Permata Hatiku

Permata Hatiku
Dibawah Hujan


__ADS_3

aku berjalan bagaikan melayang tak


berarah


hanya sesak yang akan merenggut jiwa


hampa dan sunyi kini mendekapku


dimanakah dirimu ?


apa kau memikirkan ku ?


merindukanku ? membutuhkanku ?


aku menunggu hadirmu.


kembalilah sayang


kembalilah


*******


7 tahun kemudian......


hari ini hujan turun begitu deras membasahi bumi. nampak terlihat lalu lalang manusia berlari mencari tempat berlindung terhindar dari tetesan hujan.


" tuan masuklah. nanti kau bisa demam ! " pinta seseorang yang mengikuti nya di belakang.


pria itu tetap berjalan dibawah derasnya hujan tanpa memperdulikan sekitarnya.


hatinya sungguh hancur, dirinya benar benar terjatuh. kehilangan membuat hidupnya redup dan tak bercahaya.


sudah selama ini sosok yang ia cari belum juga ditemukan. entah dengan cara apalagi yang harus ia lakukan agar sosok itu kembali.


mereka semua menganggapnya telah mati. tapi keyakinannya mengatakan bahwa cintanya masih hidup.


" maafkan aku, ku mohon kembalilah padaku ! " ditatapnya langit mendung penuh air hujan itu dengan senyum sumbang yang ia berikan, karena air hujan itu mampu menutupi air matanya.


*


*

__ADS_1


*


*


*


" bunny ? hallo kucing manisku... " seorang ibu berjalan mencari kedua putranya disekitar taman.


" ayolah, jika kalian tidak muncul juga jangan salahkan mommy kalau cemilan kali ini akan dihabiskan oleh Leo ya. " sang ibu berharap dengan ucapannya ini terdengar oleh kedua putranya.


mata sang ibu terus saja mencari berharap mereka dapat ditemukan. " sepertinya Leo akan puas dengan cemilan kali ini. "


saat sang ibu pergi meninggalkan taman, kedua putranya muncul dibalik semak semak dengan seorang pria dewasa ditengah mereka.


dengan tubuh yang merayap, mereka menatap satu sama lainnya.


" lihatlah cemilan kita melayang karena ulahmu. " salah satu dari mereka menyalahkan pria itu.


" oh ayolah, bukankah kau yang ingin bersembunyi dari kemarahan ibumu ? " ucap sang pria memberi pembelaan.


" ck, kalau bukan karena kau yang menghancurkan dunia mommy , kita tidak akan kehilangan cemilan Kita. " pria itu terkejut karena lagi dan lagi ia disalahkan.


" kalian bukan hanya kehilangan cemilan kalian, tapi kalian juga kehilangan peluk cium dari mommy hari ini ! "


saat mereka melihat ke arah sumber suara, terlihat lah nampak sang mommy ikut merebahkan tubuhnya dengan tangan kanan menompang kepalanya serta tersenyum kearah mereka.


*******


setelah seharian menjalankan hukuman, mereka merebahkan tubuhnya di sofa yang terletak di dekat dinding ruang tamu.


" ya Tuhan tubuhku hancur. " keluh salah satu dari mereka dengan merenggangkan kedua tangannya.


" tubuhmu bukankah sudah hancur ? " ucap yang satunya dengan tertawa kecil mengejek saudaranya.


ck, menyebalkan !


" ada apa dengan kalian ? " tanya seseorang yang baru saja tiba dengan beberapa tas belanjaannya.


" Daddy ! " seru keduanya dan berlari menghambur ke arah pria tampan yang baru saja tiba.


ditaruhnya tas belanjaan tersebut dan dipeluknya mereka satu persatu dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


" aku rindu Daddy "


" aku pun "


" kenapa Daddy pergi lama sekali "


" iya mengapa pergi tak ajak kami "


celoteh kedua anak itu tak membuat senyumannya pudar. baginya setiap yang diceritakan oleh mereka membuat letih nya hilang seketika.


" apa mommy kalian memarahi kalian lagi ? " tanya sang pria dengan nada berbisik agar tak di dengar oleh orang lain.


mereka pun mengangguk cepat dan menampilkan wajah yang sedih.


" mommy saat ini pun memarahi kita. " dengan wajah polosnya berpura pura bersedih.


" aku mendengar itu ! " sahut sang ibu yang berlalu dengan sepiring kue di tangannya dan meletakkannya di meja.


pria tersebut tertawa dan mengacak ngacak rambut kedua putranya.


pria itu pun berjalan mendekati sang wanita dengan memberikannya beberapa tas belanjaan yang ia bawa tadi.


" kali ini apa yang mereka lakukan ? " tanya sang pria dengan mengambil sepotong kue dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


" mereka.... " ditatapnya kedua anak membuat tersebut, membuat keduanya menunduk. " ini karena kau yang selalu memanjakan mereka. " kali ini sang pria lah yang mendapatkan tatapan mengerikan membuat si Pria tersedak.


" uhuk uhuk, aku ? " tunjuknya pada dirinya sendiri.


" iya itu kau. " tunjuk nya pada sang pria dengan menekan nekan dada si pria.


dipukulnya bahu pria itu berkali kali membuat si pria tertawa lepas dan melarikan diri.


" sudahlah, jika kalian ribut lagi, aku pastikan kue ini habis ku makan sendiri ! " ucap seseorang yang terus saja memasukkan potongan kue kedalam mulutnya.


" noo paman. " teriak kedua bocah itu dengan berlari merebut kue dari paman mereka.


" jangan merebut kue kami. " di ambilnya piring kue tersebut menjauh dari sang paman.


" hei, jangan dibawa pergi. " pria yang dikatakan paman itu pun pergi mengejar kedua anak yang mengambil piring kue.


begitu hangat keluarga ini sehingga membuat siapa saja nyaman dan tak ingin menjauh. dan itupun membuat senyum mengembang sang pria tak urung mereda.

__ADS_1


ditambah lagi dengan sosok wanita cantik yang saat ini berdiri di sampingnya membuat dirinya semakin bahagia.


" aku merindukanmu bee " pria itu tersenyum dengan menatap penuh kerinduan.


__ADS_2