Permata Hatiku

Permata Hatiku
Sentuhlah


__ADS_3

malam ini adalah saksi antara mereka.


dinginnya suhu ruangan itu tak dapat membuat tubuh mereka merasakan kedinginan.


aaarrrrggghhhh, kau milikku !


hanya milikku !


hentakan demi hentakan, desahan demi desahan keluar dari mulut Aaron yang kini sudah berhasil mengambil hak nya.


" kau menggigit ku aarrrgggg. " erangan keluar begitu saja saat Aaron merasakan dirinya terjepit oleh milik Berlian.


kini Aaron menegang saat dirinya telah mencapai nirwananya. ia memejamkan matanya meresapi penyatuan mereka.


setelah merasakan puas akan tubuh Berlian, Aaron pun menarik dirinya, kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


sedangkan Berlian, ia hanya bisa terdiam menatap langit langit. ada perasaan yang membuat hatinya sedikit tercubit.


bukan seperti ini yang ia inginkan. ini berbeda dari apa yang seharusnya terjadi.


dan ia cukup kecewa saat Aaron tak mempercayai dirinya.


******flashback on*******


berlian tengah siap untuk kejutan yang ia berikan dengan Aaron.


sebuah makan malam romantis di salah satu kamar mewah hotel xxx dan berakhir pada penyerahan miliknya.


" apa aku seperti wanita murahan ? " tanya ragu Berlian yang menatap dirinya di cermin dengan memegang sebuah baju sexy berwarna merah terang.


memikirkannya lagi ia menjadi merona. ini bukan seperti dirinya. tapi mau bagaimana lagi, mungkin dengan cara seperti ini Aaron akan memaafkannya.


dan apa salahnya Aaron sudah menjadi suaminya, tentu saja ia sudah seharusnya mendapatkan haknya.


jadilah wanita yang berinisiatif dan agresif untuk suamimu !


kata kata itu begitu cepat merasuki jiwa Berlian saat Tasya dengan mudahnya berbicara.


" wanita itu, menikah saja belum ! " Berlian kini tengah mencomooh sahabatnya sendiri.


tepat jam tujuh malam, suara pintu kamar hotel yang Berlian pesan pun terdengar terbuka.


" dia sudah datang ! " jantung Berlian berdetak cepat dan rasa gugupnya pun mulai terlihat.


suara sepatu pantofel menyentuh lantaipun terdengar lebih nyaring saat dirinya tengah gugup.


Berlian meyakinkan dirinya dan menatap dirinya di cermin. setelah itu pun ia memutuskan untuk keluar dari kamar mandi.


nampak jelas tubuh tinggi berjas navi itu melihat meja makan yang ia hias dengan nuansa romantis.


" kau sudah datang ? " tanya Berlian dengan rasa gugupnya.


Berlian perlahan berjalan mendekati sosok pria itu yang membelakangi dirinya.


dengan penuh keyakinan dan keberanian, Berlian mencoba memeluk tubuh pria itu dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung pria itu.


apa dia berganti parfum ?

__ADS_1


setahu Berlian Aaron tidaklah pernah memakai parfum seperti ini.


ah, tidak mungkin !


seketika sosok yang tidak Berlian ingin fikirkan muncul begitu saja diotaknya saat mengetahui khas tubuh sosok tersebut.


" apa begitu nyaman sayang ? "


deg, Berlian menjadi pucat pasih saat mengetahui sosok yang ia peluk bukanlah Aaron suaminya.


dengan cepat Berlian melepaskan pelukannya dan mundur beberapa langkah kebelakang.


" kau ! apa yang kau lakukan disini ! " ucap lantang Berlian.


pria itu berbalik dan benar saja membuat tubuh Berlian terhuyung lemas.


" kau sangat cantik sayang. " mata pria itu terus saja memandangi tubuh Berlian.


oh, shit !


Berlian benar benar terlihat sangat istimewa saat ini.


" jaga bicaramu ! " Berlian makin marah.


siapa yang mengira jika seharusnya berada di kamar ini dirinya dan Aaron, tapi yang ada di hadapannya kini adalah Diordan.


pria ini benar benar tidak mengerti cara melupakan seseorang.


" pergi dari kamar ini sekarang ! " bukannya takut akan kemarahan Berlian, Diordan tersenyum dengan bangganya.


" tidak, aku tidak akan keluar dari kamar ini sayang. aku akan terus disini sampai kita merasa puas. " sebuah senyuman penuh arti mengembang begitu saja di bibir Diordan.


ck, Diordan makin dibuat tertawa lepas oleh kata kata Berlian. " biarkan suami mu itu menyaksikan penyatuan kita sayang. " Diordan makin tidak bisa dikendalikan.


kini Diordan berjalan mendekati Berlian. ia ingin menggapai tubuh Berlian.


plak, Berlian membuat wajah Diordan memerah karena ulah kelima jari tangan kanan Berlian.


marah, tidak ! Diordan tidak marah.


Diordan makin dibuat terpana akan keganasan Berlian. makin Berlian marah maka Diordan makin menggilainya.


" jangan menyentuhku ! " Berlian nampak jijik melihat kelakuan Diordan.


grep, tangan Berlian kini telah berhasil Diordan raih. pun tanpa menunggu persetujuan Berlian, Diordan jatuhkan tubuh Berlian di ranjang penuh kelopak mawar merah.


" kau sungguh menggodaku sayang. " Diordan menatap wajah cantik Berlian serta perlahan turun ketubuh indah Berlian.


" enyahlah ! "


dug, Berlian mengadukan kepalanya dengan kepala Diordan dengan sangat keras sehingga Diordan terhuyung dan kesakitan.


Berlian pun sama merasakan sakit tapi ia harus bisa menyelamatkan dirinya dari buasnya Diordan.


saat Diordan ingin menggapai kembali tubuh Berlian.


braaaakkk,

__ADS_1


suara kasar pintu terbuka terdengar mengejutkan mereka.


dilihatlah sosok Aaron dan beberapa anak buahnya tepat dihadapan mereka.


" jaga mata kalian ! " mereka pun dengan patuhnya menutup mata mereka.


' arrrr ' gumaman kecil Berlian.


entah saat ini Berlian harus bersyukur atau takut. ia bersyukur Aaron datang tepat pada waktunya sebelum Diordan makin memporak porandakan dirinya.


tapi ia takut akan aura yang diberikan Aaron saat ini. begitu tajam dan mengintimidasi.


" kau pergilah ! jangan mengganggu kesenangan kami ! " ucap Diordan membuat Berlian makin tidak suka.


Aaron masih diam dengan menatap ke arah Berlian dan Diordan bergantian.


" kau pergilah. jangan keluar sebelum ku memanggilmu ! " titah Aaron pada Berlian dengan suara penuh penekanan.


Berlian terdiam sesaat dan memperhatikan Aaron. kemudian ia pun berjalan bersembunyi ke tempat yang Aaron tunjukkan.


" kalian uruslah dia ! "


dengan berani mereka membuka matanya. nampak kesal bagi mereka saat melihat Diordan yang berani bermain main dengan tuannya.


Rao meminta beberapa orang untuk menyeret Diordan keluar. nampak teriakan dan umpatan keluar dari mulut Diordan saat dirinya dibawa oleh anak buah Aaron.


mereka semua pun pergi meninggalkan Aaron dikamar itu.


" keluarlah ! "


Berlian perlahan memberanikan dirinya untuk keluar.


Aaron menatap Berlian dari atas dan bawah membuat Berlian merasa risih dan gugup.


" bagian mana yang ia sentuh ? " pertanyaan Aaron membuat jiwa Berlian runtuh seketika.


" maksudmu ? " ucap Berlian dengan suara yang tercekat.


Aaron berjalan dan memeluk kasar tubuh Berlian.


" apa ini yang ia sentuh ? " ucap Aaron dengan memainkan jarinya diwajah Berlian.


" atau ini ? " sentuhnya pada bibir Berlian.


" atau lebih dari ini ? " kini ditunjuklah sesuatu yang menyembul keluar.


Berlian terkejut dan mendorong kasar tubuh Aaron. ia begitu terpukul akan ucapan Aaron.


" kenapa ? apa aku benar ? " sebuah senyum smirk terlihat dibibir Aaron.


" apa aku sebegitu hinanya dimatamu ? " tanya Berlian dengan sangat kecewa.


" siapa tahu kau tidak mengijinkanku menyentuh mu tapi kau membiarkan orang lain menyentuh mu ! "


tercubit sudah hati Berlian. rasanya begitu sakit dan amat teramat sakit.


" sentuhlah aku, maka kau akan tahu kebenarannya. " ucap Berlian dengan gemetar.

__ADS_1


" tapi ingat aku akan terluka setelah ini !


******** flashback off *********


__ADS_2