Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 108


__ADS_3

Bbraakk


Bbraakk


Pintu mansion terbuka dengan paksa, kemudian masuklah segerombolan orang dengan pakaian serba hitam.


" Aaaakkhhh!!! ".


" Kakak !!!".


Salah satu pria yang berbaju hitam itu telah menangkap Aqilla dan membekapnya, Haykal yang melihat hal itu langsung panik. Tanpa bisa berbuat apa-apa, kini mereka berdua telah di ikat kaki dan tangannya. oleh para penyusup pada kursi terdekat.


......................


Robert mendengar bahwa Steiven terluka, dengan cepat berjalan menuju lokasi. Melihat Steiven yang sudah terkapar tak berdaya, ia terkena tembakan dari Kenzi dan ada beberapa luka akibat senjata tajam pada tangan dan perutnya.


" Tuan muda, bertahanlah!!!." Robert memapah tubuh Steiven dengan perlahan, dan memasukkannya kedalam sebuah ruangan yang cukup rahasia yang mereka miliki.


" Pa paman, Kakek. Bantu Kakek!!!." Suara Steiven masih terdengar.


" Tuan muda tidak perlu khawatir! Kalian, jaga dan rawat tuan mudah." Robert memberikan perintah pada bawahan mereka didalam ruangan itu.


Berlari dan mencari keberadaan tuan besarnya, Robert melewati beberapa penggawal yang sudah sangat menggenaskan dan bahkan ada yang telah tak bernyawa.


" Tuan besar!!!." Robert melihat Alfa sedang bertarung dengan seorang pria.



" Heh!!! Dasar pria tua, kau yang seharusnya mati. Tanganmu sudah terlalu banyak membunuh orang, kini saatnya aku harus membalas kematian kakakku. Itu semua karena ulahmu, breng***ek!!!." Kenzi melayangkan pukulan demi pukulan kepada Alfa.

__ADS_1


Walaupun Alfa sudah berumur, namun kemampuam beladirinya masih sangat baik. Mereka bertarung dengan sangat sengit, tak ada senjata yang mereka gunakan. Namun dibalik kemampuan Alfa untuk bertarung, sudah tidak selincah dahulu. Namun Kenzi sangat kewalahan melawan pergerakan dari Alfa, kini Kenzi hampir tumbang terkena pukulan dan tendangan dari Alfa, tepat mengenai dadanya. Kini ia terjatuh, dengan menahan rasa sakit yang luar biasa.


" Kau masih bau kencur, anak muda. Membalas kematian kakakmu??? Memang pantas ba***ngan seperti dia itu mati ditanganku, tidak ada satu pun orang yang melukai keluargaku. Jika ada, kematian akan menghampirinya." Alfa menekuk lututnya dan menghadapi wajah dari Kenzi.


" Jika kau masih ingin bermain-main denganku, bersiaplah un...".


Ccrrassh


Bug!!!


Sebelum kalimat dari mulut Alfa terucak, Kenzi dengan cerdiknya melesatkan sebuah pisau kecil dari balik saku jaketnya. Kini, pisau kecil itu melukai tubuh Alfa pada bagian lengan dan menancapkan pisau itu pada perutnya.


" Aaakhh!!! Breng***ek kau!." Alfa tanpa ampun membalasnya dengan pukulan demi pukulan.


Dengan gesitnya, Kenzi menghindar dan dibantu oleh beberapa orangnya. Ia pun menghilang dari tempat tersebut, Robert melihat tuannya menggalami luka, lalu ia ikut menyerang orang-orang tersebut.


Mendengar perkataan tuannya, Robert baru sadar jika ia sudah melupakan keselamatan nona dan tuan mudanya. Setelah para orang-orang penyusup itu teratasi, segera ia membawa Alfa untuk membawanya keruang rahasia.


" Tidak, bawa aku ke mansion." Tolak Alfa.


" Tapi tuan, luka anda?!." Robert khawatir dengan darah yang keluar dari tubuh tuannya.


" Hanya luka kecil, cepat!!!." Alfa sudah tidak memperdulikan suara Robert, ia berjalan dengan sangat cepat menuju mansion.


Namun mereka sangat lengah, saat itu Aqilla dan Haykal sudah dibawa pergi oleh orang-orang suruhan Kenzi.


......................


Rumah sakit...

__ADS_1


Beberapa penggawal sedang berjaga-jaga, di luar ruangan perawatan milik Akhtar, Jason menjaga bosnya dengan tiduran di kursi sofa yang ada. Sedangkan Leo, ia bertugas menjaga Adam.


Disaat Jason akan membalik tubuhnya...


Bbbuuuggghhh


" Ah, kenapa bisa jatuh!." Jason terjatuh dari kursi sofa yang ia gunakan untuk tidur.


Berdiri dan melihat ke arah bosnya, yang masih tidur. Matanya sudah tidak bisa terpejam lagi, Jason memilih untuk untuk membasuh mukanya lalu membuat segelas kopi hangat. Sembari memikirkan strategi untuk menghadapi lawannya kali ini.


" Jas, hayo!!!."


Jason menolehkan kepalanya untuk melihat ke arah sumber suara, matanya langsung melotot.


" Bos!!! Anda..." Seakan tak percaya, melihat bosnya sudah rapi dengan pakaiannya.


" Tidak usah berdebat, ayo!!!." Akhtar meninggalkan Jason dan berjalan keluar dari ruangan.


Bagaimana bisa! Tadi, bos masih tidur. Sekarang, sudah rapi. Aneh !!! Jason.


Baru ia sadari, bahwa bosnya itu sudah tidak ada. Jason langsung kabur, mengejar bosnya dengan langkah seribu. Mendapati Akhtar sedang berbicara sesuatu pada Leo, ia segera menghampiri.


" Kita sudah tidak ada waktu yang banyak, Aqilla dan adiknya, mereka dibawa oleh Kenzi Alberto sebagai tawanan. Kevin sudah tewas di tangan Alfa, mereka ingin balas dendam." Leo menjelaskan kepada Jason.


" Mereka juga yang menyerang kita, membalas dendam Kevin terhadap bos, dia seorang penembak terbaik. Kita tidak bisa lengah, Pikirkan cara yang terbaik." Leo mengantisipasi.


Tak lama kemudian, Adam datang dengan pakaian yang sudah rapi. Kini mereka mengatur strategi untuk melakukan penyerangan dan penyelamatan Aqilla.


......................

__ADS_1


__ADS_2