Permata Hatiku

Permata Hatiku
Kau Menyukainya ?


__ADS_3

Setiap Negara mempunyai aturan perundangan udangannya masing masing, begitu juga dengan Negara I ini. mereka yang ingin tinggal di Negara I harus mengikuti peraturan undang undang yang tertera.


Gustav sang kakak tertua dan juga menjadi kepala keluarga setelah Mark, mengajukan hak untuk tinggal di Negara tersebut.


dengan bermodalkan paspor serta visa yang ditunjukan pada Negara ini, mereka dapat tinggal untuk sementara waktu dengan sesuai ketentuan yang ada. dan juga Gustav sudah menaruh saham pada Negara ini untuk lebih mempermudah keluarganya menetap pada Negara tersebut.


Bermodalkan alat canggih dan seorang pemandu, Berlian serta yang lainnya siap untuk menjelajahi Negara yang katanya terkenal dengan bermacam budayanya.


Hari begitu panas Berlian memilih  baju dengan berpotongan regular fit ini memiliki scoop neckline yang membuatnya nyaman untuk berpergian. dan juga untuk kedua putranya ia kenakan baju dengan potongan llengan pendek berbahan katun jersey serta celana jeans di atas lutut.


keereeenn !!


warna kontras dengan kulit mereka yang putih membuat mereka menjadi daya tarik penduduk asli Negara I.


" Mom, Ini sungguh Indah " ucap Elvis yang Berlarian menyusuri Indahnya Pantai dengan pasir putih hangat karena sinar matahari.


Berlian terseyum dengan beberapa kali melakukan rekam mereka yang sedang bersenang senang dengan aktivitas di negara baru yang mereka singgahi ini.


" Ku harap kau menyukainya " Tasya merangkul tangan kanan Berlian dan bergelayut manja disana. wanita yang sudah berumah tangga ini tidak pernah berubah sedikitpun dengan kebiasaanya yang manja pada sahabatnya yang satu ini.


walaupun iya tahu sahabatnya ini pasti hanya menjawab dengan satu kata " hhhmmm " baginya itu sudah cukup berarti sahabatnya itu cukup puas dengan apa yang ia rasakan.


" Rean menghubungiku semalam ? "  satu kata mengubah mood Berlian.


Ia menatap tasya dengan tak suka, karena ia ingin melupakan semuanya dan tidak ingin mengungkit kembali masa lalunya.


Tasya yang merasakan ketidak tertarikan Berlian membahas tentang Rean, ia pun mengurungkannya kembali. satu sisi ia merasa kasihan pada sahabatnya dan satu sisi ia juga merasakan ketidak berdayaan Rean.


Pria itu begitu tulus mencintai Berlian tapi mengapa Berlian masih saja bodoh tidak bisa mencintai kembali Pria itu.


sudahlah, aku tidak ingin memikirkannya kembali. guman Tasya pelan dengan sedikit menggidikan bahunya.


" hai, bule ... Pria disini juga tak kalah kerennya loh dengan Pria disana " teriak Tasya pada Berlian yang sudah jauh di depannya.


Berlian menoleh dan hanya menggelengkan kepalanya.


Hari menjelang berangsur pada kembalinya sang surya ke tempat singgah sananya. mereka semua ikut turut menikmati pemadangan sunset dengan bersantai ria di atas yacht / kapal pesiar kecil dengan berada pada tengah hamparan laut yang biru.


perlahan pemnadangan indah itu mereka saksikan sampai cahaya itu meredup dan menjadi hamparan bintang di tengah lautan.


aaahh,, sungguh indah dan ini belum gue saksikan kembali setelah nikah sama dia ( gue sendiri lagi curhat ).


malam pun di tutup dengan seiring live musik dengan hidangan yang disajikan, Berlian merasa sungguh harinya semakin menyenangkan. awal mula di Negara I ini benar benar terkesan di hati Berlian.


" kau menyukainya ? " masih pertanyaan yang sama yang keluar dari bibir Tasya. ia ingin Berlian benar benar merasakan kehangatan di Negaranya.


" Yeaah, aku sungguh menikmatinya. " jawab Berlian dengan mengangkat tinggi minuman bersodanya.


ah, sungguh ini menyenangkan.


ku harap akan terus menyenangkan.


__ADS_1











" wanitaku sungguh cantik " Ucap Pria yang sama menikmati pemandangan itu di layar ponselnya. Ia mendapatkan sebuah foto Berlian yang sedang duduk dengan memandang langit dari seorang yang ia suruh unttuk terus memnatau keadaan Berlian.


melihat Berlian saja di dalam ponselnya sudah membuat ia tersenyum bahagia, baginya Berlian adalah cahaya dalam hatinya dan tidak akan terganti dengan yang lainnya.


" Tunggu aku, aku akan datang menemuimu " Ia kembali menyesap minumannya dan masih tak lepas dari pandangannya.


_________________________________


I want you to breathe me in


Let me be your air


Let me roam your body freely


No inhibition, no fear


Is it like the ocean?


What devotion are you?


Is it like nirvana?


Hit me harder, again


Is it like the ocean?


Pull me closer, again


Open up my eyes and


Tell me who I am


Let me in on all your secrets


No inhibition, no sin

__ADS_1


Is it like the ocean?


What devotion? Are you?


Is it like nirvana?


Hit me harder, again


Is it like the ocean?


Pull me closer, again


So tell me how deep is your love, can we go deeper?


So tell me how deep is your love, can we go deep?


So tell me how deep is your love, can we go deeper?


So tell me how deep is your love, can we go deep?


(How deep is your love?)


So tell me how deep is your love, can we go deeper?


So tell me how deep is your love, can we go deep?


(How deep is your love?)


So tell me how deep is your love, can we go deeper?


(Pull me closer, again)


So tell me how deep is your love


So tell me how deep is your love, can we go deeper?


So tell me how deep is your love, can we go deep?


(How deep is your love?)


So tell me how deep is your love, can we go deeper?


So tell me how deep is your love, can we go deep?


aaaasssiiiikkk mantap nih lagu tumben laki gue muternya kagak dangdutan di kamar sebelah. semangatkan gue ngetiknya jadi kagak merem melek z....


ssrrruuuuuppp aaaahhh susu coklatnya mantap pas di lidah.....


ssrrruuuppppp aaahhh lagi yuk ah lanjut bobo udah malam ikan aja udah bobo masa gue melek nememin tante berdaster merah yang ada di depan rumah gue.... noo geelaaaayy


mendingan gue duduk diem sambil ngobrol dengan mereka yang pengen denger ocehan gue.


sssrrrrrrruuuupp aaaaahhhh yuk kuy...

__ADS_1


__ADS_2