Permata Hatiku

Permata Hatiku
BAGIAN KEDUA TENTANG RIYANA


__ADS_3

" inget jangan kemana mana setelah jam lu selesai ! " Bunga berteriak sebelum dirinya benar benar pergi meninggalkan Riyana sendiri.


anak yang di ingatkan hanya diam dan mengangguk dengan bola mata yang menatap pada pria yang baru saja keluar dari mobilnya.


*uuuhhh mangsa baru, siapa tuh. *


baru saja satu langkah ingin menyapa memberikan salam tempel pada sosok maco itu, teman tak berfaedah nya datang bersama kawanannya yang lain.


grep, di rangkul pula Riyana.


" minggirin gak tangan lo ! " naik turun alis Riyana tak suka melihat kelakuan teman sekelasnya.


" berisik, udah ikut kita " dipaksa pula dirinya, dan mau tak mau Riyana ikut sebelum lehernya benar benar lepas dari tubuhnya.


jika kita berjodoh maka kita akan bertemu lagi. guman kecil Riyana pada sosok pria itu dengan menatap sayup tubuh pria itu sebelum teman temannya memaksa dirinya menjauh memandangnya.


satu anak perawan di kelilingi oleh tiga pria. dan setiap mata memandang pasti berfikiran itu wanita mantap ya main sama tiga pria padahal itu wanita sedang menjerit meminta pertolongan.


" gimana kemarin hasilnya ? " Tanya satu di antara mereka bertiga yang sudah mulai gatal ingin bertanya.


" apa yang gimana ? " dan yang ditanya nampak polos dan tak berdosa membuat yang bertanya menepuk jidatnya berkali kali.


napa bang pusing ???


ada tuh b*dr*xin !!!


" lah gimana sih lu. itu kemarin gimana !!!! " dan satu dari mereka ikut berkicau bersuara karena sudah tak sabar ingin menguliti anak yang digandangkan perawan ini KATANYA. ya gimana gak katanya kan mereka gak ngerasain jadi gak tahu benar apa benarnya.


" apanya yang gimana !!! " dan yang ditanya ikut naik darah dengan urat urat tarikan suaranya.


aaassstaaaggaaa ...


mata mereka menatap kesal pada anak gadis satu ini.


" di perkosa boleh gak sih ! "


Riyana mundur dengan cantiknya menutupi dadanya dengan kedua tangannya.


" janganlah bang, neng kan belum belajar rasanya mantap mantap bang " kesal bukan main dengan jawaban gadis kepolosan ini.


" ya tuhanku !!! itu profosal gimana diterima gak pea !! " nah sudah mulai dia dibatas jati dirinya.


" lu ngomong yang jelas makanya pea !! bilang gimana kemarin ya kan kemarin banyak tragedi " termasuk melihat kakak sebelah main mantap mantap dengan suami orang.


kost bebas dan bebas pula melihat adegan mantap mantap.


" Kemarin deal, udah gak perlu ada yang di revisi lagi. " lega rasanya ketiga pria itu. memang tak salah jika mereka memilih Riyana sebagai ketua tim kelompok mereka, karena pastinya gadis ini dengan sejuta kebiasaannya dapat berhasil membobol pertahanan lawan.


" dan satu lagi jangan cari gue kalau cuma mau ngajak main mantap mantap, karena burung kalian belum tentu jago sama kayak burung kakak sebelah. "

__ADS_1


di otak Riyana itu burung kacer yang sedang berkicau mendapatkan gelar sandang juara bertahan tapi di otak kalian aku gak tahu ya.. hehehe


" dia belum tahu aja ya punya gue mantap " katanya sambil memandang tubuh Riyana yang sudah mulai masuk ke dalam kelasnya.


" emang lu udah pernah ? " satu pertanyaan yang ambigu untuk dijawab karena ini masih diwilayah garis besar gugus depan yaitu kawasan Rektorat.


lah mereka gak sadar ya tadi ngapain anak perawan orang dan sekarang mereka terdiam dengan satu pertanyaan UDAH PERNAH ?


sesuai dengan yang dikatakan, setelah selesai jam nya Riyana pergi menemui Yuda yang sudah menunggunya di tanam dekat fakultasnya.


Rajin sekali pria yang berkaca mata dengan senyum lesung di pipinya mangkal di fakultas Agrotheknologi padahal dirinya adalah mahasiswa Fakultas Hukum. entahlah yang penting mereka mengenal sebagai Tukang masaknya Riyana. gimana gak tukang masak tiap ketemu yang menyodorkan bekal makanan adalah Yuda.


" nih " Riyana menyodorkan kotak makan berwarna merah jambu dengan tutup bergambar hello kitty yang entah dia tak tahu Yuda dapat darimana. mungkin itu punya anak kakaknya atau punya anak sekolah yang ia palak dan  Riyana gak mau tahu itu.


Yuda mengambil kotak tersebut dan menukarnya dengan kotak berwarna .... sama miripnya.


astaga, gue rasa ini kotak model begini dia borong semua deh. guman Riyana sebelum dirinya mengambil kotak tersebut.


" gak kurang garamkan ? " tanya Yuda dengan memasukkan kotak yang diberikan Riyana kedalam tasnya.


" gak kok rasanya pas. makasih ya ! " jawab Riyana dengan tersenyum merekah pada Yuda yang membuat Yuda ikut tersenyum pada Riyana.


" yaudah aku masuk kelas ya, nanti jangan lupa di makan " ucap Yuda


saat tangan Yuda ke atas dan mengarah ke arah dirinya untuk mengacak ngacak Rambut Riyana, Riyana dengan sigap mundur ke belakang beberapa langkah.


" jangan ya, aku belum keramas " padahal bukan itu sebenarnya. alasan yang sebenarnya ia tidak mau rambutnya berantakan saat sisir di tasnya ketinggalan.


" ok, aku ke kelas ya " Yuda pergi meninggalkan senyumannya. dan Riyana tersenyum mendapatkan makan siangnya.


tak sia sia dia mengiyakan untuk menjadi pacar Yuda walaupun dirinya punya pacar utama.


gak apa apalah yang penting uang saku makan aman.


tring


' LAPERR '


satu pesan masuk kedalam ponsel gebuknya Riyana.


ini kita mainnya pesan ya karena yakinlah pada jaman dahulu itu sms bisa dapet bonus gede gedean dan tidak ada namanya WA.


pesan kedua juga masuk


' LAPEERRR '


Ryana membacanya dengan berdecak risih.


" Laper bukannya ke warteg kok bilang ke gue, heran bener deh " ucap Riyana setelah membacaa isi pesan tersebut.

__ADS_1


' makanlah ! ' terkirimlah ke bagian penghujung sana.


tring masuk lagi sms


' GUE LAPEERR '


astaga laki seperti ini membuat Riyana geleng geleng menyerah.


" lu kenapa ? " tanya Bunga saat dirinya tiba di Fakultas tempat Riyana mengais ilmu.


mata seram, serta pipi terjerat dengan bibir yang seperti ini mengutuk itu dapat Bunga lihat saat Riyana menatap layar ponselnya.


" Pinjem motor lu bentar dah ! " ucap Riyana dengan kesalnya.


" eh gak jadi donk kita "


Riyana tak menjawab kembali dia hanya menyodorkan hp nya pada Bunga dan Bunga dengan senang hati melihat isinya.


" mau kesana ? " tanya Bunga memastikan karena jarak di kota A dan B itu kurang lebih satu setengah jam dan Riyana hanya seorang diri dengan menggunakan Sepeda motornya.


" dari pada anak orang mati kelaperan " jawab Riyana dengan mengambil kembali hpnya.


" yaudah nih " Bunga memberikan kunci motornya pada Riyana dan Riyana menerima kunci tersebut.


" anterin gue dulu ya ke rumah " ya gak mungkin kan Bunga jalan kaki ke rumahnya sementara motornya di pakai Riyana.


" ok "


mereka berdua pun segera meninggalkan tempat dan menuju ke parkiran untuk mengambil motornya Bunga.


" Karcisnya Neng ? " tanya pak satpam pada mereka.


" Nge, karcis keluarin " Ucap Riyana yang kini menjadi tukang ojek Bunga.


Bunga yang merasa tidak memegang karcisnya, membuka kaca helmnya dan membusungkan dadanya mendekat pada Riyana.


" lah kan karcisnya sama lu ! " sanggah Bunga membuat Pak satpam itu terdiam.


tragedi terulang kembali.....


" aaaaaiiihhh,, " keluh Pak Satpam.


" Du, kamu saja ya saya nyerah sama mereka. " belum selesai, mereka sudah di tinggal oleh Pak Satpam.


" lah pak kita gimana ! " teriak Riyana yang sudah mulai berdemo di tinggal oleh Pak Satpam.


" Bapak nyerah Neng, nyerah beneran. " Pak Satpam itu angkat tangan dan tidak mau mengurusi kedua sahabat itu.


_________________

__ADS_1


dan ini merupakan scule keduanya ya gengs. yuk di comot di coel di resapi.


inget hanya bisa di resapi bukan di bawa pulang. wkwkwkwkwk


__ADS_2