Permata Hatiku

Permata Hatiku
Aku Tak Ingin


__ADS_3

" kita harus melakukan operasi malam ini ! " ucap salah satu dokter yang kala itu sedang menangani Ruby.


Diordan yang mendapat kabar tentang Ruby, mau tak mau harus pergi menemui Ruby. bagaimana pun Ruby adalah mantan istrinya dan itu yang membuat Diordan berberat hati menemaninya.


salah satu dokter berjalan ke arah Diordan yang sedang duduk letih di sebuah kursi tunggu.


" kami akan melakukan operasi, malam ini juga ibu dan anak harus diselamatkan. " Diordan diam tak bergeming.


Ragis yang melihat tuannya hanya terdiam, pun berjalan mendekati dokter.


" lakukanlah ! " perintah Ragis yang mewakili sang tuan.


" tapi, kita butuh tanda tangan suaminya " Ragis menatap tuannya yang tampak tak ingin peduli akan perkataan sang dokter.


" aku yang akan tanda tangan. " Ragis menawarkan dirinya.


" ta tapi ... " dokter mengerutkan keningnya tak mengerti kenapa Ragis yang harus tanda tangan.


" lakukanlah ! " tegas Ragis dan akhirnya sang dokter mengangguk patuh.


kini Ruby menjalankan operasi setelah Ragis mendatangi persetujuan seusai prosedur rumah sakit.


operasi itu berjalan memakan waktu yang cukup lama. bahkan Ruby pun mengalami pendarahan saat menjalankan operasi.


seorang dokter keluar kala operasi itu telah usai. dokter itu berjalan menuju Diordan yang masih duduk tak bergeming.


" operasi telah selesai. selamat pak, Anda mendapatkan seorang anak laki laki. " dokter itu tersenyum membawa kabar yang menurutnya bahagia.

__ADS_1


Diordan menatap wajah dokter itu yang masih tersenyum seakan memberi kebahagiaan pada dirinya.


" putra anda lahir secara prematur, jadi kami membawanya ke ruangan khusus untuk putra anda. " bayi Ruby lahir sebelum waktunya jadi anaknya kini telah masuk kedalam inkubator di ruang NICU.


" apa anda ingin melihat putra anda ? " ucap dokter lagi.


dokter itu terheran selama ia berbicara, Diordan masih enggan untuk bersuara bahkan menunjukkan bahwa dirinya bahagia.


yang ia lihat hanya tatapan datar dan seperti tidak peduli. padahal ia telah mendapatkan seorang anak pikir sang dokter.


" waktuku sudah selesai, aku harus pergi ! " ucap Diordan dengan wajah dinginnya.


" tapi tuan, apa kau tidak ingin melihat anak dan istrimu ? " dokter itu menatap manik mata Diordan. ia sungguh terheran lelaki macam apa Diordan yang tega ingin meninggalkan anak dan istrinya saat ini.


" dia bukan putra ku ! dan dia bukan istriku ! " ucap Diordan dengan penekanan.


apa ?


bukankah dia suaminya ?


dokter itu terdiam kaku menatap tubuh Diordan pergi meninggalkannya.


Ruby yang sudah di pindahkan di ruang rawat inap, terbaring lemah tak berdaya.


dirinya seakan remuk tak bertenaga. kulit putihnya kini berubah menjadi pucat pasih.


seorang perawat masuk menemui Ruby membawa alat medis. ia tersenyum saat melihat Ruby sudah jauh lebih baik baik saja dari pada sebelumnya.

__ADS_1


" dimana suamiku ? " satu pertanyaan membuat senyuman perawat memudar. pasalnya saat Diordan pergi meninggalkan Ruby dan bayinya, dokter itu memberi kabar pada rekannya.


" nyonya tenanglah, sekarang anda harus lebih banyak istirahat. " kilah sang perawat yang tak ingin membuat pasiennya makin terpuruk.


" tidak, dimana suamiku ! " Ruby tetap mencari Diordan.


ia ingin Diordan berada disini menemani dirinya. setidaknya saat ia melihat wajah bayinya, Diordan tak kuasa dan kembali padanya.


" dimana suamiku ! " perwat itu menunduk tak berani berbicara.


Ruby mendesah, ia tahu jawabannya. Diordan pasti tidak ingin menemui dirinya.


buliran air mata jatuh begitu saja di pipi Ruby. ia remas seprei putih itu dengan kuat seakan menandakan hatinya yang benar benar patah.


" aku tak ingin bayi itu ! aku tak ingin ! "


___________


...udah dulu ya gengs,...


...semoga hari kalian menyenangkan....


...tetap semangat ya....


...mohon maaf lahir Dan batin ya semua...


...salam sayang dari mamak untuk kalian semua....

__ADS_1


...❤️...


...jangan lupa like dan komen nya ya !...


__ADS_2