
Berlian mendesah tak habis fikir dengan pola fikiran Diordan yang ingin menemui dirinya.
drrtt
ddrrt
ponsel Berlian berdering menampilkan group video call dari Amey dan Tasya.
Berlian tersenyum mengingat mereka.
" kaaakkkaaaaakkk " suara melengking milik sang adik menggema dilayar ponselnya saat Berlian mengangkat panggilan itu.
" hey kau perempuan berisik sekali " ucap Tasya mengejek dengan menutup kedua telinganya.
" aku sama berisik seperti mu kak Tasya " ini yang Berlian rindukan. suara Amey dan Tasya yang sama sama mempunyai oktaf luar biasa.
" kaauu.. " Tasya geram dan Amey menjulurkan lidahnya.
Berlian terkekeh melihat tingkah mereka. " baru aku tinggal kalian sudah seperti ini. bagaimana aku tinggal selamanya ? " ucap Berlian yang membuat mereka menatapnya tak suka.
" jangan pernah berkata seperti itu. " ancam Tasya dan di setujui dengan Amey yang menganggukkan kepalanya.
" betul itu. kau tidak boleh berbicara seperti itu " ucap Amey yang membuat Berlian dan Tasya menohok tak percaya.
__ADS_1
" hei kau ! dia itu kakakmu " teriak Tasya membuat Amey memukul jidatnya.
" ampunkan aku ratu. " Amey menunduk dengan tangan mendekap pada dadanya. sontak semua tertawa lepas.
" hey bule bodoh ! " Berlian melotot dengan ucapan Tasya. " aku bertahan di negara ini demi dirimu. tapi kenapa kau tinggalkan aku sendiri disini dengan segudang pekerjaan. " keluh Tasya membuat Berlian senduh.
" maafkan aku " ucap Berlian dengan hati yang sedih.
Tasya terkekeh kecil " aku bercanda ! setelah selesai aku akan kesana ikut pindah denganmu " ucap Tasya.
" bagaimana dengan Mike ? " ucap Berlian menggoda membuat tasyat bersemu merah merona.
" Mike ? kak Mike ? " tanya Amey dengan segudang tanda tanya.
" jangan tanyakan aku tahu darimana. aku tak sengaja melihat pesan Mike di ponselmu " Berlian tersenyum geli mengingat pesan yang muncul dilayar ponsel Tasya.
Amey bertepuk tangan seru mendengar gosip terbaru saat ini. " aku akan menelpon seseorang. " ucap Amey membuat Tasya dan Berlian bingung.
dan ternyata yang ia sambungkan adalah. Rean
wajah Rean muncul bergabung di komunikasi mereka.
" haalll.... " ucap Rean menggantung membeku melihat ketiga gadis itu. tapi tatapan matanya tertuju pada Berlian.
__ADS_1
siluet indah itu mampu membuat dadanya membuncah hebat. apalagi saat ini Berlian sedang merebahkan dalam tempat tidurnya. wajah cantik natural, rambut yang menutupi sebagian wajahnya, pakaian yang sangat membuat lekuk tubuhnya terlihat bahkan kedua bukit kembarnya itu sangat menyembul.
Rean menggila menahan godaan itu. matanya tak berkedip melihat itu semua.
" hallo kak. " suara Amey menerobos imajinasinya.
Rean memejamkan matanya menetralkan detak jantungnya. " apa kalian akan memperlihatkan seperti ini pada lelaki lain ? " tanya Rean membuat ketiga gadis itu heran.
" Bee, kau ingin aku kesana ? baiklah malam ini aku akan terbang kesana. tapi jangan salahkan aku berbuat lebih karena kau yang menggodaku terlebih dahulu. " ucap Rean tersenyum menggoda sebelum mematikan sambungan komunikasi tersebut.
Berlian dan kedua wanita tersebut memperlihatkan dirinya masing masing. dan betapa terkejutnya mereka saat menyadari itu.
" aaameeeeyy ! " teriak Berlian dan Tasya bersamaan.
bagaimana tidak, Berlian menyadari Rean melihat dirinya dengan busana seperti ini. sementara Tasya terkejut karena Rean melihat Tasya menggunakan masker berwarna hijau diwajahnya.
sungguh memalukan !
******
esok hari, Berlian berencana ingin mengelilingi kota yang berada di negara kelahiran kakaknya ini. Mark yang mengetahui itu mengatur beberapa bodyguard untuk menjaga dirinya.
Berlian yang diperlukan seperti itu sedikit tidak menyukainya dan menolak. Mark memaksanya sehingga Berlian mau tidak mau harus menuruti keinginan sang Daddy itu.
__ADS_1
baiklah ikut aturan Daddy, setelah pergi aku akan membuat mereka bermain petak umpat.