
Setibanya dirumah sakit...
" Dokter, dokter. Tolong, tolong selamatkan bos saya." Leo meletakkan Tubuh Akhtar yang sudah tak sadarkan diri diatas bed rumah sakit.
Para petugas medis segera memberikan pertolongan kepada Akhtar, apalagi mereka tau bahwa dia adalah orang yang berpengaruh terhadap rumah sakit tersebut.
Duduk dengan bersandar pada dinding rumah sakit, Leo merasa nyawanya akan hilang jika terjadi apa-apa terhadap bosnya itu.
Tap
Tap
Tap
" Bagaimana keadaan Bos?." Suara itu tak lain adalah Jason.
" Aih, kau menggagetkanku saja. Bos baru masuk kedalam." Leo memijat pelipisnya dan memejamkan mata.
" Bagaimana itu bisa terjadi?". Jason ikut bersandar disamping Leo.
" Huuhhff!!! Sepertinya, kita dalam masalah. Musuh kita kali ini, terlalu mahir dalam menembak dan pintar menghilang. Kenzi Alberto, itu nama yang disebutkan oleh orang yang terakhir dihabiskan oleh bos." Leo memandang lurus kedepan.
" Kenzi Alberto, sepertinya nama itu pernah kudengar. " Jason mencoba mengingat.
" Adiknya Kevin Alberto bego', Lemot luh." Leo menyindir Jason dengan lirikan mata sinisnya.
" Astaga, kenapa tu dua orang suka bener nyari perkara. Kenzi, di memang seorang penembak yang terlatih. Tapi, setauku. Dia tidak pernah mau terlibat dengan dunia bawah, kenapa saat ini???". Jason penuh selidik.
" Sudahlah, nanti saja mikirnya. Lah, lu ngapain disini? ". Leo dengan santainya bertanya pada Jason.
__ADS_1
Ppllaakk!!!
Jason mendeplak kepala Leo dengan sangat kuat menggunakan tangannya, menatap Leo dengan tatapan yang sangat tajam.
" Memang dasar teman tak berakhlak lu, Adam tertembak bodoh!" Jason sangat geram dengan sikap Leo.
" What??? Bener-bener tu orang, nembak nggak pakek kira-kira lagi. Lihat saja nanti, kalau dapat di gue. Langsung gue hajar dia, biar mampus tu orang." Tangan Leo menggepal.
" Heh! bodoh, o'on, lemot di pelihara. Lama-lama gila beneran deket ama lu!." Jason segera berdiri dan berlari mendekati dokter yang baru saja keluar dari ruang tindakan.
" Bagaimana dok?". tanya Jason dengan perasaan yang sangat khawatir, dan di ikuti oleh Leo yang juga mendekat.
" Bos kalian tidak apa-apa, kalian patut bersyukur. Peluru itu tidak menembus organ yang vital, hanya saja dia terlihat sangat kelelahan. Biarkan dia beristirahat dulu, jangan dibebankan hal-hal yang berat." Dokter berlalu setelah menjelaskan keadaan Akhtar.
Tak berapa lama kemudian, Akhtar dipindahkan ke dalam ruang perawatan yang terbaik yang ada dirumah sakit tersebut.
......................
Terdengar suara tembakan yang cukup keras terdengar di telinga, dan terjadi keributan yang berasal dari taman belakang dari mansion besar itu.
" Suara apa itu?" Haykal dan Aqilla keluar dari dalam kamarnya dan mereka berdua saling berpandangan, tatapan yang seolah bertanya tentang kejadian yang ada.
" Kal, kamu juga denger kan suara itu?". Tanya Aqilla pada adiknya.
Haykal menganggukkan kepalanya, mereka berdua menuruni tangga dan berjalan menuju taman belakang. Namun, saat akan keluar dari pintu.
" Nona dan tuan muda, jangan keluar!!!". Suara Robert mencegah mereka berdua untuk keluar dari mansion.
" Ada apa paman?" Tanya Haykal yang sudah sangat penasaran dengan suara tembakan tadi.
__ADS_1
" Sebaiknya anda berdua tidak keluar dari mansion, keadaan di luar sedang tidak baik." Robert mengarahkan mereka berdua untuk segera masuk.
Ketika mereka akan kembali ke dalam mansion, terdengar suara tembakan lagi dan ditambah suara teriakkan yang terdengar sangat memilukan di telingga. Mereka pun menjadi terdiam dan kaku untuk melangkah, segera Robert menyadarkan mereka untuk seger masuk.
" Tuan, Tuan Robert!!! Tuan Steiv terluka!." Seorang pengawal datang menghampiri mereka dengan setengah berlari.
Robert melebarkan matanya, lalu menatap Aqilla dan Haykal yang masih terdiam disana. Sungguh keadaan yang sangat mencekam, Robert dengan cepat mendorong tubuh Haykal dan Aqilla untuk masuk dan mengunci mereka dari luar.
" Kak, sebenarnya ada apa sih? Kenapa mereka menyebutkan nama kak Steiv?"
" Kakak juga nggak tu Haykal, tapi tadi itu kan suara tembakan dan teriakan orang! Jangan-jangan kak Steiv yang terluka! " Aqilla menjadi cemas dengan kejadian itu.
" Kakek mana ya, kok nggak kelihatan." Mata Haykal menjelajahi isi mansion, mencari keberadaan Alfa.
Aqilla yang saat itu langsung kepikiran, gedung tua yang berada di dekat kebun belakang dengan suara tembakan serta teriakan. Langsung teringat dengan kejadian waktu lalu, disaat ia melihat Alfa sedang menghabisi nyawa seseorang.
Tubuh Aqilla menjadi gemetar dan berkeringat besar-besar seperti habis berolahraga.
Semua maid yang berada di mansion tersebut bersembunyi, mereka ketakutan dan tidak berani untuk keluar. Mereka yang terlebih dahulu melihat segerombolan orang berpakaian serba hitam dan muka yang tertutup, menyerang mansion dan sebagiannya berjalan menuju gedung tua dibelakang.
Bbraakk
Bbraakk
Pintu mansion terbuka dengan paksa, kemudian masuklah segerombolan orang dengan pakaian serba hitam.
" Aaaakkhhh!!! ".
" Kakak !!!".
__ADS_1
......................