Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 131


__ADS_3

Persiapan pernikahan kini telah berjalan dengan lancar. Akhtar tidak ingin menunda lagi waktu pernikahannya, mau kapanpun dilaksanakan yang menurutnya akan sama saja.


" Nak, mama sangat bangga padamu. Setelah menikah, jaga istrimu dengan sangat baik. Jangan sampai ia meneteskan airmata, jika tidak mama yang akan menghukummu." Amirah sembari menjewer telingga Akhtar.


" Aakkhh, Sakit ma. Do'a mama adalah hal yang tercepat dikabulkan, maka dari itu. Akhtar sangat membutuhkan do'a mama setiap saat." Akhtar memeluk Amirah yang saat itu sudah meneteskan air mata.


Dengan menggunakan jemarinya, Akhtar menghapus airmata yang berada diwajah cantiknya Amirah.


" Bersiaplah nak, mama akan menunggumu dibawah." Amirah menepuk pipi Akhtar dengan perlahan dan berjalan meninggalkan kamarnya.


Sepeninggalan Amirah, Akhtar tampak memikirkan sesuatu.


Kenapa perasaanku tidak enak? Akhtar.


Dengan menghembuskan nafasnya dengan kasar, Akhtar berjalan meninggalkan kamarnya dan bergabung dengan lainnya. Terlihat semua anggota keluarga sudah berkumpul, dan juga trio konyol ada disana.


" Wah, guanteng sekalee bos hari ini.! " Celetuk Leo melihat tampilan Akhtar yang lain dari biasanya.


Ppleetaakk!!!


Jason menjitak kepala Leo dengan sangat kuat, Leo hanya bisa meringgis dengan rasa sakit dikepalanya.


" Saaakiittt Jason!!!." Teriak Leo.


" Mulutmu itu, tidak berubah. Di hari bahagianya, mana mungkin bos menggunakan pakaian kucel. Otakmu itu memang benar-benar harus dicuci, membuat orang kesal saja."


" Sudah-sudah, mari kita berangkat!" Beni mempersingkat perseteruan diantara Jason dan Leo.


Akhtar hanya bisa menggelengkan kepala, melihat kekonyolan dari dua orang kepercayaannya. Adam melajukan mobil yang membawa Akhtar, sedangkan Amirah berada satu mobil dengan Beni serta Cila. Jason dan Leo, mereka membawa mobilnya sendiri-sendiri.


Dipertengahan jalan, Adam tidak sengaja melihat ada hal yang mencurigakan.


" Bos, sepertinya hari ini akan ada tamu tak di undang. Mereka ada di arah jam dua belas dan tiga!." Adam segera memberitahukan hal itu kepada Akhtar.

__ADS_1


Mata Akhtar mengikuti arahan dari Adam, benar saja ada pergerakan yang mencurigakan.


" Hah! Selalu saja, beritahu yang lainnya untuk siaga! Kita ikuti permaiann mereka." Akhtar merasa sangat murka, melihat ada penganggu.


Adam segera memberitahukan kepada Jason dan Leo, serta para kelompok lainnya.


......................


Mansion Alfa...


Persiapan pernikahan telah selesai, hanya menunggu pihak mempelai pria yang belum hadir. Aqilla memutuskan untuk tidak mengadakan resepsi, hanga akad dan itupun hanya dihadiri oleh pihak keluarga dan beberapa kerabat terdekat.


" Sayangku Qilla!!! Selamat ya, akhirnya cinta kalian berdua akan dipersatukan. Senangnya aku, nggak jomblo lagi dah lu!" Suara Meyra sudah memenuhi mansion besar itu.


" Terima kasih Mey, semoga kamu juga segera menyusul untuk nikah ya." Aqilla mencubit pipi sahabatnya itu dengan gemas.


" Akh! Sakit Qilla, akunya mau aja nikah. Lah, yang jadi masalahnya itu lakinya. Belum ketemu, apa lagi di umpetin kali ya."


" Heh, di umpetin. Yang ada malah ko'it tu orang, wanita kayak lu ini. Buat darah naik tiap hari, mana ada yang mau lah." suara Steiven ikut meramaikan ruangan dimana Aqilla saat itu berada.


Steiven berjalan mendekati Aqilla, dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


" Seandainya, kakak yang terlebih dahulu bertemu denganmu. " Steiven dengan beracak pinggang.


" Wah, wah, wah. Untung saja nggak ketemu lu duluan, yang ada sekarang Qilla hanya tinggal nama doang." Meyra merasa sangat kesal kepada Steiven, ia secara tidak langsung membuka luka yang pernah Aqilla alami.


" Mey !!." Tegur Aqilla.


" Benar yang dikatakan wanita aneh ini, tapi yah. Itu hanya khayalan kakak saja, malahan kakak lebih bahagia karena kamu adalah adikku. Akan kakak tebus semua kesalahan kakak dimasa lalu." Steiven berlutut dihadapan Aqilla sembari menggelus punggung tangan Aqilla.


" Kak, biarkan semuanya menjadi masa lalu. Tidak perlu di ingat kembali, yang terpenting. Disaat ini, kita adalah keluarga." Aqilla membalas Steiven dengan senyuman.


Ddrrtt...

__ADS_1


Ddrrtt...


Ponsel Steiven bergetar, terdapat notifikasi pesan masuk. Lalu ia membukanya, matanya saat itu langsung melebar.


" Oke, kakak ada urusan yang lain. Kamu persiapakan diri dengan baik, sebentar lagi statusmu akan berubah menjadi nyonya. " Steiven beranjak dari sisi Aqilla dan berjalan keluar ruangan.


Pesan yang masuk kedalam ponsel Steiven, tak lain adalah pesan dari Akhtar. Ia memberitahukan apa yang ia dapatkan dan meminta penggamanan lebih di perketat. Hal itu juga Steiven beritahukan kepada kakeknya, dan Alfa menyeringai.


" Masih saja ada para penganggu yang ingin menyerahkan nyawanya dengan percuma. Beritahukan kepada yang lainnya, kita ikuti arahan dari calon cucu menantuku itu." Alfa menaikan sudut bibirnya ke atas.


......................


Kini, Akhtar berada dihadapan Haykal. Ia menggantikan posisi Ayah Aqilla sebagai wali untuk menikahkan kakaknya, Aqilla yang berada didalam ruangan merasa sangat deg-degan.


Melalui layar televisi di ruangan tersebut, yang menyiarkan acara pergelaran akad nikah. Aqilla bisa melihat calon suaminya itu sedang bersiap, terlihat Haykal dan Akhtar berjabat tangan. Menyentuhkan kedua ibu jarinya, dan memulai pengucapan akad. Dengan lancar Akhtar menggucapkan kalimat tersebut, dan dijawab dengan teriakan.


" Sah".


" Sah".


" Sah."


Lalu Aqilla dibawa menemui suaminya, setelah penggucapan akak nikah. Dengan berjalan menuruni anak tangga, Akhtar melihat Aqilla dengan tatapan yang penuh dengan senyuman. Menyambut tangan Aqilla dan mereka duduk bersama, menyelesaikan beberapa surat yang membutuhkan tanda tangan mereka berdua.


Selanjutnya pengucapan selamat dari para tamu yang hadir, kemudian mereka menggambil gambar untuk di abadikan menjadi kenang-kenangan.


" Kamu sangat cantik, sayang! Rasanya tidak rela harus berbagi kecantikkanmu dengan mereka." Akhtar berbisik di telingga Aqilla.


" Terima kasih mas, kamu juga terlihat lebih tampan." Aqilla menatapa wajah Akhtar.


Disaat para tamu sedang menikmati santapan, ada seorang pelayan yang berjalan mendekati penggantin. Pelayan tersebut dengan cepat mencapkan sebuah senjata tajam ke arah mereka.


" Aaakkkhh!." Jerit Aqilla dengan sangat keras.

__ADS_1


......................


__ADS_2