Permata Hatiku

Permata Hatiku
Keberanian Anak Kecil


__ADS_3

kini sang anak kecillah yang menarik pergelangan tangan Berlian dan itu membuat Berlian menatap tak percaya.


" kita akan makan aneka makanan laut bagaimana. " tawar sang anak dengan menunjuk tempat makanan penjual seafood.


Berlian menggeleng bertanda tak setuju. " hey, asal kau tahu aku itu alergi makanan laut ! " tolak Berlian.


anak laki laki itu mendesah " merepotkan saja ! " ucapnya.


Berlian berkali kali mengedipkan matanya dan membuka sedikit mulutnya. anak kecil seperti ini berpola seperti pria dewasa.


" ternyata dia alergi makanan laut " Aaron masih mengikuti Berlian.


Berlian menarik sang anak kecil masuk ke sebuah tempat makanan cepat saji. setelah memesan beberapa makanan, Berlian membawanya ke tempat sang anak itu duduk.


" kau tahu, kata ibuku kalau makan cepat saji itu tidak baik untuk kesehatan. " nasihat sang anak.


" kau berisik sekali. jika kau tidak mau maka jangan dimakan ! dan heran kenapa kau tidak ke ibumu saja. " ucap Berlian dengan sedikit kesal.


sang anak diam sejenak memperhatikan Berlian. dan diambilnya sepotong ayam serta nasi untuk ia makan.


" ibuku sudah di syurga, jadi aku tidak bisa menyusulnya kesana " ucap sang anak dengan santai memasukkan makanan kedalam mulutnya.


deg, Berlian mematung melihat anak itu. nasib sama seperti dirinya, anak sekecil itupun harus kehilangan ibunya diusia seperti itu.

__ADS_1


mommy . lirih berlian dengan menatap langit langit.


" hey, makanlah ! Mustinya aku yang merajuk padamu tapi kenapa kamu yang diam seperti itu ! " hilang sudah rasa kesedihan Berlian saat mendengar suara anak kecil itu.


Berlian mengambil segelas cola dan kentang goreng. " nasib kita sama "


sang anak mengadahkan kepalanya melihat ke arah Berlian. " aku pun sama seperti mu. kehilangan seorang ibu diusia tujuh tahun. " ucap Berlian lagi.


" kau laki laki. kau harus jauh lebih kuat dariku ya. " ucap Berlian dengan mengacak acak rambut sang anak kecil itu.


" aku kuat. makanya aku berani menggigit tangan nenek sihir itu. " ucap sang anak dengan merapihkan rambutnya.


baru ingin Berlian berkata, datang seorang wanita dengan berpenampilan glamournya. " ternyata kau disini anak nakal ! " ucap sang ibu tiri dengan berkacak pinggang.


" ikut aku ! " sang ibu tiri menarik kasar anak kecil itu.


Berlian yang melihat ada kekasaran itu, mencekal tangan sang ibu tiri si anak.


" nyonya, biarkan anak ini menghabiskan makannya terlebih dahulu. " ucap Berlian memberi pengertian.


wanita itu menatap Berlian dengan sinis dari atas sampai dengan bawah. ia fikir Berlian adalah seorang gadis biasa dengan penampilan sederhana.


" beraninya kau memegang tanganku dengan tangan k*t*r mu itu ! " di hempaskannya tangan Berlian.

__ADS_1


wanita itu mengambil minuman yang ada di atas meja dan mengguyurnya ke arah Berlian. kegaduhan itu sontak membuat semua memandang mereka.


Aaron yang melihatnya itu pun ingin menghampiri mereka tapi langkahnya terhenti saat melihat beberapa orang berjas hitam datang menghampiri Berlian.


wanita itu yang melihat orang berjas hitam mengitari mereka menjadi terasa gugup.


" nona muda apa kau baik baik saja ? " ucap salah satu bodyguardnya.


Berlian yang sibuk mengibaskan pakaiannya dengan sapu tangan miliknya hanya menganggukkan kepalanya bahwa ia baik baik saja.


" nyonya apa yang kau lakukan pada nona muda kami ! " salah satu dari bodyguard itu mulai mengintrogasi si ibu tiri.


ia gugup mengetahui bahwa sosok Berlian bukan orang biasa. keringat dingin membanjiri keningnya.


" a . a. aku " jawab gugup sang wanita itu.


" dia telah menyerang nona muda kalian. seretlah wanita ini ke penjara " ucap cepat sang anak laki laki itu.


makin puas wajah wanita itu. ia menatap tajam pada sang anak kecil dengan tatapan ingin membunuhnya.


Berlian tersenyum mendengar keberanian sang anak itu.


dasar ***** kecil ! gumanan dari wanita itu masih terus menatap sang anak.

__ADS_1


__ADS_2