
sempurna !
Berlian tersenyum senyum sendiri memikirkan rencana gilanya.
" apa kau salah minum obat ? " sindir Aaron saat mendapati Berlian terkekeh kecil.
nampak meja makan itu terlihat hening dan canggung ditambah dengan Aaron yang menyindir Berlian seperti itu.
Berlian pun berdeham kemudian memasang wajah yang tersenyum menatap Aaron sehingga membuat Aaron pun salah tingkah sendiri.
detak jantungnya seakan berpacu berkali lipat saat Berlian menatap dan tersenyum seperti itu ke arahnya.
tak sedikitpun Aaron menatap kesembarang arah agar tidak terlalu gugup saat berada di dekat Berlian.
sesuap demi sesuap terakhir terasa sulit sekali ia telan saat Berlian tak hentinya tersenyum ke arah dirinya.
" nanti jam makan siang aku akan ke kantormu ya. " ucap Berlian masih dengan tersenyum.
uhuk uhuk, Aaron terbatuk batuk pasalnya ini pertama kalinya Berlian akan datang ke kantornya untuk makan siang bersama.
Berlian menyodorkan segelas air dan Aaron menyambutnya serta meminumnya hingga tandas.
" aku sibuk, jadi jangan datang ke kantorku. " jawab Aaron yang sedikit ketus membuat Berlian hanya mengangguk kepalanya.
" kau sibuklah dahulu dan aku tetap akan datang pada saat makan siang. " ucap Berlian yang tidam ingin di tolak.
Aaron tak menjawabnya kembali. ia pun memilih pergi dari tempat dan pergi berangkat bekerja.
sampai di kantor pun Aaron memerintahkan semua staff pegawai untuk membuat ruangannya menjadi senyaman mungkin saat Berlian datang.
sungguh berlebihan menurut mereka. tapi inilah Aaron walaupun saat ini dirinya tengah merajuk tetap memperhatikan kenyaman Berlian.
" ganti semua ganti. ini semua sudah tua ! " perintah Aaron dengan tunjuk sana sini.
__ADS_1
bahkan kursi sofa yang baru Aaron beli sebulan lalu, diminta untuk diganti yang baru.
ia ingin kantornya selesai di renovasi sebelum jam makan siang. dan itu membuat staffnya cukup menghela nafas panjang.
" tuan ! " ucap Hans dengan memperhatikan arlojinya yang melingkar di tangan.
hmmmm, Aaron tak memperdulikan suara Hans. ia masih sibuk dengan mengatur tata letak barang.
" kita ada rapat saat ini ! " ucap Hans lagi dan kali ini membuat Aaron menatap tak suka pada Hans.
" batalkan ! " tegas Aaron yang tak suka jika dirinya diganggu.
" kita tidak bisa membatalkannya tuan. " jawab Hans dengan wajah muka yang seidkit kecewa.
pasalnya kali ini mereka tidak bisa membatalkan pertemuan dengan seorang partner bisnis yang menguntungkan banyak hasil bagi mereka.
Aaron terdiam dengan wajah yang suram. ia tidak ingin pergi tapi ia harus tetap pergi.
" jika istriku kesini, suruhlah ia menunggu. aku tidak akan lama. " ucap Aaron sebelum ia meninggalkan ruangannya.
ditempat lain, Berlian kini duduk sambil tersenyum serta memikirkan kejutan yang akan ia lakukan nanti.
" sepertinya harimu sedang indah nyonya. " ucap Isabella dengan tersenyum membuat Berlian makin menunjukkan senyuman indahnya.
" kau benar. aku akan melakukan sesuatu hal untuk suamiku. " Berlian terkekeh kecil membayangkan dirinya nanti.
" waaaahh apa itu ? " tanya Isabella dengan rasa penasarannya.
Berlian tidak menjawab, ia hanya tersenyum dengan rona pipi yang memerah.
Isabella paham dengan ekspresi wajah Berlian seperti itu, ia tidak ingin menanyakan lebih.
" sebentar lagi waktunya istirahat. aku akan pergi ke kantor suamiku untuk mengajaknya makan siang dan memberikan sesuatu padanya. " ucap Berlian dengan memasukkan dompet dan ponselnya kedalam tas miliknya.
__ADS_1
" apa itu nyonya ? " tanya Isabella.
Berlian hanya tersenyum dan menunjukkan sebuah kotak kecil berwarna hitam berpita merah.
" bersenang-senanglah nyonya. " ucap Isabella dengan tersenyum saat Berlian akan pergi meninggalkannya.
sebelum Berlian ke kantor Aaron, ia pergi ke sebuah tempat makan cepat saji untuk ia bawa ke kantor Aaron dan memakannya bersama.
Aaron tahu Berlian tidaklah pandai memasak. jadi ia tak memusingkan perihal makanan apa saja yang Berlian bawa.
setelah selesai dengan pesanan Berlian, ia kembali meminta sang supir melakukan mobilnya ke arah kantor Aaron.
" mohon nyonya menunggu. tuan sedang rapat di luar. " ucap ramah sekertaris Aaron.
Berlian pun duduk di sofa kantor Aaron. cukup luas dan nyaman kantor Aaron fikirnya.
bagaimana tidak nyaman semua yang ada di ruangan itu baru dan belum ada yang menyentuhnya.
cukup lama ia terduduk menunggu Aaron yang tak kunjung datang. sampai akhirnya saat ia lihat jam sudah menunjukkan berakhirnya istirahat, ia pun beranjak dari duduknya dan meletakkan makan siang yang sudah dingin itu di meja.
Berlian berjalan menuju meja kebesaran Aaron. dan ia pun mengambil sebuah kotak serta menaruhkan di meja Aaron.
diraihnya sebuah pena dan secarik kertas putih yang ada dimeja Aaron.
...maaf aku tidak bisa menunggu lebih lama. aku tunggu pukul tujuh malam di hotel xx. 😊...
itulah yang Berlian tulis dalam kertas dan Berlian letakkan dibawah kotak kecil.
____________
...happy reading guys...
...semoga suka....
__ADS_1
...tetap semangat ya dan tetap tersenyum....