Permata Hatiku

Permata Hatiku
Dewi Malam


__ADS_3

" lu yakin mau nikah sama dia ? " satu pertanyaan mencolos begitu saja dibibir Tasya.


Berlian menjawab dengan sebuah anggukkan kepalanya. Tasya melihat dalam kearah sahabatnya itu.


" berkorban " kata itu mampu membuat Berlian membeku.


" egois dikit kek jangan tiap hari ngebatin Mulu " Berlian mengangkat sebelah alisnya melihat Tasya yang tengah mendidih. aneh bukan, kenapa yang marah marah Tasya bukan dirinya.


" nikah sama pria tampan. " Berlian malah tersenyum jahil dan itu membuat Tasya mengerucutkan bibirnya.


" tampan iya. tapi jangan makan hati juga bee " di remasnya botol air mineral yang dipegang Tasya menandakan saat ini dia sedang dalam mode gemas dengan sosok Berlian ini.


" pulang yuk ke kampung halaman gue. " ajak Tasya yang mampu membuat Berlian tertawa renyah.


suasana yang seharusnya mendung, kini menjadi sedikit mencair karena renyahan dari candaan Tasya.


******


Bandara Internasional Negara A


akhirnya dua minggu pun berakhir. Diordan kini berjalan keluar dari pesawat pribadinya.


senang rasanya rasa rindu ini berakhir. terbingkai sebuah senyuman bahagia diwajahnya. bagaimana tidak sebentar lagi dia akan bertemu dengan wanita pujaan hatinya. dan kali ini dia bisa memeluk dan menggenggam tangannya.


rasanya seperti tidak sabar ingin segera bertemu.


memelukmu

__ADS_1


menciummu. itu juga kalau orangnya mau dicium ya.


kini Diordan menaiki mobil yang sudah menjemputnya untuk pergi ke apartemen mewahnya. direndahkan tubuhnya di bangku belakang. " tunggu aku sayang. " ucapnya dengan senyum yang mengembang.


Ragis yang melihat tuannya terus tersenyum ikut tersenyum.


*


*


*


*


malam hari yang ditunggu kini telah tiba. Diordan merasakan debaran hebat di dadanya saat menunggu kehadiran sosok wanita yang dicintainya.


gugup dan bahagia berpadu menjadi satu. walaupun itu terjadi, tak menutupi ketampanan dalam dirinya.


Ragis tersenyum melihat tingkah laku tuannya. " belum tuan. kita yang datang terlalu cepat. "


Diordan tertawa merutukki kebodohannya. dia meminta Ragis untuk datang sejam lebih awal. pasti akan sangat lama menunggu wanitanya itu.


" Nona Berlian sudah datang tuan. " Diordan menoleh ke arah kedatangan Berlian.


sangat cantik.


Berlian tampak sangat cantik malam ini. di pakainya gaun berwarna hitam legam dengan belahan dada rendah, rambut yang di ikat indah, dan hiasan wajah yang menjadikan dia Dewi malam. semua mata memandang kagum pada dirinya.

__ADS_1


debaran dada Diordan kini menjadi saat tubuh Dewi malam itu sudah di dekatnya. wangi vanilla dapat ia rasakan dalam rongga hidungnya.


menggoda, guman Diordan menatap wanita cantiknya ini.


" maaf menunggu lama tuan. " Berlian tersenyum ramah dan duduk di hadapan Diordan.


" kau sangat cantik sayang malam ini. " puji Diordan dan dibalas dengan senyuman cantik diwajah Berlian.


" maafkan aku. " ditatapnya wajah cantik itu dengan rasa penuh cinta.


" maaf untuk ? " tanya Berlian penuh rasa penasaran.


" maaf untuk memaksamu menikah denganku. karena aku mencintaimu. " jawab Diordan dengan sorot mata masih dengan penuh cinta.


di raihnya tangan si Dewi malam itu. dikecupnya tangan itu, dan dapat dia rasakan kulit yang halus serta wangi itu.


" mungkin ini sudah jalannya tuan. " dilihatnya wajah Dio1rdan dengan dalam.


" no, panggil aku sayang. jangan tuan, panggil sayang ok ! " pintanya dengan masih menggenggam tangan Berlian.


Berlian tersenyum " baiklah sa .. yang " masih terlalu tabu untuk panggilan itu keluar dari mulut Berlian.


mereka Berdua pun memulai makan romantis malam ini. Diordan tak hentinya menatap wajah cantik pujaan hatinya. sesekali Diordan menyuapi Berlian tapi sering kali juga Berlian menolak, dan pada akhirnya mulut kecilnya tetap terbuka menerima suapan dari Diordan.


" aku akan ke rumahmu secepatnya untuk menentukan tanggal pernikahan kita. " ucapan itu mampu membuat Berlian tersedak saat meminum air putih.


" pelan pelan sayang. " Diordan berubah panik dan memberikan air minumnya ke Berlian.

__ADS_1


" memangnya kapan kita akan menikah ? " tanya Berlian dengan gugupnya.


" aku mau besok kita menikah. "


__ADS_2