Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 96


__ADS_3

Dengan berjalan sangat santai, Alfa menuju suatu ruangan yang biasa ia gunakan untuk memberi hukuman. Dengan di iringi orang kepercayaannya, Robert.


Saat ia berada di depan pintu ruangan tersebut, para penggawal dengan siap menyambut kedatangannya.


" Selamat datang tuan besar." Para penggawal menundukkan sebagian tubuh mereka, sebagai tanda penghormatan kepada tuannya.


" Hem." Alfa melanjutkan langkah kakinya memasuki ruangan itu.


Terlihat seorang pria, dengan keadaan tangan dan kakinya terikat dengan kuat dan tergantung di udara.


" Turunkan!." Perintah Alfa kepada penggawalnya.


Mereka dengan segera menjalankan perintah tuan besarnya, menurunkan perlahan pria yang sedang tergantung itu.


Bbuugh!!


Tubuh pria tersebut jatuh dengan satu kali hempasan, hal itu membuatnya terbangun. Pria naas itu adalah Kevin Alberto.


Aakkhh


Merasakan sakit pada tubuhnya yang terhempas, Kevin menjerit.


Duduk pada kursi kebesarannya, Alfa menyeringai pada Kevin.


" Kevin Alberto!! Selamat datang, jangan tegang. Aku akan menjamumu dengan pelayanan yang terbaik, dan kau pun akan merasa sangat senang dengan jamuanku ini." Alfa segera memberikan kode kepada Robert.


Robert dengan sangat cepat, mengetahui apa yang di inginkan oleh tuannya. Membawa beberapa peralatan kecil milik tuannya, dan meletakkannya tepat dihadapannya.

__ADS_1


" Ini tuan, silahkan!." Robert membuka kotak tersebut.


Alfa menggambil sebuah sekop berbentuk bulan sabit, ukurannya memang sangat kecil. Tapi tidak dengan ketajamannya, benda kecil itu bisa menembus daging dengan ketebalan lima centimeter dalam satu kali goresan.


" Sudah siap, tuan Kevin Alberto! Mari kita bermain sedikit, Heh!." Alfa berjongkok di hadapan Kevin.


Dalam keadaan mata yang tertutup, Kevin terus meronta.


" Lepaskan!!! Kalian sungguh licik, siapa kalian sebenarnya, hah!!!." Kevin berteriak.


" Tak perlu kau tau siapa aku, yang perlu kau tau! Jangan pernah menyentuh keluargaku, apalagi sampai kau menyakitinya, aku dengan senang hati akan memberikan suatu hukaman yang pantas untuk orang semacam, kau!!!." Alfa mengginjak tubuh Kevin.


" Lepaskan, lepaskan!!! Dasar bedebah!". Teriakan Kevin, semakin membuat emosi Alfa meningkat.


" Buang bajunya!!." Perintah Alfa.


Ssrreettt


Ssrreettt


Ssrreettt


" Aaakkhhhh, tidak!!! Lepaskan, lepaskan!!!." teriakan Kevin semakin keras.


Namun hal itu sia-sia iya lakukan, tidak ada satupun perkataan Kevin yang didengarkan oleh Alfa. Dengan sangat murka, Alfa terus menggerakkan alat kecil itu di atas punggung Kevin, semakin keras Kevin berteriak. Maka, dengan cepat juga Alfa menggoreskannya lagi.


Cairan berwarna merah itu sudah membanjiri tubuh Kevin, hingga akhirnya Kevin tak berdaya. Tubuhnya melemah dan tak sadarkan diri, karena cairan berwarna merah itu sangat banyak terbuang.

__ADS_1


" Heh, sungguh lemah! Bereskan!." Ujar Alfa.


lalu ia membersihkan tanganya dari cairan berwarna merah itu, berjalan kembali untuk melihat hasil ukirannya.


" Ini baru permulaannya saja, masih terlalu kecil tuan Kevin. Setelah ini, kau akan merasakan hal yang sebenarnya!!." Alfa berjalan meninggalkan tempat itu.


Robert seperti biasanya, membereskan hasil karya dari tuanmya itu, tubuh Kevin dipindahkan ke dalam suatu ruangan khusus. Kembali ditarik untuk melayang di udara, dengan kondisi seperti itu.


Kau hanya tikus kecil yang mencoba mencari masalah kepada tuan besar, sudah sangat lama aku tidak menyaksikan ia menggunakan alat mini itu. Namun kali ini, kekejaman yang ia torehkan dahulu telah kembali lagi. Kau tidak tau, bagaimana alat kecil itu sudah melenyapkan ribuan nyawa. Dan saat ini, kau malah bermain dengan alat itu, persiapkan saja tempat peristirahatanmu untuk terkahir kalinya. Akan dipastikan, kau akan menempatinya untuk waktu yang sangat lama. Robert.


Alfa kini dalam perjalanan menuju rumah sakit, ia merasa tidak bisa berjauhan dengan sang cucu.


Dddrrttt...


Dddrrttt...


Alfa segera menggambil ponselnya dan menggeser ikon hijau.


" Hem!."


" Nona Aqilla sudah siuman, tuan besar!." ujar penggawal yang menelfon.


" Baiklah, Aku akan segera kesana. Pastikan keamanan cucuku terjaga dengan baik!. "


" Tapi tuan, Target tuan menyerang dan ia berhasil masuk."


" Hahaha, kalian sungguh bodoh. Bagaimana bisa dia masuk! Tunggu saya datang". pembicaraan terputus.

__ADS_1


Hahaha, rupanya dia sangat sama persis dengan kakeknya. Tidak sia-sia, aku menunggumu. Alfa


__ADS_2