
" Bos, kita mendapatkan informasi terbaru. Bos pasti akan senang." Seorang bawahan menyampaikan informasi.
" Katakan! Kalau informasimu tidak bagus, kau tau sendiri akibatnya." Steiven penasaran.
" Bos, informasi dari orang kepercayaan kita. Bahwa musuh kita, Akhtar wijaya. Ternyata hanyalah anak pungut dari tuan Wijaya dan istrinya, berita ini menggemparkan dunia bisnis dan dunia bawah bos. " Bawahan itu tertawa licik.
" Heh, anak pungut! Miris sekali nasibnya, mari kita manfaatkan keadaan ini." Steiven seger mengatur strategi untuk segera menjatuhkan lawannya itu.
......................
Jason dan Aqilla telah sampai, tempat dimana Akhtar berada. Sebuah gudang tua berlantai dua yang berada di perbatasan antara dua negara, mereka berjalan menyusuri bangunan tua tersebut. Wajah Aqilla mendadak berubah menjadi seperti orang kebingunggan, matanya melihat isi dari gedung tua itu.
" Jas, ini?"
" Ini adalah tempat tuan jika menyendiri, nona. Hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya." Jason mempersilahkan Aqilla untuk duduk.
" Baru kali ini, aku melihat ada bangunan dengan penampilan seperti ini. Oh iya, dimana pria aneh itu?." Aqilla segera menanyakan keberadaan Akhtar.
Belum sempat Jason menjawab pertanyaan dari Aqilla, terdengar suara tembakan dan kegaduhan lainnya dari lantai atas.
" Tuan!!!." Jason dan Aqilla berteriak bersamaan.
Jason langsung berlari menuju lantai atas, Aqilla pun menggikuti langkah Jason dari belakang. Setibanya mereka, Jason mendobrak pintu kamar dengan sangat kuat.
__ADS_1
Bbraakk...
Bbraakk...
Dengan dua kali percobaan, pintu itu terbuka.
Mereka berdua mendapat tatapan tajam dari Akhtar, ditangannya ia menggenggam sebuah senjata api. Dengan nafas yang memburu, keringat bercucuran, dan noda darah hampir menutupi seluruh tangannya.
" KELUAR!!! " Teriak Akhtar.
Jason mengerti keadaan tuannya saat ini, tidak ingin membuatnya semakin marah. Jason menarik tangan Aqilla, untuk segera keluar dari kamar itu. Karena, Jason tidak ingin tuannya melukai Aqilla.
" Nona, sebaiknya kita keluar dari sini. Tuan akan semakin marah, jika kita tidak menuruti perintahnya. Emosi tuan saat ini sedang tidak baik nona, mari." Jason menggarahkan Aqilla untuk segera keluar.
" Hei, lepaskan!!! Lepaskan." Akhtar menarik tangan dan tubuh Aqilla dengan sangat kuat.
Aqilla tetap bertahan, ia tidak ingin pria aneh ini menyakiti dirinya sendiri. Ia tidak tau bagaimana caranya membujuk pria aneh ini, berharap dengan memeluknya. Pria aneh ini bisa berhenti untuk menyakiti dirinya sendiri, dan menggurangi emosinya. Tapi itu hanya di khayalan Aqilla saja, tenaga Akhtar sangat kuat. Melihat Aqilla masih mempererat pelukannya, Akhtar yang sedang gelap mata langsung memukul kepala Aqilla dengan menggunakan pistol yang berada ditangannya dengan sangat kuat.
" Aaakkkhh !!! " Jerit Aqilla dengan sangat kuat, ia tidak melepaskan tanggannya dari tubuh Akhtar.
" Mau mati kau, hah!!! Cepat lepaskan!!!." Akhtar memukulkan kembali di kepala dan bahu Aqilla.
" Tuan hentikan!!! Kau bisa membunuh nona Aqilla tuan!!!." Teriakan Jason sangat keras.
__ADS_1
Jason segera menghantamkan beberapa pukulan yang sangat keras di muka Akhtar, sehingga itu membuat Akhtar tersadar. Jason merebut tubuh Aqilla yang sudah hampir kehilangan kesadaran, darah menggalir deras dari kepala dan kedua bahunya.
" Van, cepat kau ke gedung tua perbatasan. Nona Aqilla terluka parah, cepat. Jangan banyak tanya !!!." Jason menghubungi evan.
Setelah puas memukul Aqilla, ia tersadar. Melihat wajah Aqilla yang penuh dengan darah, tubuh Akhtar luruh jatuh terhempas kebawah.
" Ti tidak, tidak !!!." Akhtar berteriak keras.
" A ap aap yang sudah aku lakukan, ti tidak." Ia menanggis.
Tubuh Aqilla direbahkan Jason di atas sofa yang berada diruangan itu, perlahan Jason mendekati bosnya.
" Tuan! Tenangnlah. Evan akan segera datang. "
" A aqilla!! ." Akhtar mendekati tubuh Aqilla yang sudah tak sadarkan diri.
" Ma ma maafkan aku, ma maaf. Aku melukaimu lagi, maaf." Akhtar menanggis dihadapan Aqilla.
Braakk!!!
Suara pintu terbuka dengan paksa.
Evan berjalan dengan sangat cepat, ia mendorong tubuh Akhtar dengan kuat. Hingga Akhtar terjungkal kebelakang, Evan segera memeriksa Aqilla.
__ADS_1
" KAU!!! Jika kau masih menyiksa wanita ini, akan aku pastikan kau mati ditanganku sendiri. Camkan itu!!!." Evan melanjutkan untuk segera menggobati Aqilla.