Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 59


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


Keadaan Aqilla sudah sangat membaik, Evan tidak ingin menggulangi kembali kesalahannya. Dengan cermat dan begitu cerewet iya merawat dan memeriksa Aqilla, kalau tidak. Dia akan mendapat amukan dari raja hutan, dan terbukti. Saat ini, Aqilla sudah menjalani hari-harinya dengan sangat baik.


......................


" Kak, Haykal ada pesanan bunga. Kakak mau nggak? Tapi jangan dipaksain, nanti malah sakit lagi."


" Memangnya berapa banyak? masa' rejeki ditolak dek. " Aqilla mendekati Haykal dan melihat bentuk seperti apa yang ingin dipesan oleh temannya.


" Nggak banyak si kak, cuma lima. Stock bahan masih ada juga kan, nanti Haykal bantuin."


" Hem, boleh juga. Okelah kalau begitu, kita ambil pe..." Ucapan Aqilla terhenti.


" Tidak!!! " Suara dari arah pintu.


" Eh, kayak ada suara makhluk astral kak." Jawab Haykal.


" Siapa sih! Kok ada suara tapi nggak ada wujudnya." Aqilla pun larut dalam kekonyolan sang adik.


" Kalian ini!!! Awas saja kalau menerima pesanan lagi, saya bakar semuanya." Suara itu semakin bergema.


" Dek, kok kakak tambah merinding ya? serem banget kayaknya."


" Iya kak, apa kita lempar pakai bawang putih aja ya. Katanya bisa mengusir makhluk astral gitu.!"


" Hem, nggak boleh pakai itu. Bacain aja ayat kursi, nanti dia pergi sendiri. Cepetan baca!!!." Aqilla semakin ingin tertawa.


Saat Haykal ingin membaca ayat kursi, mulut Haykal dibekap oleh sebuah tangan yang kekar.


" Kalian ini, mana ada makhluk astral seganteng saya. Rasain ini!!!." Akhtar langsung melepaskan tangannya dan menggelitiki Aqilla yang sudah tertawa.

__ADS_1


Hahaha...


" Ampun tuan! Geli." Aqilla meronta minta untuk dilepaskan.


" Rasakan ni, siapa suruh ngejahili, hah!." Akhtar masih dengan menggelitiki.


" Woi, woi, woi. Belum halalan toyiban, main peluk-peluk aja. Nggak liat apa, ada orang disini." Haykal memprotes.


Akhtar melepaskan kejahilannya, dan merapikan kembali penampilannya.


" Maaf sayang! Pokoknya nggak ada lagi buat bunga atau apalah itu namanya, cukup jaga kesehatan dan jangan bandel." Akhtar mentoel hidung Aqilla.


" Kok gitu! Kan hanya duduk dan sedikit menggunakan tangan, insyaa Allah nggak capek tuan." Aqilla mencoba membujuk.


" Sekali tidak, tetap tidak. Tidak ada tawar menawar lagi!" Akhtar dengan tatapan tajamnya.


" Huft, Iya tuan!!." Aqilla malas untuk berdebat.


" Terus, kita makan darimana? ". Haykal dengan wajah yang memelas.


" Kakak itu bukan suaminya kak Qilla, kok mau menjamin kehidupan kami. Dasar manusia aneh." Haykal seakan-akan mengejek.


" Kalau begitu! Saya akan menikah dengan kakakmu, bila perlu saat ini juga."


Ucapan yang Akhtar sebutkan, membuat Haykal dan Aqilla melonggo.


" Bagaimana sayang, kamu mau kan nikah denganku?" Akhtar memandangi wajah Aqilla dengan jarak yang sangat dekat.


Tiba-tiba dari arah pintu, masuklah lima orang. Empat pria dan satu wanita, siapa lagi kalau bukan Jason, Leo, Evan, Adam serta Meyra. Mereka secara bersamaan berteriak...


" Mau, mau, mau. "

__ADS_1


Aqilla sontak sangat kaget dengan kehadiran mereka semua, apalagi dengan ucapan Akhtar yang menyatakan untuk melamar dirinya.


Namun, perasaan dan hati Aqilla tiba-tiba merasa tidak yakin akan semuanya.


" Maaf tuan, saya tidak bisa!!" Aqilla langsung lari masuk ke dalam kamarnya.


Semua orang yang berada disana menjadi melonggo', terutama Akhtar.


Ditolak!


Seketika hancur semua yang ia rasakan, Akhtar terduduk lemas mendengar jawaban dari Aqilla.


Meyra langsung menyusul Aqilla kedalam kamarnya. Melihat Aqilla yang sedang menanggis, menekuk lututnya dan bersandar pada tempat tidur.


" Qilla, kamu nggak apa-apa kan?."


" Aku nggak sepadan dengannya Mey, apalagi orangtuanya tidak menyukai kami Mey. Apa salah, aku menolaknya?." Dengan menanggis Aqilla mencoba mencurahkan semua perasaannya.


" Kamu nggak salah Qil, coba tanyakan pada hati kecilmu. Apa yang kau rasakan pada tuan Akhtar? Mungkin sekarang, dia sedang terluka dengan jawabanmu tadi. Dia sangat menyukaimu, semuanya itu bisa kau rasakan dari semua sikapnya selama ini." Meyra merangkul pundak Aqilla.


" Dia dimana Mey?." Aqilla menanyakan keberadaan Akhtar.


" Tadi masih ada di luar, coba bicarakan baik-baik. Semua permasalahan pasti ada solusinya Qil, percayalah."


Aqilla meresapi perkataan Mey, ia sadar sudah egois dengan tidak memikirkan perasaan Akhtar. Ia beranjak dari kamarnya untuk keluar dan bermaksud untuk menemui Akhtar, namun semuanya itu kini sia-sia. Akhtar sudah pergi!


" Kemana Tuan Akhtar, dek? " Tanya Aqilla pada Haykal.


" Sudah pergi!." Jawab Haykal singkat.


Aqilla semakin merasa bersalah kepada Akhtar, kini ia hanya bisa menanggis.

__ADS_1


Maafkan aku, tuan. Maaf atas ke egoisan ini, aku mencintaimu, aku mencintaimu.



__ADS_2