Permata Hatiku

Permata Hatiku
Tak Layak


__ADS_3

*k**enapa semua menyukai Berlian* !


kenapa !


apa hebatnya dia !


kebencian dan kebencian masih bersarang dalam hati Ruby.


setiap kali Diordan mengacuhkan dirinya, setiap itu pula rasa kebencian pada Berlian bertambah.


walaupun Ruby sudah menikah dengan Diordan, tapi jurang diantara mereka masih terasa. bahkan Ruby sangat sulit untuk mendekati Diordan.


saat ini Ruby dengan cantiknya datang ke kantor Diordan untuk menemui suaminya itu. tapi yang ia temukan hanya seorang Pria yang setia dengan suaminya itu.


" tuan sedang sibuk nyonya dan tidak bisa di ganggu. " itulah kalimat yang terlontar dari mulut pria itu.


Ruby yang ingin menunggu pun tak diperbolehkan. dan itu memicu rasa kesal Ruby. bagaimana bisa dirinya adalah istri dari Diordan tapi untuk menemui suaminya itu terasa sangat sulit.


" bilang pada tuan mu itu. jika dirinya masih menginginkan anak ini maka temui aku ! jika tidak maka anak ini akan aku gugurkan ! " itulah ancaman yang Ruby katakan sebelum ia pergi.


ibu macam apa dirinya yang tega mengancam mengatas namakan anaknya yang belum lahir.


tapi Ruby tetaplah Ruby. apapun ia lakukan asal semua keinginannya tercapai.


" aku harus menyingkirkan wanita itu ! harus ! " ucap Ruby dengan penuh amarah.

__ADS_1


*


*


*


*


*


" beraninya wanita itu ! " geram Diordan saat mengetahui anaknya yang belum lahir akan digugurkan oleh ibunya.


dia bukan Berlian !


wanita itu benar benar tidak layak untuk menjadi seorang ibu !


setelah anak itu lahir, aku akan membawanya dan menikahi Berlian.


hanya Berlian yang pantas menjadi ibu dari anak anakku !


pikiran demi pikiran berada di kepala Diordan. ingin rasanya saat ini juga dirinya meninggalkan Ruby. tapi ia masih harus bersabar dan menunggu sampai anak itu terlahir. sekarang dirinya harus mengikuti kemauan Ruby dan membuat sebuah rencana untuk membuat Berlian berada dalam dekapannya kembali.


Diordan saat ini berada di apartemen miliknya. dilihatnya sosok yang sedang mengandung itu duduk di sofa dengan kaki yang menopang satu sama lain.


di sesapnya minuman berwarna merah itu dan sesekali melirik Diordan dengan sebuah senyum mengejek.

__ADS_1


" ternyata kau peduli dengan anak ini kak. aku fikir kau tidak peduli. " ucap Ruby dengan kembali menyesap minumannya.


" aku peduli dan kau tidak ! " ucap Diordan dengan rasa acuhnya.


Ruby tertawa dan menggelengkan kepalanya. " kau menyalahkan aku ? tapi kau tidak menyalakan dirimu sendiri ! apa kau pernah peduli denganku ? "


Diordan menatap Ruby dengan wajah datarnya. dan sungguh baginya Ruby bukanlah hal yang berarti. jika tidak mengingat Ruby sedang mengandung anaknya itu, Diordan sudah menarik wanita itu keluar dari apartemen miliknya itu.


" apa mau mu ? " tanya Diordan dengan suara yang dingin dan benar benar tidak peduli akan Ruby.


Ruby tersenyum serta bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Diordan.


Ruby duduk di pangkuan Diordan serta mengusap wajah Diordan dengan jari jari lentiknya itu. mencoba menggoda pria itu sepertinya.


bukannya suka, Diordan merasa terganggu sehingga menepis kasar tangan Ruby itu.


" jaga sikap mu ! " ucap Diordan makin terdengar meninggi.


" aku sedang menjaga sikapku ! aku itu istrimu dan aku berhak atas dirimu ! " ucap Ruby dengan menarik dasi Diordan dan menatap lamat wajah tampan Diordan.


Diordan tersenyum tapi senyuman itu mampu mematikan lawannya. di tekannya wajah Ruby dengan kasar sehingga menimbulkan erangan kesakitan dari si empunya.


Ruby yang melihat Diordan seperti itu menjadi menciut dan tak bernyali.


" istriku hanya Berlian ! Berlian itu istriku bukan kau ! "

__ADS_1


__ADS_2