Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 140


__ADS_3

Dalam perjalanan menghantarkan Meyra pulang, Jason merasa sangat canggung dengan situasi yang ia hadapi. Baru kali ini ia berdua dengan wanita!


" Hei tuan, apa pacarmu tidak pernah protes dengan kesibukanmu bekerja? Aku sering mendengar dari Qilla, jika kalian itu penggila kerja ya." Tanya Meyra memecah kesunyian diantara mereka.


" Aku tidak punya pacar." Jawab Jason singkat.


" Hah, beneran nggak punya? Ah nggak mungkinlah. Masa, pria-pria tampan seperti kalian tidak punya pacar. Sungguh aneh!." Meyra tidak menyadari dengan perkataannya, yang sebenarnya memancing perasaan.


" Hem." Jason berdehem dengan celotehan Meyra.


Lalu terjadi kesunyian kembali diantara mereka berdua, hingga tiba-tiba mobil yang Jason kendarai berhenti dipinggir jalan. Meyra merasa sangat takut, ketika Jason menghentikan mobilnya.


" Hei tuan kaku, kenapa berhenti? Rumahku bukan disini, ayo jalan lagi." Rasa takut Meyra semakin menjadi ketika Jason tanpa ekpresi, dengan tatapan yang fokus kedepan.


" Hei tuan, tuan!." Ketakutan Meyra semakin besar, apalagi Jason masih diam.


Hanya bisa berdoa dan berdzikir apa saja yang Meyra tau, agar rasa takutnya hilang.


" Bagaimana jika pacarku adalah kamu??!!." tiba-tiba Jason melontarkan kalimat seperti itu pada Meyra.


" Hah !!!." Meyra sangat terkejut dengan perkataan yang baru saja Jason ucapkan.

__ADS_1


" A apa apa kau bilang?!." Meyra membeo.


" Kamu mau jadi pacarku?." Jason kembali melontarkan kalimat tersebut.


Entah mau marah atau bahagia, saat itu Meyra benar-benar kaget dengan pernyataan dari Jason. Tidak bisa untuk berkata-kata, dalam situasi seperti itu. Meyra sangat bingung.


" Tak perlu menjawabnya sekarang, pikirkan saja dulu. Aku tidak akan menarik perkataanku, percayalah." Jason kembali menjalankan mobilnya.


Sedangkan Meyra? Dia menjadi diam seribu bahasa, yang biasanya suka melontarkan perkataan yang sedikit tegas dan membuat orang lain menjadi kesal. Namun tidak saat itu, ia hanya terdiam dengan pandangan yang seakan-akan kosong. Hingga akhirnya, mobil yang Jason kendarai itu berhenti disalah satu rumah, seperti alamat yang diberikan oleh Meyra kepada Jason sebelumnya.


" Jangan terlalu difikirkan, ikuti saja apa kata hatimu. Jangan terlalu memaksakan, takkan lari kemana jika kita berjodoh. Namun sebaliknya! Saling menerima jika tidak berjodoh. Masuklah! Tidak baik terlalu lama berduan didalam mobil." Jason menyadarkan Meyra dari diamnya.


" Terima kasih!." Ucapan Meyra kepada Jason, yang hanya dijawab dengan anggukkan kepalanya.


Apa pendengaranku ini tidak salah? Apa dia tidak sedang dalam keadaan tertekan dan sakit? Kenapa jantungku ini seperti tidak karuan rasanya, apa benar dia menyukaiku? Aih, sungguh hal ini membuatku semakin gila. Mana mungkin pria sekaku dia menyatakan perasaannya kepadaku, bukankah selama ini aku selalu mengatainya? Sungguh membingungkan! Meyra.


Di lain tempat, Jason telah sampai di apartemen miliknya. Seperti biasanya, wajahnya tidak mengartikan sesuatu. Datar dan kaku, selama ini yang ada dihidupnya hanyalah bekerja dan bekerja. Hidup sendirian dan besar dipanti asuhan, membuatnya sangat merindukan yang namanya kasih sayang dan cinta. Kerasnya kehidupan membawanya bertemu dengan dunia bawah, namun ia sangat beruntung bisa berada dalam kelompok yang tepat.


Akh! Kenapa tadi bisa ngomong gitu sama tu wanita dedemit? Perasaan nyaman dan jantungku selalu berdetak lebih cepat jika berada di dekatnya, apa benar aku mulai menyukainya? Oh Tuhan, jika memang benar perasaan ini. Jangan sampai aku membuatnya terluka. Jason.


......................

__ADS_1


Seorang dokter cantik yang menggunakan jas putih itu memasuki ruangan Aqilla, dengan satu perawat yang menemaninya. Dan dari belakangnya, Evan berjalan mengikuti mereka.


" Selamat siang kakak ipar! Perkenalkan, ini Fera Azzahra dokter kandungan yang cukup berpenggalaman dirumah sakit ini. Dia yang akan menjadi dokter kandungan untukmu, oh iya. Dimana pria gila itu? " Evan mencari Akhtar yang tidak terlihat oleh matanya.


Ppplleetttaaakkk!!!


Sebuah tangan mendarat dengan mulus dan cukup lumayan menimbulkan rasa sakit di kepala Evan, tangan Akhtar sudah memberikan salam pembuka kepadanya.


" Sakit !!!" Teriak Evan, tangannya menggelus kepalanya yang terkena salam pembuka dari Akhtar.


" Mas!! " Aqilla menatap tajam pada Akhtar. Dengan wajah datarnya, Aktar mendekati istrinya.


Pertunjukkan yang sangat menghibur untuk yang melihatnya, Fera dan perawat itu hanya tersenyum melihat kejadian itu.


" Awas saja kau! Akan ku adukan dengan tante Amirah, dasar saudara rasa tukang jagal. Nggak ada lembut-lembutnya!" Evan masih ngedumel karena ulah Akhtar.


Fera mendekati Aqilla, dan ia tersenyum.


" Saya Fera nona, yang akan menjadi dokter kandungan anda selama masa kehamilan sampai saatnya anda melahirkan nanti. Baiklah, kita akan periksa dan USG ya. Anda bisa menggunakan kursi roda ini untuk menuju ruangannya." Fera mengarahkan Aqilla untuk mengikutinya.


" Pelan-pelan sayang, kau ini selalu seperti itu. Ingat, sekarang kau sedang hamil!." Akhtar mengomel karena Aqilla masih suka bergerak semaunya sendiri.

__ADS_1


" Hehehe, lupa mas. " Senyum yang ia berikan memperlihatkan susunan gigi.


Dengan perlahan akhirnya mereka menuju ruang pemeriksaan kandungan, dan Evan ia sudah kabur akibat tatapan tajam dari Akhtar.


__ADS_2