
kyyyaaaaaaaaa
Berlian menjerit dan memberontak saat Aaron mengakat tubuhnya.
" turunkan aku ! tolong turunkan aku ! " pinta Berlian dengan terus memukul dada bidang Aaron.
" tidak akan. " ucap Aaron
" akan ku pukul kau ! " ancam Berlian itu tidak membuat Aaron takut malah membuat dirinya terkekeh kecil.
" berjalan saja dahulu baru berfikir untuk memukulku. " ucap Aaron dengan tersenyum mengejek.
apa yang dikatakan Aaron ada benarnya. bagaimana ia memukul Aaron sementara berjalan saja ia masih tertatih.
lihat saja nanti, jika aku sudah bisa berjalan aku akan membuatmu tak berkutik !
Aaron melirik Berlian yang sedang terlamun dalam gendongannya. sepertinya wanitanya sedang memikirkan agar cepat membuat perhitungan pada dirinya. sungguh menggemaskan dalam fikirannya.
cup
satu kecupan singgah di kening Berlian dan itu membuat Berlian terkejut bukan main.
Berlian menadahkan kepalanya memperhatikan sosok Aaron yang pura pura tidak tahu malu itu. ingin rasanya Berlian memaki pria itu.
" dasar mesum ! " guman Berlian pelan yang membuat Aaron melirik ke arahnya.
" akan aku tunjukkan apa mesum itu sesungguhnya ! " ucap Aaron yang makin membuat Berlian memberontak dalam gendongannya.
" turunkan aku ! " pinta Berlian.
__ADS_1
" tidak akan ! " ucap Aaron
Aaron membawa tubuh Berlian menuju kamar Berlian. sepanjang jalan, Berlian terus memberontak ingin diturunkan tapi Aaron tak menggubrisnya.
*
*
*
*
*
brrruuuggghh
Aaron melempar tubuh Berlian dalam tempat tidurnya.
" apa kau tidak punya perasaan ? " ucap Berlian dengan sorot mata yang benar benar kesal.
" apa itu begitu sakit ? " Aaron melangkahkan kakinya mendekati Berlian.
baru saja satu kaki naik di kasur Berlian, Berlian sudah mundur untuk menghindari.
serta tangannya pun menahan Aaron untuk lebih dekat lagi padanya.
" sudah sekarang kau pergilah ! " pinta Berlian agar Aaron cepat keluar dari kamarnya.
Aaron mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum ke arah Berlian.
__ADS_1
kaku sudah tubuh Berlian melihat tatapan mata Aaron dan ekspresinya seperti itu. apa yang akan pria ini lakukan pada dirinya.
" bagaimana aku bisa pergi, kalau aku belum mengetahui bagian mana yang ada pada dirimu terasa sakit ? " ucap Aaron dengan masih terus tersenyum penuh siasat.
" tidak ! tidak ada yang sakit jadi kau bisa pergi ! " jawab Berlian dengan cepat.
apa yang akan dilakukan pria ini sungguh diluar nalar Berlian. terlalu berani adalah kata yang cocok pada diri Aaron.
" baiklah jika tidak ada yang sakit." ucap Aaron memberi jeda " bagaimana jika aku mengajarkanmu arti dari mesum ? "
buugghh !
satu bantal tepat mengenai wajah Aaron.
" aku tidak mau ! pergilah jangan seperti ini ! nanti ada yang melihat ! " ucap Berlian dengan terus melempar bantal ke arah Aaron.
Aaron tertawa senang bisa menggoda wanitanya. benar benar membuat dirinya terhibur dengan tingkah Berlian.
grreeb.
Aaron memegang kedua tangan Berlian dan mendorong tubuh Berlian.kini Berlian berada dalam genggamannya.
deg, sementara Aaron terdiam dengan pandangan dibawahnya itu. Berlian benar benar memikat hatinya dan ingin rasanya saat ini dirinya berbuat lebih pada wanita yang ada dibawahnya itu.
sedangkan Berlian benar benar dibuat terasa sesak dengan atmosfer itu. pria ini benar benar sulit ia kendalikan.
" a Aaron ! " ucap Berlian membuat Aaron berdesis dan memejamkan kedua matanya.
pikiran Aaron kini tengah berkelana liar membayangkan pergulatan hebat dengan berlian. tapi sebisa mungkin dirinya mencoba menetralkan keadaan untuk tidak berbuat jauh pada Berlian.
__ADS_1
saat sudah merasa cukup dengan pertarungan batin, Aaron membuka matanya. di tatapnya wajah cantik Berlian dengan dalam.
" besok kita akan menikah ! "