Permata Hatiku

Permata Hatiku
Ingin Seorang Anak


__ADS_3

" baik baiklah, jika aku tidak boleh menyentuhmu maka aku akan mengikatmu agar aku dengan leluasa melakukan hal yang aku suka. " Aaron tersenyum menggoda Berlian.


" sentuhlah perempuan yang menyukaimu, jangan menyentuhku ! " ucap Berlian dengan mengeluarkan rasa kesalnya.


" apa kau cemburu padaku ? " Aaron menaik turunkan alisnya dan tersenyum.


Berlian benar benar kesal dibuatnya. pria ini benar benar terlalu percaya diri.


" simpan kata kata itu jika aku benar benar menyukaimu ! " ucap Berlian datar.


apa yang di inginkan oleh Aaron, padahal jelas jelas ada seorang wanita yang menyukainya. tapi dirinya lebih memilih Berlian untuk dijadikan istri yang jelas jelas tidak menyukai dirinya.


*********


" kenapa mereka sangat sulit untuk dihubungi ! aku ini istrinya bagaimana bisa ia tak memberi kabar padaku ! " Ruby terus saja memandang layar ponselnya dengan perasaan kesal.


sudah beberapa hari Ruby tak dapat menemui suaminya. bahkan bayangan suaminya pun dirinya tak dapat lihat.


apa yang mereka lakukan dibelakangnya, apa mereka pergi untuk menemui Berlian.


rasa takut menjalar dalam relung Ruby tat kala mengingat nama Berlian. wanita ini benar benar belum bisa ia hilangkan.


" jika aku tahu dia akan menemui wanita j*l**g itu lagi, maka aku akan benar benar lenyapkan si j*l**g itu ! " ucap Ruby penuh kebencian.


prok


prok


prok


suara tepuk tangan itu membuat tubuh Ruby membeku. ada seseorang yang mendengarkan ucapannya.


saat ia berbalik mengarah ke sumber suara, dilihatnya Amey berdiri dengan raut wajah ingin memakan dirinya.

__ADS_1


" apa yang kau lakukan disana ? apa yang kau dengar ? " pertanyaan itu seperti akan menghakimi Amey.


takut, Amey tidak takut.


justru dirinya saat ini benar benar menjadikan Ruby bahan leluconnya.


plak, sebuah tamparan mendarat di pipi Ruby. dan itu Amey lakukan kembali pada pipi satunya.


" beraninya kau ! " geram Ruby dengan tangan memegang kedua pipinya yang terasa kebas.


" itu untuk j*l**g sepertimu ! " tunjuk Amey pada Ruby.


kali ini Amey benar benar mengeluarkan taringnya. ia tidak terima jika sang kakak dihina oleh orang lain. apalagi yang menghinanya adalah orang yang benar tak tahu diri seperti Ruby.


" kau membenci kakakku karena rasa iri mu padanya ! kau seharusnya sadar jika kau tidak bisa membandingkan dirimu pada kakakku seujung kuku pun ! " Amey meledak ledak.


" jika suami mu mencampakkan mu itu bukan salah kakakku tapi itu salahmu ! .... cih, kau menggunakan tubuhmu untuk mengikat kak Diordan untuk meninggalkan kakakku dan sekarang kau merasakan sendiri kau dicampakkan ! " ucap Amey lagi


kakak beradik ini benar benar berjiwa satu !


Ruby terdiam menahan malu. dirinya terus saja menyalahkan keadaan pada Berlian.


***********


sebulan sudah Berlian bersama Aaron, banyak hal yang terjadi diantara mereka.


Aaron benar benar sabar menghadapi setiap amarah Berlian, ada saja yang dibuat Aaron yang membuatnya marah.


tiada hari untuk membuat Berlian marah.


seperti saat ini, Berlian tengah berbincang dengan para pekerja tapi saat Aaron datang mereka semua pergi meninggalkan dirinya.


Aaron membuat suasana menegangkan disana sehingga semua nampak ingin pergi dan itu membuat Berlian kesal.

__ADS_1


" apa kau menakuti mereka ? " Berlian merajuk kesal.


" tidak, aku hanya ingin menemui istriku ! " jawab Aaron.


Aaron menseterakan tubuhnya dengan tubuh Berlian yang sedang terduduk di kursi roda miliknya.


di ciumnya kedua tangan Berlian, di hirupnya harum tangan itu. harum tubuh Berlian benar benar candu bagi Aaron.


" aku benar benar mencintai dirimu " ucap Aaron dengan memeluk tubuh Berlian dan tenggelam disana.


" tapi aku tidak ! " jawab Berlian tapi tak memberi penolakan akan Aaron yang memeluk dirinya.


Berlian kini sudah terbiasa dengan sentuhan yang diberikan Aaron. jika terus mendorong Aaron untuk menjauh pun ia tak bisa. jadi dirinya tidak ingin bersusah payah menghabiskan tenaganya.


tapi kali ini Berlian terkejut saat sebuah kecupan yang Aaron berikan pada perutnya. di tatapnya Aaron yang tengah asik mengecup perut Berlian.


" aku ingin seorang anak tumbuh disini. " lirih Aaron yang masih dengan kegiatannya.


aaawwwww,, Berlian menarik kasar rambut Aaron dan menampakkan wajah ganasnya.


" apa kau bodoh ! dia tidak akan ada di dalam sana ! kita saja tidak berhubungan maka dia tidak akan ada disana ! " ucap Berlian dengan kesalnya.


Aaron menatap Berlian, di raihnya tangan Berlian yang masih berada di kepalanya. di kecupnya tangan itu dan Aaron kembali mencium perut Berlian.


" kau benar ia tidak akan ada jika kita tidak berhubungan. maka kita buat saja ia ada dengan kita berhubungan. "


sebuah serangan panas bersemayam diperut Aaron saat Berlian memberikan capitan padanya.


" aku tidak mau ! jika kau ingi maka lakukanlah dengan wanita lain ! " ucap Berlian.


suatu saat nanti kau akan memberikanku anak !


Aaron tidak ingin melakukannya dengan wanita lain. dia hanya ingin anak yang tumbuh di rahim Berlian. dan ia percaya hal itu akan terjadi.

__ADS_1


" besok kita akan ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisimu " ucap Aaron dengan mengusap pipi Berlian.


__ADS_2