Permata Hatiku

Permata Hatiku
Mungkin Ruby ?


__ADS_3

apa yang mereka lakukan !


semua tidak berguna !


mencari seorang wanita saja mereka tak dapat menemukannya !


Aaron begitu kesal saat semua anak buahnya tak dapat menemukan Berlian.


ditambah dia mendapatkan kemarahan Rao yang terus saja mengumpat ke arahnya karena kebodohan dirinya.


ya, dia akui dirinya bodoh !


bahkan sangat bodoh.


" semua sudah terlambat. kau akan kehilangan dirinya ! " satu kalimat yang keluar dari mulut Rao mampu mencubit hati Aaron.


" kau bodoh kakak ipar ! aku membencimu ! " dan kalimat dari sang adik iparnya ini membuat tulang tulangnya meremuk.


dan pukulan bertubi tubi datang dari sang kakak ipar.


" lihatlah yang kau banggakan ini Daddy ! dia pria br******k yang telah membuang adikku ! " kemarahan Gustav begitu jelas dan Aaron masih menerimanya.


malam itu pun mereka menjadi satu mencemaskan Berlian. bahkan mata Mark pun tak luput mengawasi setiap siapa saja yang datang untuk melaporkan.


' kembalilah putri ku, aku mohon kembalilah pada sang tua ini. ' lirih Mark dengan mata yang berkaca kaca.


" Ruby ! " guman Amey pelan


" ya ? " tanya Rao yang mendengar gumanan Amey.


" mungkin Ruby lah otak dibalik semua ini ! " Amey begitu yakin akan sosok yang ia curigai.


Amey menghapus air matanya dan beranjak dari duduknya.


saat hendak pergi melangkah, sebuah tangan kekar menahan langkahnya.


" lepaskan aku ! " ucap Amey dengan menarik tangannya agar Rao melepaskan tangannya.


tapi Rao tidak melepaskan cengkraman itu. ia lebih mempererat mencengkeram agar Amey tidak lepas darinya dan itu membuat Amey berdesis kesakitan.


perbedaan mereka pun mendapatkan tatapan dari semua orang.

__ADS_1


" kau mau kemana ! " ucap Rao dengan masih tarik menarik dengan Amey.


" aku ingin merobek seseorang. aku yakin dialah dalang dari semua ini ! " teriak Amey dengan rasa kebencian yang mendalam.


" Kau yakin dia dalangnya ? " tanya Gustav dan Amey membenarkan itu dengan anggukkan kepalanya.


" kau tunjukkan siapa dia, akan ku kuliti dia hidup hidup ! " ucap Aaron dengan mata yang menyala.


Gustav tertawa mengejek ke arah Aaron. " jangan kau pedulikan adikku. urus saja urusanmu ! kau bukanlah siapa siapa sekarang ! " ucap Gustav.


" dia istriku ! " jawab Aaron dengan nada yang penuh penekanan menahan amarah.


" dia bukan istrimu lagi tuan." Rao pun ikut berbicara dan makin membuat Aaron kesal.


" apa kau lupa, kau sudah tidak peduli lagi dengan yang kau bilang istri tadi ? " ucap Rao lagi.


" kau ! beraninya kau denganku ! " kemarahan Aaron makin menjadi. ia tak menyangka jika Rao berani membangkang padanya.


Mark begitu kecewa pada takdir yang mempermainkan putrinya. Mark kira dengan menikahkan Berlian dengan Aaron hidup Berlian akan sempurna.


tapi kini yang ia dengar jika kebahagiaan itu hanyalah tinggal kenangan.


maafkan aku putriku !


*********


" dimana kakak ku ! " Amey menarik kasar rambut Ruby.


Ruby yang sedang duduk termenung di sofa nya begitu terkejut saat beberapa orang tak dikenalnya membawa paksa dirinya.


ia benar benar diculik oleh seseorang. bahkan matanya pun ditutup oleh kain berwarna merah agar ia tak dapat melihat dimana ia akan dibawa.


" siapa kalian ! " teriak Ruby.


bugh, tubuh kasarnya terhempas begitu saja saat memasuki sebuah ruangan pengap dan sedikit penerangan cahaya.


" kau tidak akan mengenal mereka. tapi kau mengenal suara ku bukan ? " ucap Amey dengan menggenggam tangan nya menahan geram pada sosok wanita yang ada dihadapannya ini.


Ruby tertawa dan seketika wajahnya menjadi dingin. " seorang pecundang ! " ucap Ruby menghina Amey.


" kau ! " Amey kesal dan ingin melangkah ke arah Ruby. tapi lagi lagi Rao menahannya.

__ADS_1


" dimana adikku ? " tanya Gustav pada Ruby dengan sedikit menundukkan tubuhnya mensetarakan dengan tubuh Ruby.


Ruby mengerutkan alisnya dan terdiam. " maksudmu ? " tanya Ruby yang tak mengerti.


" kau pura pura bodoh ? atau kau pura pura tuli ? " Gustav mengangkat dagu Ruby dan menghempaskannya dengan kasar.


" bukannya adikmu ada disini pria bodoh ! " ucap Ruby dengan kekehan kecilnya.


Amey yang tak tahan langsung menghampiri Ruby saat Rao lengah.


" dimana kakakku ! " ucap Amey dengan menarik kasar rambut Ruby.


Ruby berdesis perih saat rambutnya ditarik kasar oleh Amey.


" jawab dimana kau sembunyikan kakakku j*l***g ! " teriak Amey didekat telinga Ruby.


Ruby merasakan Telinganya berdenyut saat Amey berteriak di dekat telinganya. tapi disitu pula hatinya sungguh bahagia mendengar Berlian menghilang.


" waaahhh, ternyata ada juga yang tidak menyukai j*l***g itu ! " ucap Ruby begitu bahagia.


braaakk !


sebuah Ruby melayang dan remuk seketika saat seseorang membantingnya.


terkejut bukan main saat Rao benar benar membanting kursi itu sangat dekat dengan tubuh Ruby.


" walaupun bukan aku yang menculik j*l***g itu, ku harap dia mati dan tak kembali. " Ruby senang karena dendamnya kini terbalaskan walaupun bukan dengan tangannya sendiri.


" kau yang akan mati. bukan nyonya ku ! " ucap Rao dengan mengacungkan sebuah senjata ke arah Ruby.


********


brak


braak


braaaakkk


" buka pintunya ! " teriak seseorang di balik pintu yang terkunci.


braaaakkk

__ADS_1


Aaron menendang kasar pintu kokoh itu. ia begitu kesal karena mereka telah membius dan memasukkannya kedalam sebuah ruangan.


mereka benar benar tak menginginkan Aaron disana. karena mereka sudah benar benar kecewa akan dirinya.


__ADS_2