Permata Hatiku

Permata Hatiku
Sebuah Misi


__ADS_3

disebuah bandara, Berlian melepaskan kepergian Daddy dan kakaknya dengan menggunakan jet pribadi keluarga mereka.


sebelum kepergiannya, Mark memeluk Berlian dengan penuh kasih sayang.


" ingat jika ada apa apa telepon Daddy ok ! " ucap Mark yang masih dengan memeluk Berlian.


" baik Daddy. " ucap patuh Berlian.


Gustav menghampiri mereka dan mengusap lembut rambut Berlian. di bubuhinya kecupan sayang di kening Berlian.


" kami sangat menyayangimu " Berlian pun menghambur memeluk kakaknya dengan erat.


kebahagiaan ini sungguh terasa mimpi baginya. mereka semua menyayangi dirinya.


mark dan Gustav pun kini terbang melandar meninggalkan bandara. kini Berlian menuju ke mansion keluarga Lewis.


saat di pertengahan perjalanan mereka, sang supir merasa ada beberapa mobil yang mengikuti mereka. itu bukan mobil para bodyguard mereka melainkan mobil anak buah Aaron.


" nona, sepertinya ada yang mengikuti kita. " ucap sang supir dengan terus melajukan mobilnya dan memperhatikan gerak mobil yang mengikuti mereka.


Berlian menoleh ke arah spion belakang, membenarkan ucapan sang supir itu.


mendesah pelan dan mengangguk kepalanya memikirkan sebuah rencana.


" berhenti ! " perintah Berlian.


" tapi nona. ini bahaya " ucap cemas sang supir yang masih enggan berhenti.

__ADS_1


" paman, aku pinta kau berhenti. aku bisa mengatasi ini semua. " ucap Berlian meyakinkan sang supir.


sang supir pun akhirnya menghentikan laju mobilnya.


lima bodyguard itupun turun dari mobil dan menanyakan pada sang supir yang memberhentikan mobilnya. sang supir memberitahu bahwa ada yang mengikuti mobil mereka kini para bodyguard itu membuat formasi melindungi sang nona muda.


" sebaiknya nona pergilah biar kami yang menangani mereka. " ucap salah satu bodyguardnya itu.


" tidak ! aku akan tetap disini ! " ucap Berlian yang membuat para bodyguard itu mulai khawatir.


beberapa orang keluar dari mobil yang mengikuti mereka. tampak mereka semua membawa senjata tajam. mereka semua berjumlah cukup banyak dan mulai mendekati mobil Berlian.


Berlian yang mengetahui keadaan tidak baik baik saja, ia pun keluar dari dalam mobil.


" nona jangan keluar ! " pinta sang bodyguard.


salah satu dari mereka merasa terkejut melihat paras Berlian.


" ada yang bisa saya bantu ? " ucap Berlian dengan menghampiri mereka.


bodyguardnya itu masih pada posisi melindungi sang nona muda.


salah satu anak buah itu mulai ingin menyerang Berlian dengan senjata tajam yang siap ia tembakan pada Berlian.


" mundur ! " perintah sang ketua yang membuat anak buahnya tak mengerti.


" tapi Tuan. kita ditugaskan untuk .... "

__ADS_1


" aku bilang mundur ! " ucap sang ketua yang tidak ingin di bantah.


mereka semua pun mundur serta pergi meninggalkan tempat. Berlian terheran dengan mereka begitu juga dengan bodyguard Berlian ada rasa ketenangan dalam diri mereka.


" ketua tapi bagaimana dengan tuan besar " ucap salah satu anak buahnya.


" akan aku hadapi tuan besar. " ucap sang ketua dengan beberapa fikiran dalam kepalanya.


apa tuan besar tidak mengetahui siapa adik dari tuan Gustav ? sebait fikiran itu melintas di otaknya.


*******


Aaron yang mengetahui anak buahnya tidak melakukan pekerjaannya itu menjadi murka. baginya ini adalah sebuah penghianatan besar.


Hans ikut turun tangan menemui mereka. mereka semua tunduk kepada Hans sang kaki tangan tuan besar mereka.


" kalian tahu apa akibat kesalahan kalian ? " tanya Hans dengan penuh ancaman.


" kami tahu. tapi tuan apa tuan besar sudah tahu siapa wanita itu ? " tanya sang ketua kepada Hans.


" tuan tidak peduli siapa wanita itu. baginya dendam harus terselesaikan ! " ucap Hans dengan nada meninggi.


" baiklah jika begitu. besok pagi tuan akan mendengar kabarnya. " desah sang ketua.


ia mengeluarkan sebuah amplop pada jaketnya dan memberikannya pada Hans.


" aku harap tuan besar melihat ini tuan ! " permintaan sang ketua sebelum meninggalkan ruangan beserta anak buahnya.

__ADS_1


Hans menatapi amplop coklat itu dengan rasa penasaran. apa isi di dalam amplop itu sehingga mereka meminta tuan besar melihatnya.


aku harap tuan besar tidak menyesalinya nanti !


__ADS_2