Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 37


__ADS_3

Seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta, Akhtar dan Aqilla tampil dengan sangat memawan.


" Tuan, apa ini tidak terlalu berlebihan?" Aqilla mendapatkan perlakuan seperti tuan putri.


" Tidak ada yang namanya berlebihan, kamu memang pantas mendapatkannya. "


Akhtar dan Aqilla sedang dalam perjalanan menuju tempat diselenggarakannya acara pertunangan sang kakak.


" Sayang, apapun yang akan terjadi nanti disana. Kamu jangan hiraukan ya, percaya sama saya dan jangan terlalu jauh dari saya. Kalaupun ingin kekamar mandi atau apa, bilang. Jangan menghilang dari pandangan saya." Akhtar menggenggam tangan Aqilla dengan sangat erat.


" Tuan, apa anda nanti tidak akan malu membawa saya kesana?" Aqilla bertanya dengan wajah menunduk.


" Ssttt, jangan bicara apa-apa lagi. "


Tak terasa, mereka telah sampai. Akhtar keluat dari mobil, setelah Jason membukakan pintu. Lalu ia segera melangkah menuju bagian pintu mobil yang satunya lagi, dan membukanya. Aqilla dengan anggunnya melangkah, Akhtar memposisikan tanggannya untuk digandeng.


Semua mata memandang mereka dengan takjub, cantik dan tampan. Karena acara tersebut tertutup untuk media, maka tidak ada yang mengganggu mereka dengan silaunya kamera.


" Hey tuan muda! Apa kabar? " Sapa salah seorang tamu undangan.


" Hem, baik." Wajah Akhtar dingin.


Banyak sekali perkataan dari berbagai tamu yang berkomentar tentang Akhtar.


" Hei lihat, itu kan putra kedua dari tuan Wijaya. Wajahnya sungguh tampan, dan katanya dia adalah CEO juga. Aku ingin menjodohkannya dengan putriku." Tamu 1.


" Itu kan Akhtar Wijaya. Penggusaha sukses setelah papanya, salut sekali." Tamu 2.


" Kau lihat, bukannya dia putra kedua dari Wijaya? Wuh, sungguh sombong sekali gayanya. Itu, siapa wanita yang berada disampingnya? Ya, palingan wanita Ja**lang yang menghiburnya." Tamu 3 tertawa.


Dan banyak lagi yang di ucapkan oleh para tamu, ada yang memuji, menghina dan mencibir, namun Akhtar tetap bersikap seperti biasa. Bahkan Aqilla sudah ia beritahukan, sebelum memasuki gedung itu. Saat ini, mereka berdua berhadapan dengan kedua orang tua Akhtar.


" Ternyata datang juga, dasar anak tidak tau di untung." Wijaya mencibir.


" Pa, jangan merusak suasana." Amirah menenangkan.


" Terus saja kau bela anak ini, apalagi ini. Wanita mana yang kau bawa? Ja***lang atau pe**cur mana, hah? Dibayar berapa kau oleh anak pembawa sial ini, hah?." Wijaya mulai menghina.


" Pa, jangan kelewatan. " Amirah semakin emosi dengan perkataan suaminya.

__ADS_1


Aqilla yang awalnya sudah sangat takut, kini hanya bisa meneteskan air mata. Rasanya ia ingin pergi saja dari acara itu, namun tanggannya dengan sangat erat masih digenggam oleh Akhtar.


" Wah, kamu datang juga ya. Wanita mana lagi yang kau gunakan? Cantik juga, hahaha." Beni menghampiri mereka.


Namun pandangan Aqilla tertuju kepada tunangan dari Beni, Aqilla sangat menggenalnya.


" Mbak Cila!."


" Aqilla".


Mereka pun berpelukan satu sama lain, tidak disangka ternyata tunangan dari Ben adalah Cila. Pelanggan serta sudah menjadi seperti keluarga bagi Aqilla, Cila memang tidak sempat untuk memberitahukan acara ini kepada Aqilla. Karena, keberadaannya juga sempat ditolak oleh Wijaya. Dikerenakan Beni adalah anak kesayangannya, maka dengan sangat berat hati ia menyetujuinya.


" Heh, sudah kuduga. Kalian ini berasal dari satu tempat, beruntunglah kau Cila. Papa menyetujui hubungan kalian, tidak seperti anak tidak tau diri ini. " Wijaya semakin memojokkan Aqilla.


" Kalian memang pasangan yang sangat pantas, sama-sama berasal dari tempat yang tidak jelas dan kampungan. Dan kau, beruntunglah karena aku memberikan namaku dibelakang namamu. Kalau tidak, kau akan tetap seperti sampah. " Perkataan Wijaya semakin membuat Akhtar menggepalkan tangan.


Aqilla menyadari perubahan dari wajah Akhtar, ia perlahan meraih tangan Akhtar dan menggenggamnya.


" Tuan." Tegur Aqilla.


" Akhtar, kamu tidak apa-apa nak? Kamu jangan dengarkan apa kata papamu ya, semua itu tidak benar. Ka kamu adalah anak mama, kamu anak mama nak." Amirah memeluk tubuh Akhtar yang sudah bergetar menahan marah.


" Jelaskan ma." Suara Akhtar terdengar berat.


" Jelaskan Ma!!!." Teriak Akhtar.


Semua para tamu yang hadir, seketika menjadi diam dan mereka menggalihkan pandangan mereka semuanya kepada keluarga tersebut.


" Kau adalah anak yang dipungut oleh istriku, karena itulah aku sangat tidak menyukaimu. Sekarang kau pahamkan akan semua sikapku padamu, sekarang enyahlah dari pandanganku. Kau sudah merusak acara mewah ini." Wijaya dengan angkuhnya.


" Jangan pergi nak, kamu anak mama. Jangan pergi." Amirah semakin terisak.


Akhtar sudah sangat marah atas semuanya, tanpa menghiraukan apa-apa lagi. Akhtar langsung meninggalkan tempat itu, Amirah sudah berteriak agar Akhtar tidak meninggalkannya.


" Ayo sayang, kita tidak usah ikut campur masalah papa dan si bandel itu." Beni merangkul pundak Cila.


" Tapi, walau bagaimanapun. Dia adalah keluargamu Ben, kenapa kalian seperti ini." Cila sangat bingung dengan keluarga Beni.


" Nanti akan aku jelaskan semuanya, mari." Beni melangkah menjauh dari sana.

__ADS_1


" Aqilla, mbak permisi dulu ya. Tetap bijak dalam menghadapi situasi ini, temani dia. " Cila mengikuti langkah Beni untuk menjauh.


" Nyonya, anda tidak apa-apa kan?." Aqilla merangkul Amirah.


" Nak, dia adalah anak mama. Sampai kapanpun dia tetap anak mama, tolong jangan jauhi dia nak. Mama mohon padamu." Amirah semakin terisak berbicara pada Aqilla.


" Berhentilah untuk selalu membela anak pungut itu." Wijaya menarik Amirah untuk ikut bersamanya.


" Nak, jangan tinggalkan Akhtar. Dia sedang hancur, tolong nak. " Amirah semakin menjauh.


Aqilla hanya bisa terdiam, banyak sekali perkataan para tamu membicarakan tentang hal ini. Akhirnya Aqilla berjalan meninggalkan tempat acara, matanya mencari keberadaan Akhtar. Namun semuanya itu sia-sia, ia tidak menemukan keberadaan pria anehnya.


" Nona." Jason menyapa.


" Ah, kau Jas. Menggagetkanku saja." Aqilla terkejut.


" Apa nona sedang mencari tuan?."


" Ia Jas, apa kamu tau pria aneh itu kemana?." tanya Aqilla.


" Mari, ikut saya nona, akan saya tunjukkan keberadaan tuan." Titah Jason.


Aqilla hanya bisa menggikuti kemana Jason membawanya, ia merasa saat ini Akhtar sedang tidak baik-baik saja.


*Visual*


Mohon maaf, apabila visualnya tidak seperti yang di inginkan ya😊


Amirah Saputra.



Wijaya Saputra



Beni Sanjaya


__ADS_1


Cila



__ADS_2