
di sebuah Mall ternama di negara A.
Berlian, Tasya sedang duduk menikmati makan siang mereka di sebuah restoran yang menjajakan masakan cepat saji.
tring
sebuah pesan dari Diordan masuk kedalam ponsel Berlian.
' sayang, aku merindukanmu '
Berlian tersenyum hangat.
' aku tidak ' jawaban Berlian dengan terkekeh.
' kau jahat ! '
' aku mencintaimu '
' sudah selamat makan siang '
Tasya merotasikan matanya melihat kelakuan sahabatnya yang sedang kasmaran.
" merah merah merona " cibir Tasya dengan memasukt kentang goreng ke dalam mulutnya.
Berlian masih fokus dengan layar ponselnya tak menghiraukan ucapan Tasya.
setelah makan siang mereka memutuskan untuk kembali ke galery tempat mereka bekerja.
" ya ampun " pekik Tasya melengking mengagetkan Berlian dengan menepuk jidatnya.
__ADS_1
Berlian berhenti melangkah dan menatap Tasya. " kenapa ? "
" ponselku ketinggalan ! "
" aku akan segera kembali " Tasya berlari menuju restoran tempat mereka makan siang tadi.
Berlian menggelengkan kepalanya " dasar pelupa " cibir Berlian.
Berlian yang sedang menunggu Tasya tak sengaja matanya melirik ke arah toko penjual marshmellow. seakan tergoda, Berlian berjalan ke arah toko tersebut.
dilihatnya makanan empuk itu dengan tatapan mendamba. makanan manis itu menggoda mulutnya.
rasanya ingin ******* semua makanan manis itu. Berlian melihat ke kiri dan ke kanan. dia takut jika nanti Tasya datang menghampirinya.
tapi sepertinya saat Berlian sedang asyik memilah memilih marshmellow. ada seorang pria yang tersenyum memperhatikannya dengan perasaan penuh rindu.
Berlian menghentakkan kaki kesal karena ingin sekali ******* semua rasa marshmellow yang sedang bertengger rapih di dalam meja saji. pria itu terkekeh melihat tingkah Berlian.
pria itu berjalan mendekati Berlian yang sedang menunggu marshmellow itu untuk dibawanya pulang.
" kenapa tidak beli semuanya ? apakah kau takut gendut ? " ucap pria itu.
deg, Berlian terkejut mendengar suara itu. suara yang pernah dulu ia dengar. suara bass itu.
perlahan Berlian menoleh kearah samping kanannya. betapa kejutnya dia, bola matanya membulat sempurna saat ia lihat sosok yang berdiri tersenyum di dekatnya.
" Re - an " cicit Berlian pelan yang masih terdengar ditelinga pria tampan itu.
Rean tersenyum karena Berlian masih mengenalnya.
__ADS_1
Berlian masih diam membisu menatap Rean yang ada dihadapannya.
dengan perlahan Berlian berjalan mundur untuk menghindari Rean. saat sudah merasa cukup jauh, Berlian berlari keluar dari toko marshmellow itu.
Rean yang memanggilnya tak ia hiraukan. Berlian hanya ingin terus menghindar darinya.
" kau abis dari mana ? A - " belum usai Tasya memarahinya dengan muka kesalnya, Berlian sudah menarik tangannya.
" hei, jangan menyeret ku seperti ini ! " keluh Tasya saat ia di paksa berjalan cepat oleh Berlian.
******
masih di dalam Mall di sebuah restoran, Diordan menunggu sahabatnya yang sudah tiba di negaranya.
" maaf menunggu " ucap pria itu dengan duduk tepat dihadapan Diordan.
" No, aku baru datang. " jawab Diordan.
Diordan menyesap kopi yang ia pesan tadi. satu alis mengangkat serta memperhatikan sahabatnya.
" kenapa kau tersenyum ? "
Pria itu tertawa " dia semakin cantik " pria itu tersenyum membayangkan sosok wanita yang baru saja ia temui.
" apa dia secantik calon istriku ? " pria itu menatap kedua bola mata Diordan dan tersenyum.
" sepertinya wanitaku lebih cantik dari wanitamu " ucap pria itu menggoda Diordan dengan mengangkat kedua alisnya.
" baiklah. aku akan membawa calon istriku besok menemuimu. kita lihat calon istriku atau wanita pujaanmu yang lebih cantik. " ucap Diordan menantang pria itu.
__ADS_1
" ok ! besok aku akan melihat calon istrimu itu " pria itu tersenyum menerima tantangan dari Diordan.