Permata Hatiku

Permata Hatiku
Kembali Seperti Awal


__ADS_3

" apa yang kau lakukan pada adik ku hah ! " maki Gustav yang tak sabar ingin membunuhnya.


satu pukulan tepat mengenai wajah Aaron. Rao yang ingin membantu tuannya, lagi lagi dilarang oleh tuannya.


sehingga Rao hanya bisa geram menyaksikan Aaron yang sedang terkena amarah Gustav.


" adikku tidak ada hubungannya dengan masalah ini ! dia sudah cukup menderita jangan kau tambah deritanya ! "


setelah meluapkan rasa amarahnya, Gustav duduk tak bertenaga menatap nasib sang adik. Aaron terdiam melihat kekacauan pada diri Gustav.


" kau bodoh ! aku tidak pernah menyakiti adikmu itu. kau seharusnya lebih peka dengan keadaan bahwa ini semua adalah sebuah rekayasa. " lirih Gustav dengan setitik air mata di sudut kedua matanya.


Aaron masih terdiam karena dia masih dalam keadaan begitu terpukul. apa yang harus ia lakukan sekarang. kenapa begitu sakit saat Berlian terluka.


Gustav beranjak dari duduknya dan bersandar di pintu ruangan ICU. di tatapnya penuh rasa teriris hatinya saat melihat begitu banyak alat medis yang melekat pada tubuh sang adik.


" kau dengar ini ! aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi menemui ibu ! jika kau berani ingin pergi, maka mereka semua harus merasakan deritamu selama ini ! " tegas Gustav dengan nada penuh penekanan.


suasana begitu hening. semua masih terdiam di depan ruang ICU menunggu keadaan Berlian. begitu pun dengan Mark yang datang saat sudah mengetahui sang putri berada di rumah sakit.

__ADS_1


Mark begitu ingin menemani Berlian, tapi Gustav yang tidak ingin sang Daddy kesehatan Daddy nya memburuk meminta agar pulang ke mansionnya. dan dengan berat hati Mark mengikuti permintaan sang anak.


Johan pun datang dengan beberapa perawat membawa makanan serta untuk mengecek keadaan Berlian.


Johan menatap dua tuan muda itu yang sama sama tak bertenaga. tersenyum meremehkan saat kedua pria yang kekar itu dalam keadaan terpuruk.


" Yo, kalian semua makanlah ! jangan tidak makan. nanti kalian akan mengotori rumah sakit ku ini ! " ucap Johan menyindir.


Aaron tersenyum sinis kepadanya " kau mau ku buat jadi gelandangan ! hey bocah, ini rumah sakit milikku ! " ucap Aaron.


sudah lama Johan merasakan mereka bertiga dalam satu ruangan. jika tidak ada kejadian seperti itu, mungkin jalinan seperti ini akan terus terasa.


" aku tidak akan pernah meninggalkan wanitaku ! " ucap Aaron yang membuat Gustav sedikit terheran.


" wanitamu ? dan kau sudah mencoba membunuh adikku masih bisa menyebut bahwa adikku adalah wanitamu ? " ucap sinis Gustav.


" itulah, kenapa aku tidak mengetahui kalau ia adikmu ! " ucap Aaron dengan penuh penyesalan.


" kalau kau sudah tahu, maka jangan bermimpi untuk mendekati adikku ! " Gustav kini menatap tajam pada Aaron.

__ADS_1


Aaron yang ditatap membalik menatap dengan mengukir senyuman mengejek.


" aku tidak perlu restumu ! "


" kau ! " Gustav menggeram.


Johan yang melihat keduanya akan memanas, kini berdiri di tengah mereka berdua.


" sudahlah ! lupakan yang berlalu. kembalilah seperti awal. " pinta Johan kepada keduanya.


********


Ruby yang hanya sendiri berada di dalam kamar pengantin dan tak ditemani oleh sang suami, kini mulai menangis serta menggenggam selimut yang berada di tempat tidur yang ia duduki.


menatap kosong penuh dengan rasa amarah. bagaimana tidak, Diordan meninggalkan dirinya begitu saja untuk mencari Berlian tanpa memperdulikan dirinya.


benci itu yang ia rasakan. karena pusat perhatian semua hanya pada sosok Berlian. padahal apa bagusnya Berlian dalam pikiran Ruby.


aku harap kau pergi menyusul ibumu !

__ADS_1


__ADS_2