
setelah menempuh beberapa jam perjalanan, kini mereka telah tiba di mansion keluarga Lewis.
sungguh pemandangan yang cantik. mansion mewah yang cantik. Berlian tersenyum hangat melihat mansion itu mengingat penuh dengan bermacam bunga.
Gustav yang menyadari sang adik terus menatap ke sekitar mansion itu ikut tersenyum.
" seperti mommy masih berada disini bukan ? " Gustav tersenyum mengenang sang ibu. Berlian sedikit menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan sang kakak.
disambutlah hangat mereka berdua oleh sang tuan utama, Mark j. Lewis
Mark yang kala melihat sosok Berlian seperti melihat sang mendiang wanita yang ia cintai.
dipeluknya erat sang Putri. Mark melepaskan pelukannya dan memperhatikan sosok Berlian dari dekat. sungguh mirip sekali dengan pujaan hatinya.
" Daddy senang kau akan tinggal dengan daddy. " ucap Mark dengan tersenyum hangat.
Berlian pun membalas dengan senyuman indahnya dan itu sanggup membuat Mark menangis karena seperti melihat senyum indah yang tak pernah ia lihat kembali.
" kau mirip dengan Ayara "
Ayara adalah nama mendiang ibu dari Berlian dan Gustav.
Gustav yang menyadari udara mulai bersedih, merangkul mereka membawanya berjalan ke ruang keluarga.
********
dor
dor
__ADS_1
dor
suara tembakan menggema. seorang pria berdiri membidik mengasah kemampuan menembaknya.
Aaron Caldwell Graham. pria tampan berdarah dingin itu adalah ketua gang mafia yang sangat ditakuti.
diapun punya penyokong kehidupan yang sangat luar biasa selain dari bisnis gelapnya, sebuah Mega perusahaan mendunia berada dalam genggamannya.
kehidupan yang penuh kata luar biasa membuatnya berdiri kokoh tak tertandingi. setiap lawan yang ingin menghalangi langkahnya maka dengan secepat jentikkan jarinya akan lenyap seketika.
dibelakangnya ada Hans dan Rao berdiri setia. Hans membantu dalam perusahaan dan bertarung dalam gelap. sedangkan Rao membantu dalam ahli IT serta penembak jitu.
kedua kaki tangannya itu adalah perisai bagi Aaron.
" Tuan " suara Rao menghentikan gerakan Aaron yang akan menembak sasarannya.
" katakan ! " perintah Aaron dengan melanjutkan tembakkannya.
Aaron melepaskan tembakan terakhir itu dengan penuh kebencian.
" gadis itu merupakan adik dari Tuan Gustav. " ucap Rao kembali.
Aaron menatap tajam Rao dengan tatapan membunuh. Aaron ingat rasa kebencian dan balas dendam mengalir dalam darahnya.
Aaron sangat membenci Gustav. sang adik meninggal tepat didepan matanya penuh dengan darah.
Gustav telah membunuh adiknya. keluarga satu satunya yang ia punya.
" kirim mata mata kita cari waktu dan kesempatan. " ucap Aaron dengan nada mendidih.
__ADS_1
" darah dibalas dengan darah " ucapnya lagi dengan luka lebar dihatinya.
Rao mengeluarkan sebuah foto dalam saku bajunya.
" Aap Tuan ingin melihat wajahnya ? " Rao menyodorkan lembar foto itu.
" kau urus saja. " Aaron tidak ingin melihat wajah gadis itu. baginya balas dendam yang lebih utama.
Rao pun menaruh kembali foto itu kedalam sakunya. ditatapnya Hans memberi isyarat dan Hans diam sama acuhnya dengan tuannya.
sungguh fotocopy yang luar biasa. fikir Rao menatap Hans.
*********
angin berhembus memasuki kamar Berlian melalui jendela kamarnya.
kamar dengan dominasi putih dan merah muda ini adalah pilihan Mark untuk anak perempuan nya.
Mark sungguh antusias mendengar kedatangan Putri Ayara. Mark sadar walaupun Berlian bukanlah Putri kandungannya, bagi Mark Berlian adalah putri nya. kalau saja dulu Mark tidak melepaskan Ayara begitu saja, mungkin Berlian kini adalah Putri kandung sesungguhnya.
drrtt
drrrtt
beberapa notifikasi masuk kedalam ponsel pintar milik Berlian. dibacanya satu persatu pesan itu. ada yang dari Amey yang merindukannya, Tasya yang mengeluh sulit bertemu dengannya, bahkan Rean yang akan menyusul menemuinya.
Berlian tersenyum melihat itu semua. mereka begitu tulus menyayangi dirinya.
dan mata Berlian bergerak cepat tak percaya dengan sebuah pesan dari. Diordan.
__ADS_1
' aku ingin bertemu denganmu '