
...aku punya kabar nih setelah ' Permata Hatiku ' tamat, aku punya tulisan yang gak kalah kerennya loh....
...tapi tenang aja tamatnya masih lumayan jauh kok tapi tidak sejauh aku dan kalian ❤️...
...aku gak mau sekali nulis dua karya, nanti ujungnya gak dapet feelingnya. satu aja dulu yang penting ada cinta di dalam ceritanya....
...oh ya, yang baca karya aku ini ribuan loh tapi yang like sedikit. tapi tak apa, karena mungkin belum menyukai karya ku ini....
...bagi yang suka jangan lupa likenya ya 🥰...
...tetap semangat dan ceria ya..... !...
____________
Aaron hatinya bagaikan dihujam ribuan pisau saat melihat tangis pilu Berlian.
saat ini Berlian tengah di hipnoterapi oleh sang ahli untuk membagi masa kelam yang di laluinya.
tangan Aaron sungguh bergetar saat mendengar setiap kata yang keluar dari bibir yang pucat itu.
' tidak, mereka menyalahkan ku ! '
' aku bukan pembunuh ! '
' mereka tak menyayangi ku ! '
' mommy aku sendirian, jangan tinggalkan aku ! '
' mommy aku sakit, sakit mommy ! '
' aku terluka tapi tak ada yang mengobatiku ! '
' jangan kurung aku ! disini gelap ! jaaangggaaaann ! '
' hiks, hiks, mommy aku mau ikut ! '
begitu menyedihkan. wanita yang selama ini terlihat tegar, ternyata sungguh sangatlah rapuh di dalam.
Aaron tak kuasa mendengarnya. dirinya sungguh tak tahan dengan penderitaan yang di rasakan Berlian.
tidak, bukan hanya Aaron. kala itu Gustav dan Mark pun ada dalam di ruangan bersama mereka.
Aaron meminta Mark untuk berkunjung bertemu Berlian dan membantu proses penyembuhan Berlian.Mark yang tidak pernah tahu putrinya mengkonsumsi obat seperti itu pun menjadi bersedih hati.
__ADS_1
air mata Mark mengalir ikut merasakan penderitaan sang putrinya. sedangkan Gustav, ia hanya bisa terduduk lemas di ujung sana dengan wajah yang tertunduk.
" semua salahku ! " lirih Gustav dengan isakan yang terdengar.
Aaron menoleh dan memicingkan alisnya tak mengerti apa maksud dari ucapan Gustav.
" aku dulu membencinya, menyalahkan dirinya atas kematian mommy. " Gustav kini mengadahkan wajahnya dan terlihat air mata mengalir dipipinya.
Aaron terbangun dari duduknya dan menarik kerah baju Gustav.
" apa yang kau katakan ! " ucap Aaron dengan penuh amarahnya.
" aku bersalah ! " makin tersedu Gustav menahan pilu.
" kau ! "
" sudahlah, jangan kalian menambah suasana ! sekarang waktunya kita mementingkan Berlian. aku mau putriku bahagia " ucap Mark melerai.
Aaron melepaskan Gustav dengan hentakkan kasar, kini ia kembali terduduk dan memperhatikan istrinya yang terlihat pucat Pasih.
" maafkan Daddy sayang, seharusnya dari awal Daddy menggenggam tanganmu. memeluk mu dan melindungi dirimu " Mark mengecup kedua tangan Berlian dengan mata yang basah.
putriku yang malang !
aku sakit melihatnya.
" cukup, hentikan ! lanjutkan nanti ! " perintah Aaron yang sudah tak kuasa menahan penderitaan sang istri.
sang dokter pun mengangguk patuh dan mulai mengembalikan kesadaran Berlian.
Berlian yang mulai tersadar, cukup terkaget saat merasakan wajah dan matanya penuh dengan air.
di usapnya air itu dengan kedua tangannya agar hilang dari wajahnya.
" apa yang kalian lakukan ? " tanya Berlian yang tidak mengetahui bahwa dirinya telah di hipnoterapi.
" tidak sayang, kita hanya duduk disini dan memeriksa keadaanmu " ucap Mark lembut pada putrinya.
" Daddy disini ? " Berlian yang awalnya hanya di temani Aaron pun di buat terheran dengan hadirnya Mark.
bukan hanya Mark, kini matanya beralih pada sang kakak yang masih terisak di ujung sana.
" kenapa kakak menangis ? " tanya Berlian yang membuat Gustav menghapus air matanya.
__ADS_1
Gustav tersenyum dan menggeleng kepalanya. " aku hanya kemasukan debu "
" bukan debu, lebih tepatnya batu ! " jawab Aaron dengan tersenyum mengejek ke arah Gustav.
Aaron melakukan ini, semata mata ingin membuat Berlian tidak curiga. ia ingin Berlian tetap aman dan tidak merasakan berkecil hati.
" nyonya adalah sosok yang hebat. mereka semua menyayangi nyonya, perhatian yang penuh cinta akan selalu nyonya rasakan. " ucap sang dokter dengan tersenyum.
dokter itu memberikan sebuah isyarat bahwa obat yang mampu untuk menyembuhkan rasa trauma dalam diri Berlian hanyalah dari keluarga.
cinta keluarga, dukungan, serta kesabaran keluarga adalah hal yang dibutuhkan Berlian untuk berdamai dengan masa lalunya.
bukan orang luar, tapi keluarga. ingat hanya keluarga yang sangat mahal harganya untuk menjadi obat penyembuhan.
*
*
*
*
*
" kkkaaaakkkkaaaaakkkk ! "
" aku sudah datang ! "
terdengar suara teriakan Amey di bawah sana membuat Berlian terkekeh-kekeh.
" bonekamu sudah datang " ucap Aaron dengan kekehan kecil membuat semua ikut tertawa.
vanilla yang sedang asik duduk di lantai dua dengan di pijat terganggu oleh teriakan Amey.
ia turun ke bawah dan dilihatlah sosok gadis berikal berkuncir kuda yang tengah membawa koper berwarna merah muda.
" hei, kau siapa ? " tanya vanilla dengan angkuhnya.
Amey yang merasa asing dengan perempuan di tengah tangga itu, melepaskan kaca matanya memperhatikan vanilla dengan seksama.
" aku ? bukan, tapi kau siapa ? " tanya Amey berbalik dengan gayanya yang lebih angkuh dari vanilla.
" sepertinya nenek sihir ada kembarannya. " ucap Rao pelan dan membuat Hans serta yang lainnya menahan tawanya.
__ADS_1