
...happy reading guys....
...semoga kalian makin bahagia....
...maafkan mamak berbaju dinas yang suka pakai daster di rumah ini jika Minggu depan sibuk....
...Senin sampai dengan Sabtu mamak ini menjadi panitia USBK kelas XII. jadi mohon maklum jika updatenya agak tersendat. 🙏...
...mamak mencintai kalian semua. ❤️...
" sudah aku katakan kau jangan ikut ! " suara Aaron menggema saat vanilla masuk ke dalam mobil dan duduk di depan mengantikan Hans yang seharusnya duduk di depan dekat sang supir.
" jangan membentakku ! aku bilang aku ingin ikut dan aku tidak suka kau meninggalkanku sendiri ! " vanilla enggan turun dari mobil, dirinya tetap ingin ikut pergi ke rumah sakit.
ia tidak ingin memberikan kesempatan untuk Berlian mendekati Aaron.
pekerja wanita itu benar benar menaruh racun pada vanilla. rasa tak suka pada Berlian kini makin menumpuk. ia ingin segera memisahkan Berlian dari Aaron dan memiliki Aaron seorang diri.
Aaron ingin membuka suara kembali tapi ia urungkan saat Berlian menggenggam tangannya dan menatap padanya untuk tidak memperpanjang perdebatan ini.
mereka semua pun pergi menuju ke rumah sakit. Hans kini ikut serta dalam mobil lain yang bersama dengan Rao.
" apa nenek sihir itu mengusirmu ? " tanya Rao saat Hans beranjak masuk kedalam mobil.
sang supir yang mendengar kata ' nenek sihir ' pada vanilla menahan gelak tawanya.
hanya mereka lah yang berani menjuluki nona vanilla seperti itu.
__ADS_1
Rao dan Hans sudah kenal sekali watak vanilla. bak perangko yang selalu ingin di dekat tuannya.
beberapa kali vanilla pun ikut serta mengganggu cinta satu malam tuannya. betapa mengesalkan sahabat kecil tuannya.
sesampainya di rumah sakit, mereka di sambut hangat oleh jajaran petinggi rumah sakit.
adapun Johan ikut sigap menyambut mereka. dirinya pun terkejut saat melihat vanilla ikut serta datang, sungguh seperti perangko.
" selamat datang kakak ipar " Johan menyambut dengan hangat pada Berlian dan memberikan senyuman termanis miliknya.
Berlian yang mendengar kata itu sedikit berdesis ada rasa menggelitik di relungnya. tapi berbeda dengan vanilla ia merasa tidak suka julukan seperti itu.
" dia bukan kakak iparmu ! " ucap vanilla yang kesal membuat semua orang menoleh ke arahnya.
vanilla benar bener melupakan status Berlian. bukan melupakan lebih tepatnya hanya dirinya yang berhak atas julukan itu yang tak lain menjadi pasangan hidup Aaron.
" kakak ipar, bagaima jika kita mulai ? " Johan memprovokasikan rasa tidak sukanya vanilla agar wanita itu mengerti siapa dirinya.
begitu antusiasnya Aaron ingin Berlian sembuh sedia kala. beda halnya vanilla berjalan mundar mandir menunggu Aaron keluar dari dalam ruangan.
beberapa kata umpatan keluar dari mulut vanilla. ia tidak menyukai Aaron dekat dengan Berlian.
Rao dan Hans melihat serta mendengar apa yang di ucapkan vanilla. ingin rasanya saat ini Rao memberikan sentilan pada mulut wanita itu, tapi ia tertahan oleh Hans.
Hans tak ingin Rao melakukan keributan di rumah sakit. ia membisikkan pada Rao untuk bermain cantik agar tak mendapatkan masalah.
di dalam ruangan, Berlian duduk di temani Aaron untuk mendengarkan hasil pemeriksaan kali ini.
begitu tegang dirinya sehingga beberapa kali Aaron melihat dirinya meremas ujung bajunya. di raihnya tangan Berlian membuat Berlian menatap wajah Aaron.
__ADS_1
" tenanglah, semua akan baik baik saja. " Aaron memberi senyuman hangat agar Berlian merasakan ketenangan.
Berlian kini merasa tubuhnya berangsur tenang. genggaman tangan Aaron seperti magnet yang mampu menetralkan kecemasannya.
" kakak ipar. " suara Johan membuat perhatian mereka teralih padanya.
" bagaimana hasilnya ? " tanya Aaron yang sebenarnya dirinya pun ikut merasa khawatir.
" kau seperti suami siaga. " Johan menyematkan senyuman menggoda pada Aaron membuat Aaron terdiam dan menatap tajam padanya.
" tenanglah, aku punya kabar untuk kalian. " Berlian berharap harap cemas menunggu hasilnya.
" kakak ipar dengan kemajuanmu saat ini, aku bisa pastikan kau akan segera seperti sedia kala ....... jadi jangan menyerah ya " ucapan Johan mampu mencairkan segala kebekuan di benak mereka.
" kau akan segera sembuh sayang. " Aaron tersenyum dan mengecup tangan Berlian. Berlian hanya bisa menjawab dengan sebuah senyuman karena dirinya sungguh bahagia saat ini.
" sayang, kau keluarlah lebih dahulu. ada yang ingin aku tanyakan pada dokter c*b** ini. " kata kata Aaron membuat Johan ingin memukulnya.
" hei, jaga bicaramu ! " Johan mengangkat tangannya seakan ingin memukul Aaron.
Berlian hanya bisa mengangguk dan patuh untuk keluar. setelah memastikan Berlian sudah keluar, Aaron menatap Johan dengan wajah yang lebih serius.
" katakan obat apa itu ? " tanya Aaron pada Johan membuat air muka Johan berubah.
________
gengs seharusnya ini update kemarin. maafkanlah mamak yang ketiduran ya.
aku fikir sudah di kirim taunya masuk ke draft.
__ADS_1
ya gitu dech kalau aku sudah over dosis dengan kegiatan aku. jadi game over duluan 🤭