarang, silahkan anda menyelamatkan nyawa mereka sebagai cucu anda dan saya akan melakukan hal yang sama menyelamatkannya Aqilla sebagai orang yang saya cintai!!!." Akhtar dan yang lainnya meninggalkan Alfa begitu saja.
" Heh, sama seperti kakeknya! " . Alfa bergumam dan ia pun segera bertindak.
......................
Akhtar dan kelompoknya menyusuri jalanan dan bangunan tersebut, melihat gerak gerik dari penembak mereka yang berada di berbagai tempat. Tanpa mereka sadari, baik kelompok Akhtar maupun dari kelompok Alfa saling bekerja sama.
Mereka terlebih dahulu waspada dengan para penembak, mereka adalah target utama untuk dilumpuhkan.
__ADS_1
Dengan sigap Leo, Jason dan Adam. Beserta bawahan yang lainnya, menyerang. Bahkan mereka bisa dengan sangat mudahnya menakhlukkan kelompok dari Kenzi.
" Bos, lebih baik anda mencari keberadaan nona Aqilla. Untuk situasi ini, biarkan kami yang mengerjakannnya." Ujar Jason meyakinkan Akhtar.
" Hem, kalian tetap waspada!." Akhtar langsung memisahkan diri untuk menyusuri jalan yang lain.
Terlihat Alfa dan Robert juga mencari keberadaan Aqilla, disaat mereka sedang memeriksa tiap-tiap ruangan yang berada disana. Di salah satu ruangan, mereka menemukan Haykal. Keadaannya sungguh sangat menggenaskan, terdapat banyak luka pada tubuhnya dan lebam-lebam yang terlihat sangat jelas.
" Haykal!!!" Teriak Alfa.
" Ka kak kakek. Kak Qilla kek." Haykal berbicara dengan terbata-bata.
" Dimana Qilla, Katakan!!!" Teriak Alfa dengan menatap ke arah Haykal.
" Di diruang yang lain." Haykal segera Robert bawa untuk diberikan pertolongan, dan Alfa beserta Akhtar sudah menyusuri ruangan yang lainnya.
Bbbbrrraaakkk!!!
Dalam satu kali dobrakan, pintu itu terbuka. Terlihat disana keberadaan Joana dan Kenzi, mereka terdiam saat melihat siapa yang datang. Sedangkan tubuh Aqilla terdapat pada salah satu kursi diantara mereka dengan keadaan kaki dan tangan terikat, namun tak sadarkan diri.
" Dasar wanita Ja**lang, breng**ek kau Joana. " Akhtar sudah tersulut emosinya dan ia berteriak.
Alfa!!! Tidak berkata sedikitpun, berjalan mendekati Kenzi dan Joana dengan seringai pada wajahnya. Kenzi yang saat itu akan melesatkan senjatanya, tanpa persiapan. Langsung saja Alfa menyerang mereka dengan membabi buta, tanpa perlawanan. Kenzi yang tidak siap, mendapatkan serangan senjata tajam milik Alfa.
__ADS_1
Untuk Joana, Akhtar sudah terlebih dahulu melumpuhkan kakinya dengan satu tembakan. Untuk selebihnya, Akhtar menyerahkan semuanya kepada Alfa, ia memilih untuk segera menyelamatkan Aqilla. Melepaskan semua ikatan yang berada ditubuh Aqilla.
" Sayang, Bangun sayang!!!" Akhtar penepuk pipi Aqilla perlahan, namun tiada reaksi yang diberikan.
Disaat Akhtar mencoba menyadarkan Aqilla, suara Joana tertawa membuat mereka mengalihkan pandangannya.
" Hahaha, kalian akan percuma saja. Wanita itu tidak akan bangun lagi, dia akan mati. Hahaha." Dengan wajah yang sangat bahagia, ia tertawa.
" Apa maksudmu, Joana!!!." Akhtar menggeraskan suaranya.
" Hahaha." Joana hanya tertawa dengan perkataan Akhtar.
Tanpa ia sadari, Alfa yang sudah tersulut emosinya dan menyerahkan Kenzi kepada bawahan meraka. Menggunakan senjata kecilnya, Alfa menancapkan sebuah samurai kecil pada perut Joana.
" Aaakkhhhh ". Teriak Joana.
" Apa yang telah kau perbuat kepada cucuku, hah! Jawab!!! Jika tidak, ini akan mengacak-acak isi tubuhmu.!!!." Alfa menatap tajam kepada Joana.
" Aakkhhh, Kau pria tu breng***ek. Cucumu itu akan mati, bunuh saja aku dan cucumu juga akan bernasib yang sama, hahaha." Joana seperti orang yang tidak waras.
Akhtar mendengar perkataan Joana, langsung saja membopong tubuh Aqilla. Ia membawanya untuk segera mendapatkan pertolongan. Tidak tau apa yang terjadi, Akhtar mengutamakan keselamatan Aqilla.
Menggemudikan mobil dengan kecepatan yang maksimal, melihat wajah Aqilla semakin pucat pasi dan pernafasan yang sangat lemah. Membuat Akhtar semakin cemas dan khawatir.
__ADS_1
" Sayang, buka mata! Apa yang terjadi, bangun Aqilla!!!." Akhtar dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.
......................